Full-Resolution Clip Dari “Reverie”, Sample Demo Video Canon 5D MkII

Akhirnya kita bisa men-download klip resolusi penuh materi master syuting dari Reverie, film pendek bikinan fotografer Vincent Laforet yang dijadikan Canon sebagai sample demo andalan kemampuan video Canon 5D MkII. Saya tadinya sudah semangat mau men-download tapi akhirnya nggak jadi, karena untuk bisa memutar file-file 1080p dengan bitrate yang lumayan tinggi ini akan butuh komputer yang ‘bertenaga’. Pakai laptop saya ini, memutar trailer HD 1080p aja udah brebetan.

Iklan

Seperti Nikon D90, Fitur Video di Canon 5D MkII Juga Kena Efek Rolling Shutter

Akhirnya ada juga yang menguji apakah video Canon 5D MkII benar-benar bisa bebas dari efek rolling shutter, gambar goyang seperti jello dan skewing. Coba aja lihat videonya di Vimeo, terlihat jelas bahwa yang namanya penggunaan CMOS untuk video akan mempunyai kelemahan dan kekurangan ini karena menggunakan rolling shutter. Video ini sengaja melakukan whip pan yang kencang untuk menguji. Kalau videonya Vincent Laforet bisa kelihatan sempurna begitu, itu karena dia memang sudah mengantisipasi kelemahan rolling shutter ini. Tapi katanya, efek-efek ini nggak separah seperti di Nikon D90. Yah, artinya, kalau nanti mau bikin film pendek pakai D90 atau 5DMkII, sama-sama jangan bikin whip-pan dan hindari handheld shots.

Udah Pada Lihat Klip Videonya Canon 5D MkII?

File-nya lumayan besar sekitar 89mb, dan kemaren nggak bisa ditarik pakai download manager pula. Akhirnya mesti nunggu beberapa jam dengan speed sekitar 5-7kbps. Capek dah. Tapi ya, benar-benar mengobati rasa penasaran. Untuk yang belum tahu apa yang dibicarakan, cek posting saya sebelum ini.

Menurut saya, klip itu memang cantik dan jadi showcase yang cukup memukau dan mengangkat nama 5D MkII di kalangan videografer. Dioperasikan oleh seorang Vincent Laforet yang ternyata lebih merupakan fotografer ketimbang sinematografer, hasilnya cantik sekali. Menurut beliau, hasil yang kita lihat diambil dari raw footage tanpa koreksi paska produksi, hanya sekedar editing. Tapi yang pasti, pembuatannya pun sangat profesional dengan peralatan yang lengkap. Bagi yang bingung kenapa footage kelihatan stabil, minim efek jello dan rolling shutter, jawabannya adalah penggunaan gyro stabilizer di kamera ini. Soal lighting, sudah jelas klip ini menggunakan lighting yang serius.

Buat saya sendiri, gambarnya sangat amat glossy. Khas HD1080p, masih terlihat walau yang kita tonton sudah diperkecil sampai 1/4 ukuran aslinya dan memakai kompresi H.264 kalau nggak salah. Mungkin karena pengaruh content, saya seperti melihat sebuah iklan yang serba glossy ketimbang tampilan yang film-ish seperti D90. Ibaratnya seperti demo reel HD yang suka dipakai untuk memperagakan LCD HD di mall-mall. Ada yang bilang ini karena 5D MkII merekam dengan 30p sementara D90 adalah 24p yang lebih seperti film. Tapi apa iya beda 6 frame per detik membuat yang satu lebih terlihat seperti film dan yang satu lagi lebih seperti video? Nggak tahu lah. Yang pastinya, video ini bagus, tapi nggak membuat ketertarikan saya pada Nikon D90 berkurang.

Lagipula, dengan harga $2699 body only, daripada melirik Canon 5D MkII ini mendingan menunggu pengumuman Scarlet dari Red yang katanya ada di kisaran $3000.

Film Pendek Pertama Besutan Canon 5D MkII!

Silakan lihat sendiri film pendek ini ke link ini. Film ini dibuat oleh Vincent Laforet, seorang fotografer pemenang Pullitzer, menggunakan kamera DSLR Canon 5D MkII pra-produksi. Untuk melihat dibalik layar proses pembuatannya, bisa arahkan browser ke blog pribadinya. Saya nggak akan bahas teknisnya, sudah ada di website-website tersebut. Pastinya, banyak yang membicarakannya. Banyak yang membahas kelebihan dan kekurangannya. Satu hal yang pasti, kamera DSLR sudah bisa digunakan untuk membuat video. Selamat datang di era baru!

