JalanRaya: Mobil Pintar Ala Ford di Computex 2014 Taipei

image

Bayangkan, di suatu hari, di masa depan yang tidak terlalu jauh. Kita masuk ke mobil, taruh smartphone atau tablet di jok, dan tinggal mengemudi tanpa harus mengutak-atik peranti genggam lagi. App yang sedang jalan secara langsung bisa dikendalikan dibantu sistem yang disediakan mobil. Nggak lagi harus atur koneksi Bluetooth atau wifi dulu untuk dengar musik, nggak lagi mesti repot buka aplikasi lokasi untuk cari arah ke tujuan.

image

Begitu masuk mobil, aplikasi di peranti genggam terhubung dengan mobil, yang dikendalikan cukup dengan suara. Ketika mengemudi pun mobil langsung secara aktif mengawasi performa mesin dan juga kondisi lalu lintas, jika ada yang berhenti mendadak di depan, atau yang akan memotong kita di perempatan, sistem akan memberi peringatan dini dan menyiapkan tenaga pada rem. Bukan mobil robot, semua kendali masih di tangan kita yang mengemudi, namun sistem pintar bawaan mobil mempermudah dan membuat lebih aman semuanya.

AppLink, Jembatan Pengemudi ke Peranti

image

Kedengaran menarik? Buat saya, sangat menarik. Ini sekelumit gambaran visi Ford akan mobil pintar, yang dihadirkan dalam pamerannya di Computex 2014, Taipei. Kesemua teknologi di atas sudah ada, namun belum semua diterapkan secara penuh. Ada yang sudah mulai jadi fitur sejak setahun lalu, dan ada yang masih eksperimen. Bagian pertama dari skenario di atas sudah diwujudkan Ford lewat fitur AppLink dan SYNC yang diusung di beberapa model seperti Fiesta dan EcoSport. Dalam kesempatan undangan media dari Ford ke Computex 2014, saya dan beberapa rekan jurnalis mendapat kesempatan melihatnya langsung dalam peragaan eksklusif.

image

Kesan pertama, menjanjikan. Ketimbang, katakanlah, membuat sistem komputer personal sendiri dalam mobil, AppLink sekedar menjadi penghubung antara kita pengemudi, dan aplikasi yang berjalan di peranti genggam. Dalam sebuah Ford EcoSport, diperagakan bagaimana tanpa repot pengemudi langsung dapat mengendalikan app music streaming Pandora cukup dengan perintah bicara.

image

Akur dengan peranti iOS, Android dan Blackberry versi tertentu, nantinya pengembang aplikasi diharapkan juga bisa membenamkan fungsi yang bisa memanfaatkan AppLink dari Ford ini. Bukan hal baru, AppLink ini sudah dimulai sejak 2011 namun di Computex ini yang diangkat adalah kompatibiltasnya dengan beberapa app dan layanan baru. Kapan bisa berfungsi maksimal di Indonesia? Ah, itu yang belum terjawab.

V2V, Komunikasi Antar Kendaraan

Nah, yang baru dan mengesankan adalah teknologi komunikasi antar kendaraan yang dipamerkan Ford dalam demonstrasi hidup di Taipei. Ford Vehicle To Vehicle communications, atau singkatnya V2V, adalah teknologi komunikasi antar kendaraan yang menggunakan koneksi wifi. Kita bisa komunikasi antar mobil dan cuma sesama Ford? Pertanyaan itu yang muncul waktu pertama dengar, dan ternyata sangat keliru.

image

Komunikasi antar kendaraan ini adalah di mana satu mobil dengan yang lainnya saling berhubungan, memberi dan menerima data berkendara. Yang dikomunikasikan antar mobil ini adalah data lokasi, posisi, pergerakan, arah, kecepatan, perhentian. Jadi, mobil saya akan tahu di sekitarnya ada mobil di mana saja, ke arah mana, secepat apa, selambat apa, walau tanpa saya bisa melihat. Gunanya? Untuk peringatan dini, keamanan!

image

Nggak usah muluk mobil tanpa pengemudi seperti bikinan Google, ini masih sepenuhnya dikendalikan kita pengemudi dan jelas sekali berguna mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi karena situasi yang tidak terlihat oleh kita.

image

Dalam sebuah Ford Kuga di pelataran parkir depan Miramax di Taipei, beberapa tim media dari Asia Tenggara bergantian merasakan teknologi ini beraksi. Engineer dari Ford memberi penjelasan tentang sistem, lalu mengemudikan mobil ke arah persimpangan yang sisi kanannya tidak terlihat karena terhalang tembok.

image

Tepat menjelang persimpangan, peringatan dini V2V berbunyi membuat pengemudi menginjak rem, selamat dari satu lagi mobil yang ternyata melintas cepat dari balik tembok! Kaget, dan kagum! Jika semua mobil bisa begini, mestinya banyak kecelakaan yang bisa dicegah.

image

Apalah gunanya teknologi V2V ini kalau cuma dimiliki satu merek mobil? Untungnya, teknologi ini menjadi upaya bersama satu konsorsium 8 pabrikan mobil besar dunia, sehingga nantinya menjadi satu platform dasar yang universal. Saat ini memang masih merupakan eksperimen, tapi nantinya pembuat mobil bisa membangun aplikasinya sendiri di atas dasar sistem V2V ini.

Beauty, Beast, Brains. Ford Mustang.

image

Di tengah ribuan perangkat komputer yang dipamerkan di Computex, seperti nyeleneh, Ford memamerkan kembalinya sang legenda yang jadi salah satu ikon otomotif Amerika. Merah menyala dan garang, Ford Mustang 2015 dipamerkan dan mencuri perhatian banyak orang.

image

Dikenal sebagai ‘muscle car’ yang identik dengan tenaga besar dari mesin yang besar juga boros, kali ini Ford mau menunjukkan bahwa Mustang bukan hanya modal otot. Di dalamnya sudah tercangkok sistem komputer yang pintar memonitor dan mengelola performa, juga fitur canggih seperti SYNC, Communications Integrations System, ACC Active Cruise, ‘radar’ Blindspot Detection System yang bisa memberi peringatan dini dan banyak lagi. Sayang, media tidak diberi kesempatan untuk masuk memotret interior Mustang yang didesain bak kokpit pesawat.

image

Waktu kami di Taipei sangat singkat, dengan jadwal yang cukup padat. Andai saja lebih banyak waktu, akan menarik sekali mencoba lebih jauh demonstrasi V2V, apalagi di track yang lebih besar dengan skenario lain. Melihat video tentang teknologi ini, masih banyak skenario praktis yang mestinya bisa didemonstrasikan dengan aman.

image

Pada akhirnya, banyak teknologi menarik dari Ford, namun bagi kita pertanyaannya adalah, kapan bisa hadir dan dimanfaatkan maksimal di Indonesia? Pihak Ford mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar yang penting dan jelas menjadi sasaran mereka. Mengetahui popularitas peranti genggam pintar dan aplikasinya, fitur teknologi Ford diyakini bisa menjadi daya tarik.

Terima kasih pada Ford atas kesempatan menarik ini. Pastinya kita tunggu janjinya untuk menghadirkan fitur teknologinya di model mobil yang dirilis di Indonesia.

Iklan