Review: Memakai Samsung Galaxy S5

Meneruskan kesuksesan seri pendahulunya, Samsung Galaxy S5 hadir dengan beberapa peningkatan yang besar namun juga halus. Setelah lebih dari 2 bulan memakai Android negeri ginseng ini sehari-hari, rasanya sudah cukup untuk bisa merangkum kesan dalam satu tulisan. Bukan bahasan teknis yang njlimet penuh istilah dan angka, saya di sini mau berbagi kesan praktis dari pengalaman memakai. Agak panjang memang, tapi kalau penasaran seperti apa rasanya menguji sang “Limitless”, mungkin tulisan ini bisa membantu menjawab rasa ingin tahu. Mari kita mulai.

image

Samsung Galaxy S5

Lebih Besar, Tetap Ringkas

Sudah tahu kan, kalau layar Samsung Galaxy S selalu semakin besar tiap tahunnya? Tahun lalu ukuran layar S4 lebih besar dari pendahulunya, S3, dan pastinya sekarang S4 dikalahkan oleh S5 yang semakin lebar. Malah, lebarnya hampir mendekati ukuran layar Galaxy Note pertama. Tapi bagusnya, ukuran bodi Galaxy S5 secara keseluruhan nggak terasa seperti raksasa, bahkan nggak jauh dari S4. Di genggaman masih lebih nyaman daripada seri Galaxy Note favorit saya. Yang terasa jelas adalah lebih berat, tapi ada bagusnya karena kali ini terasa lebih mantap dan nggak ada kesan kosong.

image

Lebih besar namun tetap ringkas.

Samsung masih saja doyan membalut pinggir Galaxy S dengan bezel plastik beraksen chrome, ini perlu dilindungi casing karena keringat tangan saya biasanya cepat menghancurkan lapisan tipe begini. Dan bicara tangan berkeringat, untunglah penutup punggung S5 bukan lagi plastik licin mengkilap, Samsung mengubahnya menjadi bahan kesat bertekstur perforasi yang mantap di genggaman, Kesimpulan, secara fisik, entah itu digenggam, dipakai dan dikantongi, Samsung Galaxy S5 menghadirkan perluasan ukuran layar yang memuaskan mata, tanpa memenuhi dan membebani kantong.

Kemudahan Memakai

Karena saya punya beberapa peranti Android dari Samsung, saya bisa membandingkan dan mengatakan, perubahan halus di antarmuka Samsung Galaxy S5 dibanding pendahulunya membuat banyak hal jadi lebih praktis. Hal-hal sederhana dan detil diubah sedikit namun memberi kemudahan jelas, contohnya, di menu Settings.

image

Menu setting baru Galaxy.

Jikalau terakhir kali menu Settings dibagi per kategori dalam halaman terpisah, sekarang ditampilkan sederhana dalam satu halaman dengan ikon-ikon yang jelas dan sederhana. Nggak lagi harus tahu Setting yang kita cari di kategori apa, kita bahkan diberikan satu fitur kecil bernama ‘Toolbox’, sebuah icon kecil semi transparan yang akan selalu ada di atas halaman atau app apapun yang kita buka.

image

Toolbox terbuka di kanan atas.

Toolbox memberi kita jalan pintas ke beberapa aplikasi yang paling penting buat kita, entah email, kalkulator atau kamera. Semua itu bisa diakses langsung tanpa harus kembali ke Home, praktis!

Perubahan yang sangat terasa dalam hal pemakaian adalah ke tiga tombol sentuh di bawah layar. Biasanya di kiri tombol Home pada Samsung Galaxy adalah tombol Menu. Ini sudah berubah. Tombol yang dulunya untuk Menu, sekarang digunakan jadi jalan cepat untuk memilih dan berpindah diantara aplikasi-aplikasi yang terbuka. Hal kecil yang terasa sekali membuat praktis! Kalau dulu untuk berpindah app mesti menekan Home agak lama, sekarang tinggal sekali sentuh.

image

Dulu tombol Menu, sekarang jadi Switch Windows

Saya tahu dulu banyak pengguna Galaxy yang nggak tahu bahwa berpindah window harus menekan Home agak lama, akhirnya untuk berganti app, mereka membuka ulang app dari menu. Dengan perubahan ini, memudahkan pemakai berganti jendela. Lalu ke mana tombol Menu? Jangan khawatir, jika aplikasi yang terbuka memang memiliki submenu, tombol menu akan tampil di layar pada sudut kanan atas.

image

Pengaturan menu drop-down.