Rancangan Kamera 3K Scarlet Akan Diubah Total!

Dalam pemberitahuan mendadak dari Jim Jannard di forum Scarlet User kemarin, semua dikejutkan oleh pernyataan bahwa Scarlet akan diubah total dan akan menjadi berbeda total dari apa yang selama ini kita dengar dan ketahui!

We have changed everything about Scarlet because the market has changed and we have discovered a lot of things in the process. We have a new vision.

Wipe you minds of the past announced Scarlet. Forget the design and forget the price. It is all different now. We think you will be surprised. Glad we didn’t take any deposits… 🙂

Jim”

Apa yang terjadi? Membaca pernyataan diatas bahwa pasar telah berubah, banyak yang menebak bahwa ini diantaranya karena kehadiran dua kamera DSLR yang sudah mempunyai kemampuan video HD dengan harga yang cukup menggebrak. Tapi, sebetulnya kehadiran Nikon D90 dan Canon 5DMkII sebagai sekedar kamera alternatif eksperimental ini jauh dari ancaman serius bagi Red dan Scarletnya. Ke dua DSLR ini masih sekedar coba-coba dan belum bisa dianggap kamera video yang serius, lah wong intinya mereka itu kamera still photo kok. Tapi, cukup menggembirakan juga kalau perombakan Scarlet ini berarti Red semakin kompetitif.

Waktu Red One keluar, gebrakannya luar biasa dan konon sampai-sampai cukup membuat Sony dan Panavision jadi dipaksa berpikir lagi akan pasar. Memang, dibanding lainnya Red One luarbiasa kompetitif, baik dari kemampuan maupun harga. Bisa dikatakan, harganya sangat miring! Tapi ya, semiring-miringnya Red One, tetap saja masih bukan benda ‘murah’. Setelah Red One, kamera Red berikutnya yang paling dinantikan adalah Scarlet yang memiliki resolusi 3K dan dikatakan harganya hanya sekitar $3000. Luar biasa murah! Sekarang, harus diakui kehadiran DSLR berkemampuan HD video macam Nikon D90 dan Canon 5DMkII yang harganya dibawah $3000 tentunya akan menarik sebagian pengimpi Scarlet untuk mencoba video lewat DSLR. Dua DSLR bervideo ini banyak batasan, tapi minimal sudah interchangeable lens. Red kelihatannya merespon dan tidak mau tinggal diam.

Salah satu dugaan bahwa Scarlet akan diubah menjadi interchangeable lens sudah dibantah oleh Janard. Minimal kita sudah tahu pasti, Scarlet tetap dengan fixed lens. Katanya, ini adalah karena pertimbangan ukuran sensor yang berbeda, tapi kita dihibur dengan pernyataan bahwa Scarlet akan dipersenjatai lensa paling gahar di kelasnya. Bagaimana kelanjutannya? Yang pasti sekarang sedang heboh di forum-forum. Dan kalau memang bisa punya Scarlet dengan harga sekitar $3 ribu, pastinya banyak yang mau. Asal sabar aja, karena secepat-cepatnya Scarlet baru akan bisa rilis pertengahan tahun 2009 dan sudah pasti ngantri lagi seperti Red One. Jannard mengatakan kali ini volume produksinya dinaikkan jadi tidak akan perlu menunggu lama seperti Red One. Semoga bener ya. Dan kalau saya sih, semoga murah.

Kembali ke Ngimpi’in Nikon D90 Untuk Bikin Film Pendek

Riset internet cemen saya mengenai kemungkinan membuat film pendek menggunakan kamera DSLR berlanjut, dan saya kembali fokus di Nikon D90. Seperti saya bilang, walaupun review bilang kemampuan video Canon 5D MkII lebih bagus tapi ya buat apa saya meriset sesuatu yang nggak akan mampu saya beli. US$2699 ESRP body only? Mending saya beli Canon XL2 lalu nabung beli Letus35 Extreme, sekalian bener-bener video camera walau SD dan belum HD nya teu nanaon.

Jadi untuk saat ini, nevermind Canon 5D MkII. Saya kembali ngimpi’in bikin film pendek pakai Nikon D90 yang lebih terjangkau. Itu pun gak tahu kapan ada uang ‘jajan’ segitu.