Milih Kamera Untuk Produksi Film Ke Dua

Pakai kamera apa untuk produksi film berikutnya? Kalau insyaAllah jalan lagi, dan cerita TMK dapat greenlight, kayaknya kali ini saya mau pakai Sony HVR-Z1 aja. Kenapa sekarang mau pakai Z1 sementara kemaren waktu mau bikin “Setannya Kok Beneran?” saya ngotot nggak mau pakai Z1? Soalnya kalau ternyata gambar sederhana dan sinetron-ish seperti hasil akhir SKB kemarin bisa bekerja untuk bikin penonton terhibur, nggak usah buang duit pakai DVW 790. Nggak perlu mewah-mewahan pakai segala UltraPrime lagi. Film-film lain sudah membuktikan kalau si Z1 ini cukup kalau nggak perlu gambar yang beauty amat. Kalau saya tahu hasil gambar SKB cuma akan segitu aja, saya pun nggak akan buang budget untuk pakai Sony DVW 790.

Sayangnya, penyewaan HVR-Z1di Elang cuma kameranya aja to’, sementara ngebujukin produser untuk langsung beli Z1 agak susah karena yah, emang doi sangat amat hati-hati itungan. Padahal kalau emang ni PH mau jalan serius di layar lebar nggak ada ruginya beli Z1 barang sebiji. Paling berapa sih? 55 juta? Buat ukuran PH yang mau serius di layar lebar sih itu murah banget. Lalu sekalian aja beli Letus35 buat 35mm adapternya, 15 jutaan lagi dan voila! Jadi punya kamera HD 1080i murmer yang bisa bikin shallow depth of field! Saya ragu kalau Elang akan menyediakan 35mm lens adapter untuk Z1-nya karena resiko membuat DVW 790 dan DVW 970 nya jadi nggak gitu laku. Untuk bisa pakai lensa 35mm, DVW 790nya Elang pakai adapter Angineux yang katanya light-loss nya turun 2 stop, sementara DVW 970nya pakai P+S Technik. Kamera mahal, adapter mahal. Sewa paketannya kisaran 5-6 juta per hari. Sementara kalau Z1? Terakhir nanya, masih 600 ribu harian. Beda budget-nya langit-bumi tapi ya, jangan harap mudah dapat gambar dengan DOF yang cetek.

Sekarang saya juga mau mulai browsing dan riset tentang si Z1 ini. Yang saya penasaran adalah, dari film-film yang udah dibuat pakai Z1, pada pakai 24p atau 30p? Pakai 720p atau 1080i?

Iklan