Layar Galaxy S5 yang diklaim DisplayMate sebagai layar smartphone terbaik juga berperan dalam kemudahan memakai. Luas layar yang sedikit lebih besar daripada pendahulunya pun menambah kenyamanan terutama ketika sedang menggunakan keyboard layar sentuh. Menulis, mengetik, jadi lebih cepat karena keyboard jadi lebih lebar. Kepekaan layar sentuh bisa diatur hingga lebih dari biasanya, dan tingkat kecerahan bukan hanya lebih terang, namun juga bisa diatur lebih gelap dari biasanya. Lho, buat apa? Untuk yang sering membaca layar smartphone dalam kegelapan total, kadang di setting Brightness terendah pun cahayanya masih menusuk mata, sekarang, bisa lebih temaram dan lebih nyaman dari sebelumnya. Lagi-lagi, bukan teknologi luar biasa yang heboh, namun sederhana dan terasa langsung manfaatnya.

image

Baterai terbesar seri Galaxy S

Boros nggak baterenya? Pertanyaan penting yang paling susah dijawab secara akurat karena tiap orang punya pola pemakaian berbeda. Pastinya banyak tes yang ilmiah, tapi dari pengalaman memakai saja, dalam pemakaian berat, Samsung Galaxy S5 bisa bertahan setengah hari dan ini terasa wajar. Saya memakai dua akun email, tiga aplikasi media sosial, dua text messenger, majalah berita, peta, dan sering sekali memotret. Sync, WiFi, GPS, koneksi data bahkan NFC selalu dalam posisi menyala. Ia tidak seawet Galaxy Note 2, namun buat saya tidak juga boros.

Fitur: Pentingkan Manfaat Di Atas Gaya

Tadinya nggak merasa butuh amat, tapi fitur tahan air dan tahan debu ternyata terasa pengaruhnya. Singkatnya, membuat lebih pede membawa smartphone ini ke mana-mana. Jalan melintasi hujan deras nggak lagi khawatir, membawa ke kamar mandi pun tenang. Kedengarannya remeh, bukan pula teknologi baru, tapi nyata terasa membuat nyaman. Perlu digarisbawahi, water resistance di Galaxy S5 bukan berarti handset ini bisa dibawa nyebur berenang ya. Kalau bisa, ke depannya semua smartphone Samsung sudah standarnya begini.

Ultra Power Saving menyelamatkan saya kemarin waktu ke Taiwan. Saking sibuk memotret ratusan foto dengan S5 dari pagi sampai sore, jelang malam batere nyaris habis, sementara saya harus tetap bisa dihubungi. Sedang di luar negeri pula! Akhirnya jadi mencoba juga fitur pengirit daya baru di Galaxy S5, Ultra Power Saving mematikan semua fitur selain telepon dan SMS, juga membuat layar menjadi monokrom. Sisa daya yang tinggal 5% bisa bertahan hingga kembali ke hotel lewat tengah malam.  Ya, ini memang jelas lebih berguna daripada fitur-fitur ajaib tahun lalu. Apa lagi yang baru? Ah, iya, finger print scanner.

image

Finger print scanning.

Sampai saat ini, Galaxy S5 saya masih menggunakan finger print scan untuk membuka kunci layar. Apakah bekerja? Tiga sidik jari saya daftarkan di settings, dan akhirnya lebih sering memakai telunjuk kanan. Entah kenapa, mungkin karena tangan saya tipe yang berkeringat, kedua ibu jari sering gagal, sementara telunjuk selalu 100% berhasil. Cara sensor Samsung Galaxy S5 membaca sidik jari agak unik. Kita memulai dari bagian tengah bawah layar, lalu menyapu tombol Home. Sapuan di layar itu sepertinya sekedar mengaktifkan sensor untuk siap membaca sidik jari kita. Apakah praktis? Terus terang lebih praktis dengan pattern daripada sidik jari, tapi senang karena ada rasa keamanan ekstra. Kalaupun tergeletak, tidak sembarang orang bisa pakai, apalagi anak-anak.

