Trik Mengatasi Gelombang Bergeser Pada Moda D-Movie Nikon D90

Satu lagi kelemahan moda D-Movie di Nikon D90, tapi tentunya sama sekali tidak terjadi di moda still-picture. Kabarnya ini terjadi di tempat-tempat yang menganut sistem PAL, di mana lighting fluorescent entah itu lampu neon biasa ataupun Kinoflo akan menimbulkan gelombang bergerak atau scrolling wave pada video rekaman D90. Baik siang maupun malam, kalau lightingnya memakai fluorescent, gambar akan terganggu efek ini dan ini sudah membuat gambar tidak layak sama sekali. Gimana mengatasinya?

Katanya, kalau aja Nikon memberikan moda 25p dan 50hz, masalah ini akan hilang bagi kita semua di negeri PAL. Tapi, nyatanya kan nggak? Dari browsing sana-sini seperti biasa, saya mencatat trik seperti ini:

  • Dibawah lighting fluorescent, gunakan lensa manual, tutup sedikit aperture dan arahkan kamera ke papan atau dinding dengan warna mid tone. Gerak-gerakan sedikit kamera, yang akan berefek berubahnya exposure sampai ada saatnya gelombang itu menghilang. Nah, ketika gelombangnya hilang, segera lock exposure dan setelah itu atur lagi dengan mengatur f-stop.
  • Satu lagi begini caranya. Ketika gelombang muncul, keluar dari LiveView dan ubah arperture (sementara dalam AV mode) sampai gelombang tersebut menghilang. Setelah itu kita bisa kembali ke aperture awal dan gelombang sudah tudak muncul. Yang penting jangan gunakan moda Automatic.

Bener atau nggak trik ini? Saya hanya menerjemahkan dari sebuah diskusi, yang mana terus terang kalimat mereka pun kurang spesifik. Saya cuma mencatat dulu untuk nanti kalau-kalau saya jadi beli D90, dan itu pun saya kurang mengerti yang mereka maksud. Kalau ada yang sudah mencoba trik ini, mohon di share apakah benar bisa bekerja, atau apakah ada cara yang lebih tepat. Sejauh ini, rasanya selalu ada saja trik akal-akalan untuk mengatasi kelemahan moda D-movie di Nikon D90.

Iklan

Link: Cara Menghilangkan Artefak Jaggy/Stair-stepping di Hasil Rekaman D-Movie Nikon D90

Salah satu dari sekian banyak kelemahan video (cuma di videonya loh bukan di still-photo!)dari Nikon D90 adalah gambar yang jaggy pada obyek atau garis diagonal. Bisa terlihat seperti bergerigi atau seperti tangga alias stair-stepping, nggak halus. Terus terang ini bener-bener mengurangi nilai video si D90 karena artinya nggak akan bisa di layar yang agak besar. Artefak ini akan kelihatan banget dan gambar jadi jelek sekali. Jadi, sudahlah ada masalah jello dan skewing yang mengharuskan shot-shot D90 dikunci dengan tripod, eh ternyata gambarnya pun masih jaggy. Untungnya ada videografer-videografer yang niat banget nyari solusi untuk mengatasi ini, dengan catatan memang workflow video D90 ini makin panjang aja.

Seperti tips D90 yang sebelumnya, yang ini juga berasal dari orang-orang yang ‘niat’ di forum pengguna Panasonic DVX. Mereka juga lumayan semangat dengan kehadiran si D90 jadi iseng banget selalu nyari cara workaround segala kelemahannya. Hebat lah. Jadi, bagaimana mereka mengatasi efek buruk ini? Penulisnya Lee Wilson menggunakan After Effects untuk membagi frame jadi pecahan setinggi 9 pixel yang lalu dia pisah-pisahkan dengan spasi 1 pixel, lalu spasi atau gap yang ada dia isi dengan interpolasi. Yang brilyannya, sekali bikin project ini, projectnya bisa di save dan digunakan di footage lainnya tanpa harus mengulang! Bayangin ngulang misahin 720 frame capek aja bo. Kebayang kan? Saya yang nggak makai After Effects aja kebayang. Itu intinya, tapi mendingan baca langsung deh di sumbernya. You better read it from the source, I have no right to post the details.

