Kenapa Film Jadi Terlihat Seperti Sinetron di TV HD Baru Kita?

Photo: Sony Official

Photo: Sony Official

Baru beli TV HD, tapi kemudian merasa ada yang aneh pas nonton film di TV kabel HD, DVD atau Blu-ray? Entah kenapa, film kok jadi terasa seperti sinetron, tapi nggak tahu apanya. Petugas di toko cuma bilang, “Oh kalau HD memang gitu pak, resolusi tinggi jadi kinclong.”, tapi kita tahu itu bukan masalah gambar yang tajam. Ada sesuatu, cuma kita nggak ngerti apanya, pokoknya jadi kayak sinetron. Sebetulnya apa yang terjadi?

Tampilan film menjadi terasa seperti sinetron atau opera sabun di layar-layar HD yang baru disebabkan oleh fitur penghalus gerakan ‘motion smoothing’ yang dinyalakan produsen TV sejak dari pabriknya. Saking halusnya gerakan, semua terasa seperti video, sinetron, atau opera sabun. Di luar negeri, ini disebut “Soap Opera Effect”. Gerakan terasa lebih cepat, walau sebenarnya tidak, hanya lebih lengkap, karena fitur motion smoothing ini melipat-gandakan jumlah frame gambar tiap detiknya lewat interpolasi. Teknologi yang dibanggakan produsen TV sekarang ini berguna untuk tayangan berita dan olahraga namun merusak rasa film cerita. Tapi tentunya, kita bisa memilih untuk mematikannya.

Yang penting, ketahui dulu nama fitur ini di TV kita. Tiap merek mempunyai nama sendiri untuk teknologi motion smoothing yang dipakai, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Sony: MotionFlow
  • Samsung: Auto Motion Plus, Clear Motion
  • LG: TruMotion
  • Panasonic: Intelligent Frame Creation
  • Toshiba: ClearScan
  • Philips: Digital Natural Motion, Perfect Motion
  • Sharp: Aquomotion

Nah, setelah mengetahui nama fitur motion smoothing di TV kita, tinggal mencari di menu setelan untuk bisa dinon-aktifkan. Misalkan tidak ada opsi untuk mematikan sama sekali, coba pilih yang angkanya paling rendah di menu setelan. Film cerita pun kembali terasa sinematis dan tidak seperti sinetron dan opera sabun.

Haruskah fitur ini dimatikan? Tidak juga, bagi yang tidak terganggu dan lebih banyak menikmati tayangan berita, olahraga dan lainnya yang non-drama, mungkin justru disukai. Silakan mencoba-coba sendiri, mana yang cocok. Jika tertarik tahu lebih jauh tentang teknis bagaimana motion smoothing menghasilkan soap opera effect, klik di sini untuk membaca artikel yang cukup detil menjelaskannya.

Iklan

Panasonic Solar Lantern: Lentera dengan Pengisi Daya Tenaga Surya

Berawal dari kepedulian sosial Panasonic, dirancanglah sebuah lentera sederhana yang ditujukan untuk menghadirkan penerangan di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik. Kecil, praktis, dapat diposisikan dengan berbagai cara, Solar Lantern dapat menyala dengan kekuatan penuh selama 6 sampai 90 jam dalam 3 pengaturan berbeda. Ketika baterai habis, cukup mengisi daya dengan sinar matahari, menggunakan panel tenaga surya yang disediakan sebagai pasangannya. Sebuah solusi praktis, di kala tidak ada listrik.

image

 

Lampu Darurat yang ‘Imut’.
Sekilas, Panasonic Solar Lantern terlihat seperti mainan karena desainnya yang manis dan cenderung ‘imut’. Bahan plastik berwarna cerah mengingatkan kita pada kotak roti untuk bekal anak sekolah dan pegangan logam yang dapat diputar membuatnya semakin mirip dengan sesuatu yang cocok berada di dapur.
image

 

Di dalamnya, ada 5 lampu LED efisien yang bisa dinyalakan dengan 3 tingkat terang cahaya. Benda ke dua dalam paket adalah sebuah panel tenaga surya yang tampak kokoh dan serius, berbeda sekali dengan desain imut lentera nya. Dengan sinar matahari di cuaca cerah, panel dengan kekuatan 3.5 Watt ini dapat mengisi baterai lentera dari kosong hingga penuh dalam 6 jam.
image

 

Ada tiga mode tingkat kekuatan cahaya pada Solar Lantern. Paling rendah 6 lux, di atasnya ada mode 40 lux, dan akhirnya pada kekuatan penuh Panasonic mengklaim tingkat kecerahan 100 lux. Stamina baterai tentunya tergantung mode yang dipilih. Pada mode paling rendah, Solar Lantern bisa menyala 90 jam. Sementara itu untuk pencahayaan sedang dan maksimal masing-masing 15 dan 6 jam. Bagaimana performa nya?