image

Kids Mode

Bicara anak-anak, kemarin sempat juga mencoba fitur Kids Mode, yang membuat smartphone kita aman untuk jadi hiburan anak. Samsung merancang mode dan aplikasi khusus aktivitas dari bermain, belajar sampai menyanyi dan memotret dengan tampilan dan antarmuka yang sangat bersahabat untuk anak. Semua akses ke fungsi utama dikunci dengan kode.

image

Buat saya pribadi, ini nggak kepakai sama sekali. Tapi bisa dibayangkan untuk yang dikelilingi anak-anak kecil dan sering terpaksa harus meminjamkan handsetnya jadi mainan, Kids Mode jelas berguna. Tentunya, sebaiknya anak kecil di masa pertumbuhan jangan terlalu dibiasakan bermain peranti layar sentuh. Bukan kata saya lho, kata psikolog anak terkemuka. Bagaimanapun juga, bermain dengan kegiatan fisik lebih sehat.

image

Kesehatan adalah nomor satu (presiden nomor dua), dan kita lihat Samsung konsisten soal ini di S-Health nya. Tambahan pembaca detak jantung, Heart Rate Sensor di Galaxy S5 jadi salah satu andalan. Memakainya mudah, setelah setup S-health dan mengaktifkan widgetnya, untuk mengukur detak jantung cukup satu sentuhan di ikon hati pada widget. Lampu di samping flash menyala, letakkan jari menutupinya sekaligus lensa dan dalam sekejap Galaxy S5 akan menampilkan heart rate kita. Gampang saja.

image

Untuk yang suka berolah-raga, mungkin akan suka kemudahan mengukur detak jantung. Saya lebih suka makan, tapi mungkin perlu juga belajar membaca ukuran ini.

Kamera Yang Memuaskan!

Bahasan kamera Galaxy S5 patut mendapatkan seksi tersendiri karena pengembangannya jauh melebihi sekedar menaikkan resolusi ‘megapixel’. Sensor berteknologi baru, fokus dengan teknik ala DSLR, dan fitur Selective Focus bekerja dengan baik menghasilkan hasil yang membuat saya senang mengandalkan Galaxy S5 di perjalanan ke Computex Taipei kemarin.

image

Memakai duet Samsung Galaxy Note 3 dan Galaxy S5 sehari-hari untuk memotret, terasa sekali betapa meningkatnya kecepatan kamera S5 mengambil fokus. Bahkan dalam temaram, untuk obyek yang sama, jika autofocus kamera Note 3 masih ‘hunting’, S5 sudah mengunci fokus dalam sekejap. Perbedaannya terasa, dan terbukti konsisten dicoba dibandingkan berkali-kali. Jadi, ini bukan cuma sekedar klaim iklan yang abstrak, tapi pengembangan nyata. Untuk titik fokus yang kita pilih sendiri secara manual “tap to focus”, antara Galaxy Note 3 dan Galaxy S5 saya tidak merasakan perbedaan, kecepatan keduanya rasanya sih sama.

image

Dari balik jendela bus, memakai HDR.

HDR jadi sering dipakai terutama buat melawan backlight. Sudah real-time, nggak lagi harus menunggu proses sebelum tahu seperti apa hasilnya, yang terlihat, itu yang jadi. Satu catatan, tetap saja harus stabil dan usahakan jangan goyang.

image

Pasar malam Shihlin di Taipei

Foto-foto lowlight sedikit lebih bersih dibanding Galaxy Note 3 dan S4, sepertinya memang teknologi baru di sensornya membawa hasil nyata. Fokus dan HDR memang pengembangan signifikan, tapi yang menjadi bintang bagi saya pribadi pada kemampuan kamera Samsung Galaxy S5 adalah fitur “Selective Focus”.

Intinya, fitur Selective Focus bisa membuat portrait dengan latar belakang blur. Hal yang selalu diinginkan fotografer amatir di mana-mana, obyek terfokus dan latar belakang kabur. Samsung Galaxy S5 berusaha  meniru hasil jepretan kamera dengan lensa bukaan besar, di mana kedalaman ruang bisa dibuat cetek, dengan menggunakan software. Nggak perlu diedit diberi efek atau apapun lagi, jika dilakukan dengan benar sesuai petunjuk, hasil foto jarak dekat bisa bagaikan jepretan DSLR. Perkenalkan, ini ayah saya tercinta, perhatikan bagaimana latar belakang bisa blur seakan difoto dengan DSLR.

image

Latar belakang blur, tanpa editing & efek!