Sekali lagi seperti halnya banyak catatan saya di sini, saya mesti bilang bahwa ini sekedar berbagi pengetahuan yang saya dapat dari sebuah forum di internet. Bukan ilmu atau trik ciptaan saya, tapi sekedar saya catat di sini karena saya akan perlu dan siapa tahu bisa berguna juga buat yang lain.

Trik Mendapatkan Gambar Lebih Bersih di Moda D-Movie Nikon D90

D-movie bukanlah fungsi kamera tersendiri, cuma merupakan cara D90 merekam output Live View sebagai motion JPEG. Karena itu, fungsi-fungsi still photo yang ada di D90 banyak yang tidak berlaku saat masuk moda D-Movie. Pemilihan shutter dan ISO sudah pasti tidak bisa kita lakukan, jadi kalau dilepaskan secara otomatis, maka kalau cahaya kurang, otak D90 Live View akan segera mendongkrak ISO jadi tinggi. Korbannya adalah kualitas video yang menjadi agak noisy, banyak noise karena ISO tinggi. Tapi ada trik-trikan untuk menurunkan ISO supaya bisa dapat gambar yang lebih rendah noise dibanding membiarkan otak kamera memikir sendiri. Sekali lagi, ini adalah sekedar catatan ilmu yang saya dapat dari sebuah thread yang sangat berguna di forum pengguna Panasonic DVX. Saya di sini sekedar mencatat dan berbagi saja. Jangan protes ya, cuma riset aja. Kameranya juga saya belum punya kok.

Pertama, yang paling pasti adalah bahwa kita bisa mendapatkan hasil konsisten dalam hal ini hanya dengan menggunakan lensa manual dan lighting yang layak. Ini pun dengan catatan bahwa kita juga sudah mencoba-coba sebelumnya supaya tahu bagaimana otak kamera ini berpikir, jadi kita tahu bagaimana kamera akan merespon. Itu kalau pakai lensa manual, tapi masih ada jalan lain, trik yang sudah dicoba oleh penulis topic itu. Untuk melakukan trik ini, dia menyebutkan agar menggunakan lensa manual Nikkor 50/1.4 atau yang serupa. Katanya, begini cara untuk ‘menipu’ kamera agar kita bisa shoot lowlight dengan ISO yang lebih rendah:

  1. Keluar dari moda Live View dulu, lalu set kamera ke Manual
  2. Nyalakan AE-L(hold), lalu cek di viewfinder apakah sudah aktif dan ikonnya sudah menyala. Cara menyalakan AE-L(hold) ada di catatan saya sebelum ini.
  3. Turunkan bukaan Iris sampai f5.6 – f8
  4. Arahkan kamera ke dinding atau objek yang sekitar 60% terang, bukan terlalu silau
  5. Nyalakan moda Live View
  6. Buka kembali Iris ke f1.4 atau 2.8, sekarang gambar sudah lebih bersih dari noise

Menurut teori sang penulis, yang terjadi adalah kita telah memberitahu kamera bahwa gambar yang kita inginkan sudah pas dengan f5.6, lalu kamera tidak sempat mengubah apa-apa lagi karena sudah duluan kita AE-L(hold) ‘kan. Kamera tidak sempat mengubah setting ISO supaya naik lagi karena keburu kekunci di AE-L(hold) oleh kita. Karena memakai lensa manual, kita tidak perlu keluar dari Live View yang bisa membuat setting shutter dan ISO berubah, sekarang kita bisa mengubah-ubah iris sesuai kemauan kita dan kamera tak akan menyesuaikan diri. Hmmm… Bener nggak ya ini yang terjadi? Penulis juga bilang ini masih teori, tapi pada prakteknya sudah berhasil dia buktikan bahwa video yang didapat setelah melakukan trik ini lebih bebas noise dibanding dengan video yang direkam tanpa melakukan trik ini.

Diskusi masih berkembang dan makin banyak yang penasaran untuk mencoba mencari cara-cara mengakali kemampuan video si D90 yang menggemaskan ini. Saya sih senang mencatat, jadi kalau nanti punya D90, udah banyak bahan yang bisa dicoba.

