Daftar Toko Peralatan Fotografi & Videografi HDSLR Online Jakarta

Cari kamera? Lensa? Tripod, rig, batere, SD Card, CF, lighting? Selalu cek dulu spesifikasi dan harga pasaran yang wajar sebelum belanja, baik itu online maupun di toko fisik. Untuk membantu kita nyari peralatan yang dibutuhin, ini daftar toko-toko peralatan fotografi dan juga videografi HDSLR online, terutama (namun tak hanya) di Jakarta. Tentunya ini bukan daftar lengkap, yang masuk di sini adalah yang didapat dari saran teman-teman. Semoga bermanfaat, dan kalau ada yang bisa menambahkan, monggo!

Bhinneka

Bursa Kamera Professional

Camera

EOSkamera

Focus Nusantara

Global Kamera

HDSLR Shop

JPC Kemang

Mitra Kamera

MLM Foto

Oktagon

Photo Secret

Plaza Kamera

Red Pixel Shop

Toko Camzone

Toko Digital Shop

Toko Recording DAW (khusus sound/audio)

Iklan

Link: Nikon D90 User Manual Download Resmi

Untuk catatan jika diperlukan, petunjuk pemakaian alias user manual untuk Nikon D90 bisa di-download di link di bawah ini:

Nikon D90 User Manual Download

Versi bahasa Inggris ada 2. Satu yang bisa di-print, tapi harus registrasi nomor serial dulu. Versi ke dua yang tidak bisa dicetak tidak perlu registrasi. Semoga bermanfaat.

Update 3: Harga Nikon D90 di Toko Online di Jakarta

Belum ada yang resmi.

Belum ada yang resmi.

Perhatian: artikel sudah kadaluwarsa, silakan cek halaman depan untuk update harga terkini.

Yak, di JPC Kemang statusnya sold out, dan di Oktagon masih belum ada. Kayaknya Oktagon cuma jual yang resmi ya, makanya belum ada sama sekali. Kalau di EK-Gadgets, harga kit-nya di Rp 12,950,001 dan BO dibandrol Rp 10,950,001. Toko Camzone di ITC Fatmawati masang harga lebih murah goban daripada EK-Gadgets. Stoknya bener ready apa nggak? Monggo di cek langsung yak.

Kayaknya memang D90 ini kalah sorotan dibanding sodara lain kelasnya, si D700. Ada yang ngincer D90 untuk kemampuan videonya nggak ya selain saya? Hmmm…

Update Harga Nikon D90 Kit Jakarta/On-line

PERHATIAN: ARTIKEL SUDAH ADA YANG LEBIH BARU, INI HARGA LAMA YANG SUDAH TIDAK BERLAKU. Silakan ke halaman yang lebih baru.

Harga Nikon D90 Kit akhir minggu ini, mengupdate catatan harga sebelumnya tapi harus tanya langsung stock nya beneran ada atau nggak. JPC Kemang kemarin harganya sekitar 12,5jt sekarang sudah sold out katanya. Sementara di EK ada harga tapi nggak jelas maksudnya ada barang atau nggak. Camzone masang harga paling rendah diantara beberapa toko yang ada online store nya ini. Tapi coba tanya dulu deh stocknya ada apa nggak. Pastinya semua belum garansi Nikon Alta.

EK-Gadgets Rp. 12,100,001 (kit- coming soon?)

JPC Kemang SOLD OUT (sebelumnya Rp 12,499,900 kit)

CamZone Rp 11,900,000 (kit – ask for stock)

Oktagon NOT AVAILABLE YET jadi nggak usah ditanyaken. Hehe.

Untuk detil dan harga body-only langsung aja klik ke link toko-toko tersebut diatas. Entry blog ini saya buat sekedar buat record harga D90, jadi ada catatan awalnya harganya berapaan. Kalau ada yang tahu toko kamera online lainnya yang bagus, kasih tahu saya ya.

DSLR Jadi Alternatif Kamera Video?

“Kenapa juga loe ngimpi pengen bikin film pendek pake kamera DSLR?” Itu pertanyaan yang ditanyakan 2 teman saya yang baca blog saya ini. “Bikin film pendek ya pake aja handycam mini-dv, atau loe pinjem aja kamera kantor kalau mau pake Betacam sekalian”, lanjutnya. Kamera DSLR ya buat still-photo aja, katanya. Well, ada beberapa alasan kenapa saya jadi ujug-ujug kelewat excited sejak tahu Nikon D90 bisa merekam video HD. Apa itu?