Foto ayah saya ini adalah salah satu contoh sempurna di mana fitur ini bekerja. Berikut ini adalah salah satu staf di booth Ford di Computex Taipei kemarin. Perhatikan blur halus latar belakangnya, lumayan bagus, bukan?

image

Very nice background blur.

Pertama kali mencoba Selective Focus, saya selalu gagal karena nggak memperhatikan caranya. Saya tahu ada beberapa pemakai Galaxy S5 yang mengatakan bahwa mereka selalu gagal memakai fitur ini. Bagaimana supaya berhasil? Ini tipsnya:

1. Subjek harus terang!

2. Jarak ke subyek sekitar 50cm, jarak ke benda terdekat di belakangnya sekitar 1,5m

3. Pilih sendiri titik fokus, disarankan di mata.

Begitu saja! Dua lagi contoh hasilnya.

image

Pinjam fotonya, mas Fadly.

image

Beda fokus depan dan latar, ciamik!

Dugaan saya, software kamera akan mengambil gambar dua kali dalam jarak fokus yang beda. Dari perbandingan ketajaman kemudian Galaxy S5 berusaha menyimpulkan sendiri mana yang subyek utama, mana latar belakang. Yang dianggap latar belakang kemudian diburamkan. Apakah sempurna? Tentu tidak, namanya simulasi software pasti ada kekurangan dibandingkan fisik. Sudah terlalu teknis ya? Maaf, berhubung hobi kamera jadi keasikan.

Pengalaman selama memakai mengajarkan bahwa mode Selective Focus lebih enak dipakai untuk foto close up. Memotret teman yang berhadapan di meja makan, misalnya, cukup ideal. Tapi sekali lagi, ingat 3 syarat di atas untuk hasilkan foto yang mengejutkan!

Adakah Yang Perlu Diperbaiki?

Tidak ada ciptaan manusia yang sempurna, dan dengan seabreg kelebihan pun Samsung Galaxy S5 tak luput dari ketidaksempurnaan. Galaxy S5 ternyata cepat jadi hangat. Walau bukan jadi panas sekali, ini biasanya tidak terjadi di semua smartphone Samsung Galaxy lain milik saya. Semoga ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

image

Satu lagi keluhan, adalah penutup port USB yang untuk membukanya harus dicongkel dengan ujung kuku. Dalam rangka perlindungan akan air dan debu, Samsung memutuskan memasang penutup di tempat yang sering kita akses ini, masuk akal, namun agak khawatir juga apakah akan awet? Sejauh ini, penutupnya masih tampak kuat, semoga bertahan seterusnya. Selebihnya, bagi saya saat ini belum ada kekurangan berarti yang perlu dicatat.

Menurut Saya

Kameranya saja sudah memberi alasan kuat untuk naksir pada smartphone Android andalan Samsung di tahun 2014 ini, apalagi digabung dengan berbagai fitur praktis yang baru. Semua kemampuan ‘ajaib’ Galaxy S4 yang dihebohkan tetap hadir, namun Samsung tampaknya mendewasa. Sepertinya akhirnya memahami bahwa kita lebih butuh kemudahan memakai dan manfaat praktis ketimbang teknologi yang mirip sulap dan belum tentu kita pakai.

image

Untuk ‘flagship device’ dengan spesifikasi tinggi dan harga yang tidak murah, Samsung Galaxy S5 menjadi pilihan yang layak dilirik lebih dari sekali. Apakah ini cocok untuk Anda? Tentunya tiap orang beda, tapi semoga dengan tulisan ini, sudah lebih dapat gambaran. Terima kasih, sudah mampir dan membaca ulasan panjang ini. Jika ada pertanyaan, monggo diisi di kolom Comments.