Trik Mengunci ISO & Shutter Speed di D-Movie Mode Nikon D90

Nggak ada cara mengunci ISO dan shutter di moda D-movie nya Nikon D90. Kenapa? Sudah kita pahami bahwa berhubung D-Movie ini sebenarnya cuma kemampuan merekam stream Live View, artinya semua setting dilakukan oleh otaknya D90. Dia cuma mikir apa setting yang tepat supaya gambar di Live View menjadi bagus menurut ukuran otaknya sendiri, bukan kita. Nggak banyak yang bisa dilakukan karena kita nggak bisa setting manual tapi salah satu trik mengakalinya adalah dengan mengunci AE-nya atau AE-L(Hold) urutannya sebagai berikut:

  1. Menu
  2. Custom Settings (ikon pensil)
  3. f (controls)
  4. Assign AE-L/AF-L Button
  5. Ae lock (hold)
  6. Ok

Begitu ini dilakukan, pengaturan otomatis ISO dan shutter dari kamera berhenti, tapi kita juga udah nggak bisa nge-set apa-apa lagi. Emang agak ribet makanya saya catet disini supaya inget. Ini saya dapat dari lagi-lagi dari sebuah thread di forum pengguna panasonic dvx (loh kok?) yang sangat informatif.

Satu cara lain lagi yang dijelaskan penulis di thread itu adalah dengan memainkan pengaturan EV, tapi katanya itu nggak mengendalikan atau mengentikan setting yang dilakukan kamera sepenuhnya. EV sebetulnya mempengaruhi perhitungan setting ISO dan shutter di kamera, tapi belum tahu pastinya. Katanya, pada dasarnya EV negatif akan membuat shutter speed lebih tinggi dan EV positif sebaliknya. Saya cuma mencatat disini untuk research dan kepentingan pribadi, untuk selengkapnya silakan baca original post di link di atas.

Nikon D90 D-Movie Review?

Looking for a review on Nikon D90’s D-Movie mode? I found a snippet of a review on DPreview.com which leads to a lengthy thread in DVXuser forum. If you only want to read the summary, they also have another thread which summarize the lengthy discussion. At this time, this is the best in-depth discussion and reviews on Nikon D90’s D-movie. Or at least, the best I’ve found so far. It’s very deep and informative, anyone interested on D90 D-movie mode will learn a lot from the thread.

Mencari review kemampuan video D-Movie dari Nikon D90? Sejauh ini saya baru nemu satu yang paling mantap dan jelas. Awalnya nemu snippet quote di DPreview yang nge-link ke sebuah thread panjang di DVXuser forum. Kalau malas membaca secara detil dan mau rangkumannya aja, ada juga thread yang merupakan summary dari hasil uji coba. Saat ini, rasanya ini pembahasan paling mendalam dan paling informatif yang saya temukan mengenai D-Movie nya Nikon D90. Patut dibaca oleh semua yang tertarik akan kemampuan rekam video HD dari Nikon D90. Semua kelemahan bisa ketahuan sejak awal, dan jadi bisa tahu apa yang bisa diharapkan dari D-Movie ini.

Memahami D-Movie di Nikon D90

Satu lagi catatan menarik dari berbagai diskusi mereka yang mencoba fitur D-movie pada Nikon D90 di forum-forum luar negeri adalah mengenai konsep dasar pola kerja D-movie itu sendiri. Menerjemahkan komen dari salah satu user di DVXuser, ternyata fungsi D-movie lebih tepat merupakan moda yang merupakan perpanjangan dari fitur Live View pada D90 ketimbang perpanjangan dari fungsi still photo camera.

Jadi, D-movie bukanlah fungsi kamera murni tapi merupakan kemampuan untuk merekam output Live View. Setting ISO dan shutter speed yang diset untuk still photo tidak berlaku di D-movie, karena pada prinsipnya Live View ini memperhitungkan sendiri shutter speed dan ISO yang tepat agar pemakai bisa mendapatkan gambar preview yang jelas akan still photo yang mereka ambil. D-movie sekedar cara mudah merekam output dari Live View itu. Mudah dimengerti kan?

Jadi ya, segala keterbatasan yang ada memang wajar karena ini memang fungsi tambahan, atau perpanjangan dari kemampuan Live View. Bukan sebuah sistem kamera video yang berdiri sendiri. Nggak apalah, udah syukur Nikon D90 memberi kita kemungkinan memiliki kamera dengan interchangeable lens dengan harga terjangkau dibanding beli DV atau HD camcorder lalu mesti beli lagi Letus35.