  • Saya dari dulu pengen punya DSLR
  • Saya dari dulu mengimpikan kamera video yang interchangeable lens dan bisa shallow depth of field
  • Saya mengimpikan DSLR dengan kemampuan video supaya point no.2 bisa lebih terjangkau dan mestinya teknologinya sudah ada
  • Camcorder dengan interchangeable lens dan bisa DOF cetek nggak akan dapet harga dibawah 30juta, coba cek harga XL2
  • Sekarang Nikon D90 dengan harga dibawah Rp.13jt sudah bisa kedua-duanya, walau ada kelemahan di fitur videonya yang masih sekedar ‘bonus’
  • Contoh-contoh hasil video D90 jelas lebih seperti film dan nggak terlalu kayak video, gimana nggak makin ngiler…

Ya gimana saya nggak semangat kan? Coba deh bikin gambar video dengan reproduksi warna dan DOF cetek pakai modal dibawah Rp15jt, bisa nggak? Atau saya naikin, dibawah Rp.25jt deh, bisa nggak? 50 juta? 60 juta? Itupun masih perlu belanja 35mm lens adapter lagi, paling murah harus modal 75-80jt an. Sekarang pakai D90, 13 juta udah dapet gambar begitu! Yah, walau cuma bisa bikin shot-shot yang stabilized ya, tapi, intinya, ini aja udah luar biasa! Nggak salah dong kalau di luar negeri pun banyak DOP dan zero-budget film maker yang jadi semangat dengan revolusi DSLR ini. Nggak semua mampu ngebangun kamera amatir dengan 35mm lens adapter kan?

Jadi buat teman saya, semoga udah ngerti kenapa…

Kalau bilang, film itu yang penting content, ceritanya, bukan alatnya. Ya iya memang. Tapi nggak ada salahnya kan mengejar kemampuan gambar yang lebih bagus? Apalagi kalau sudah terjangkau!

Mengkhayal Dikit, Pilih Scarlet atau 5D MkII?

Kalau tahun depan punya uang nganggur $3,000 mana yang bakal saya pilih? Begini nih kalau lagi bangkrut dan bete, malah mengkhayal yang tinggi-tinggi. Jangankan beli kamera, sekarang saja dikejar tagihan kartu kredit sementara belum ada pemasukan. Tapi, ya, mengkhayal kan bisa jadi cita-cita. Boleh dong?

Scarlet memang keren konsepnya. Dengan $3,000 bisa punya kamera kecil tapi resolusi 3K, yang sudah lebih cukup untuk produksi film di Indonesia! Hebat! Tapi, workflow untuk video 3K masih belum jelas, dan lagi si Scarlet ini nggak bisa ganti-ganti lensa. Apakah bisa dapetin DOF cetek yang lebih “film-like”? Ataukah cuma jadi kayak handycam dengan resolusi super tajam? Kayaknya sebelum bentuk barunya diumumkan (baca berita tentang perubahan desain Scarlet), rasanya sih belum menarik amat. Scarlet sudah pasti nggak interchangeable lens, jadi kalau mau pakai lensa 35mm akan harus beli 35mm lens adapter lagi. Hmmm… Males ya. Toh saya nggak pengen bikin film serius.

Canon 5D MkII untuk harga segitu jadi menarik bagi saya karena saya dari dulu pengen punya kamera DSLR, lalu ini dapat kemampuan video yang keren pula (udah liat kan contohnya). Jadi, kayaknya, saya akan milih ini karena saya bisa punya kamera still-photo yang mantap, plus kamera HD yang interchangeable lens tanpa harus invest di 35mm adapter. Cukup bawa DSLR, bisa bikin macam-macam. Kalau saya beli Scarlet, tetep belum punya DSLR dong. Nggak bisa bikin foto cantik istri tercinta.

Dah, udah ditulis jadi legaan. Kembali ke realita saya yang sedang bangkrut dan belum ada kejelasan proyek berikutnya. Dan mengkhayal yang lebih membumi aja, Nikon D90.