Iklan

Unpacked 5: 5 Fitur Baru Andalan Samsung Galaxy S5

Berbeda dengan tahun lalu, saat Samsung meluncurkan Galaxy S4, kelahiran penerusnya terkesan lebih kalem. Tidak lagi dengan pertunjukan super heboh yang glamor, Samsung Galaxy S5 diumumkan Mobile World Congress 2014 di Barcelona, 24 Februari kemarin. Event besar untuk produk dan brand mobile ini memang tempat yang cocok. Presentasi pun to the point, tanpa banyak bumbu, bagi saya ini seperti menunjukkan fokus dan pendewasaan di bagaimana Samsung merancang smartphone andalannya.

Mendengarkan permintaan konsumen, Samsung tidak lagi mengumbar spesifikasi dan angka. Konsumen tidak terlalu menginginkan fitur yang rumit, namun yang sederhana dan terpakai, ini dikemukakan dalam presentasi. Samsung merangkumnya menjadi 5 point utama di Galaxy S5.

Desain “Modern Glam”

image

Mendengarkan masukan konsumen, desain jadi salah satu fokus utama pengembangan Samsung Galaxy S5. Sementara secara keseluruhan masih meneruskan rancangan seri S, perbedaan paling terlihat di punggung S5 yang tampak memiliki tekstur berperforasi, atau terkesan seperti lubang-lubang kecil. Hadir dengan 4 warna, Samsung membahasakan desain Galaxy S5 sebagai modern glam.

Kamera Yang Lebih Mudah

image

Lebih cepat dan lebih mudah, inti pengembangan kamera di Samsung Galaxy S5.

Bukan sekedar menambah fitur, Samsung kali ini memudahkan konsumen di sisi kamera. Fitur ‘Shot & More’ misalnya, kita tidak usah bingung memilih moda pemotretan. Tinggal jepret, dan Galaxy S5 akan memberikan kita pilihan mode setelahnya. Tujuan utama Samsung di kamera Galaxy S5 adalah menghasilkan foto sebaik yang diinginkan dengan semudah mungkin. Karena itu, kemampuan autofocus pun didongkrak dengan yang namanya Phase Detection Autofocus. Ini biasanya dipakai di kamera DSLR, dan berkat ini, Samsung Galaxy S5 hanya butuh 0,3 detik untuk fokus.

image

Tak perlu lagi menunggu proses untuk melihat hasil HDR.

Kemampuan HDR pun sudah dilakukan realtime. Jika dulu kita harus menunggu proses sebelum melihat seperti apa hasil jepretan HDR, di Galaxy S5 sudah langsung ditampilkan saat mengambil gambar. Kemampuan HDR realtime ini pun katanya tersedia untuk perekaman video.

image

Obyek utama terfokus dan latar belakang blur, kemampuan yang dijanjikan di Galaxy S5.

Satu lagi fitur menarik adalah Selective Autofocus dimana Galaxy S5 memungkinkan kita memilih titik fokus saat memotret, kemudian membiarkan latar belakangnya blur. Efek bidang fokus dangkal yang dijanjikan mirip dengan DSLR. Seberapa bagus penerapannya? Kita tunggu uji pakai setelah peluncuran nanti. Dan terakhir, walau ukuran megapixel bukan patokan sebuah kamera, Samsung menaikkan besar sensor di Galaxy S5 ke 16 megapixel.

Konektivitas
Ketersambungan adalah tujuan kita menggunakan telepon seluler, dan ini salah satunya dibatasi oleh ketahanan batere. Untuk menjamin kemampuan komunikasi bahkan di saat batere menipis, Galaxy S5 menyediakan fitur Ultra Power Saving. Kapan pun diaktifkan, fitur ini akan mematikan semua kemampuan seluler kecuali telepon dan sms, sementara layar dijadikan hitam putih. Klaim Samsung, dengan sisa 10% batere, Ultra Power Saving bisa menyalakan Galaxy S5 untuk standby selama 24 jam!

image

Dapat diaktifkan kapan saja, Ultra Power Saving akan mengirit batere.

Bicara soal LTE, Samsung mengatakan bahwa Galaxy S5 dapat cocok dengan jaringan 4G manapun di dunia. Kita belum tahu, apakah nantinya Galaxy S5 untuk Indonesia juga sudah siap 4G, karena yang sudah-sudah, kita kebagian versi 3G. Karena memang sampai saat ini belum ada layanan telepon seluler 4G yang berjalan di Indonesia.