Cahaya Lembut Di Tengah Kegelapan
image

 

Diuji dalam ruangan gelap total tanpa lampu dan jendela, mode paling rendah di Panasonic Solar Lantern nyaris tidak menyebarkan sinar ke mana-mana. Fungsinya lebih sebagai lampu tidur, sekedar menunjukkan posisi, atau untuk memudahkan mencarinya dalam gelap.

image

Pengaturan paling rendah.

 

Naik satu tingkat ke pengaturan sedang, Solar Lantern sudah bisa berfungsi sebagai lampu baca jarak dekat yang berguna. Tetap dengan penyebaran sinar yang minim, lentera ini cocok untuk membantu menulis atau membaca di meja dalam kegelapan.

image

Pengaturan sedang.

 

Baru di pengaturan maksimal dengan ke-5 LED menyala kekuatan penuh, Solar Lantern menunjukkan fungsi utamanya. Terutama efektif pada posisi digantung, ia dapat memberikan penerangan untuk ruangan kecil, sekitar 3 x 3 meter. Masih tidak terlalu benderang, namun sudah efektif menjadi lampu. Dalam pengujian pribadi, kekuatan maksimal bertahan sekitar 6 jam, sesuai klaim.

 

image

Pengaturan maksimal.

Panasonic Solar Lantern memang berbeda dengan banyak lampu darurat yang biasa kita temukan di toko. Kebanyakan yang tersedia entah menggunakan bohlam fluorescent atau ratusan LED dan dirancang untuk selalu tersambung ke listrik pengisi daya, baru menyala ketika listrik diputus. Terang sekali memang, namun pengisian daya bergantung pada listrik, atau baterai yang harus selalu dibeli. Tidak demikian dengan Solar Lantern.

Memberikan penerangan efisien tanpa listrik dan baterai, Panasonic Solar Lantern jadi solusi di daerah terpencil atau di daerah bencana. Tidak perlu khawatir dengan energi, karena baterai NiMH di dalamnya cukup diisi ulang dengan sinar matahari menggunakan solar panel nya. Tak perlu pula khawatir dengan lingkungan. Mampu bertahan dari debu dan percikan air, ia mengusung standard rating IP34.

 

Lentera, Juga Charger!
Dilengkapi dengan USB port, Panasonic Solar Lantern dapat juga mengalirkan daya lewat kabel USB. Spesifikasi mengatakan output USB dari Solar Lantern adalah 6,5V / 0,5A.
image

 

Panasonic mengklaim bahwa dalam waktu dua jam, Solar Lantern dapat mengisi penuh baterai ponsel berkapasitas 700mAh dan ketika lentera dalam posisi terisi penuh, dapat melakukan ini satu sampai dua kali.
Memang, output sangat kecil untuk mengisi peranti sekarang yang mulai butuh daya 1 sampai 2,1A, dan kapasitas baterai hape sudah di atas 1500mAh, namun dalam situasi darurat, ini sudah berguna dan dapat mengisi, asalkan peranti dimatikan. Tidak akan mampu mengisi penuh smartphone besar, namun memberi kemampuan mengisi sebagian, di lokasi di mana tidak ada listrik.
image

 

Kasarnya, ia dapat menjadi “powerbank” kecil kelas ringan, yang hanya perlu sinar matahari untuk mengisinya. Sempat dicoba, Solar Lantern mengisi setidaknya 12% batere smartphone yang habis total, dalam keadaan mati. Ini pun belum dicoba sampai habis, karena belum sempat.

 

Penyelamat di Situasi Darurat
Pada akhirnya, Panasonic Solar Lantern adalah sebuah produk yang menarik dan tak akan tergantikan ketika situasi menuntut. Dalam keadaan di mana kita tidak punya akses listrik maupun baterai, Solar Lantern menjadi solusi penyelamat. Untuk dibawa camping, jadi penerangan darurat di lokasi bencana, Panasonic Solar Lantern akan menunjukkan kemampuannya.

100,000 buah Solar Lantern sudah disumbangkan Panasonic di berbagai negara, untuk memberikan solusi penerangan di daerah terpencil yang belum terjangkau sambungan listrik. Belum lama ini, 1000 unit disumbangkan ke pedalaman Sumba, di mana manfaat lentera ini pasti akan sangat terasa. Ia bukan yang pertama, namun semoga semakin melebarkan jalan ke lebih banyak peranti yang menggunakan tenaga surya.