Lebih Terlindungi dan Aman

image

Tahan terhadap siraman air dan debu, Samsung Galaxy S5 mengusung standar IP67

Satu lagi yang baru di Samsung Galaxy S5, water & dust resistant IP67. Tahan terhadap percikan air dan debu, salah satu fitur yang dianggap Samsung akan menambah kenyamanan pemakai. Tidak lagi perlu takut akan guyuran hujan ataupun shower sesaat, namun, bukan berarti waterproof yang tahan dibawa menyelam atau dicelupkan dalam air. Tampaknya, port USB di Galaxy S5 diberikan penutup untuk mencegah air atau debu masuk.

image

Sensor sidik jari di Samsung Galaxy S5 bukan hanya untuk sekuriti.

Dari sisi keamanan, yang baru adalah pemindai sidik jari. Terletak diantara kaki layar dan tombol home, sidik jadi nantinya akan dapat digunakan untuk membuka kunci layar Galaxy S5. Lebih jauh, katanya kita bisa mengatur mode privacy, yang mana isinya hanya akan terlihat bagi kita setelah memindai sidik jari. Samsung juga tampaknya bekerja sama dengan Paypal untuk pembayaran online, dimana konfirmasi identitas kita dilakukan dengan sidik jari.

Terakhir, pengamanan dari si kecil. Terkesan lucu, namun fitur ini dapat berguna bagi orang tua. Dengan ‘Kids Mode’, Samsung Galaxy S5 hanya menampilkan aplikasi dan kendali yang aman untuk anak-anak. Apakah sudah dirancang aplikasi anak-anak juga? Kita lihat nanti.

Teman Berolahraga

image

Sensor pengukur detak jantung tepat di samping flash Samsung Galaxy S5.

Pertama di smartphone, Samsung Galaxy S5 menghadirkan pengukur detak jantung di punggung nya. Cukup dengan meletakkan jari pada Heart Rate Sensor di dekat flash kamera, Galaxy S5 akan segera mengukur detak jantung kita, dan juga mencatatnya. Ini kemudian menjadi bagian dari fitur S Health yang sudah hadir sejak Galaxy S4.

Samsung Gear Fit, fitness tracker & smartwatch yangmencuri perhatian.

Samsung Gear Fit, fitness tracker & smartwatch yangmencuri perhatian.

Sedang senang lari? Berolahraga tampaknya semakin jadi kegiatan yang disukai banyak orang, apalagi sejak hadirnya smartphone juga aplikasi yang dapat memonitor olah raga kita. Samsung Galaxy S5 akan semakin lengkap lagi dipandu dengan dua smartwatch baru dan fitness tracker nya, Gear Neo dan Gear Fit. Sementara Gear New adalah penerus Galaxy Gear, yang mencuri perhatian adalah Gear Fit yang bentuknya lebih cantik walau diutamakan untuk memonitor kebugaran. Kedua ‘jam tangan’ pintar ini sudah dilengkapi pengukur denyut nadi di punggungnya.

Menanti Peluncuran
Sampai dengan rilisnya nanti pada bulan April, baru ini saja yang bisa kita rangkum tentang Galaxy S5 dari event Samsung Unpacked 5. Akankah seri andalan Samsung ini sebaik yang dijanjikan? Kita lihat nanti. Banyak spekulasi dan prediksi yang muluk dipatahkan dalam pengumuman ini. Yang pasti, senang melihat bagaimana Samsung kini lebih terfokus akan fitur-fitur yang memang penting dan jelas terpakai secara nyata oleh konsumen.

Penasaran? Lihat video ‘first look’ dari Samsung Galaxy S5 dan Gear Fit ini, atau kunjungi microsite resminya.

Review: Samsung Galaxy S4 VS Samsung Galaxy Note 3, Pilih Mana?

Kalau ulasan teknis dan review mendalam, pasti udah banyak sekali. Tinggal ngeGoogle “Galaxy S4” dan “Galaxy Note 3”, berderet artikel tentang ke dua Android jagoan Samsung di tahun 2013 ini. Seperti biasa, karena yang teknis sudah bejibun, di sini saya mau bahas dan membandingkan keduanya tanpa kebanyakan angka, berdasarkan pengalaman pribadi memakai. Semoga bisa membantu yang sedang bingung memilih. Yuk ah.

Image

Samsung Galaxy S4 & Samsung Galaxy Note 3

 

Mana Yang Lebih Nyaman Dipakai?

Sepertinya memang sudah jadi tradisi, Samsung memberi penerus seri Galaxy nya layar yang lebih besar namun tidak membuat keseluruhan ukuran membengkak. Betul, ukuran layar Galaxy Note 3 lebih besar dari Galaxy Note 2, namun tubuhnya hanya sedikit lebih panjang, sementara profilnya semakin tipis dan bobotnya semakin ringan.

Perbandingan ukuran, Galaxy S4 di atas Galaxy Note 3.

Perbandingan ukuran, Galaxy S4 di atas Galaxy Note 3.

Berbeda dengan sebelumnya, Samsung memberikan rancangan penutup punggung yang cantik di Galaxy Note 3. Tetap berbahan dasar plastik, back cover Galaxy Note 3 dibuat bertekstur ala kulit bahkan lengkap dengan pola mirip jahitan di pinggirnya. Cantiknya desain adalah satu hal, namun nilai plus terbesar rancangan ini adalah, punggungnya tidak lagi licin di tangan seperti Galaxy lainnya.

Image

Desain punggung baru, cantik dan tidak lagi licin di pegangan.

Hal yang sama mengenai luas layar dan ukuran bodi, peningkatan ukuran layar Samsung Galaxy S4 dari S3 lebih besar dibandingkan Galaxy Note 2 ke Galaxy S3, namun dengan cermat Samsung berhasil mengemasnya dalam ukuran yang nyaris sama. Secara ukuran, Galaxy S4 bahkan lebih tipis dan ringan dibanding S3, sangat mengesankan dan nyaman di genggaman maupun dikantongi. Bezel plastik yang diberi aksen chrome mengelilingi tubuh S4 dengan tekstur yang tegas dan rancangan ini diwariskan ke Galaxy Note 3. Desain punggung Samsung Galaxy S4 tidak terlalu berbeda dengan pendahulunya, masih terbuat dari plastik namun diberi pola dan bukan polos. Sayangnya, seperti pendahulunya, ia mudah sekali menjadi licin ketika tangan berkeringat.

Image

Penutup punggung Galaxy S4 dengan motif baru, namun masih licin.

Pemenang: Seri

Ringkas dan ringan, Galaxy S4 bukan hanya nyaman digenggam dan dikantongi, ia juga mudah dipakai dengan satu tangan saja. Tentunya ini bukan pengetahuan baru. Luasnya layar seri Note memang dalam banyak hal menuntut pemakaian dua tangan dan bagi sebagian mungkin terlalu besar dikantongi, namun punggungnya yang tidak lagi licin adalah hal yang penting dalam hal kenyamanan. Dulu saya memenangkan Galaxy S3 di atas Note 2 dalam hal ini, namun untuk Galaxy S4 dan Note 3, keduanya bisa dibilang seri.

 

Layar Sudah Sama-sama Full HD, Mana Yang Lebih Cantik?

Luas tampilan yang semakin besar di Galaxy Note 3 untungnya juga dibarengi penambahan resolusi dibanding generasi sebelumnya.Peningkatan ketajaman tampilan HD di Galaxy Note 2 ke Full HD pada Galaxy Note 3 sangat amat terasa. Semua tampak jauh lebih detail dan sangat tajam. Melihat ini, rasanya memang sudah seharusnya ukuran layar sebesar ini mempunyai resolusi Full HD. Melihat lagi layar Galaxy Note 2 saya, jadi terasa kuno.

Image

Layar Galaxy Note 3 lebih besar dan lebih tajam daripada generasi sebelumnya.

Sementara itu, peningkatan ketajaman tampilan di Galaxy S4 dari S3 tetap terasa walau tidak sedramatis seri Note. Ini karena walau dulu S3 hanya mengusung resolusi HD, ukuran kecilnya membuat semuanya sudah tampak cukup rapat dan tajam. Melihat tampilan layar Galaxy S4 yang sudah Full HD dan sangat kinclong nggak akan serta merta membuat layar kakaknya menjadi sangat kalah.

Image

Resolusinya sama dengan Galaxy Note 3, namun karena lebih kecil, Galaxy S4 tampak lebih tajam.

Pemenang: Galaxy S4

Apa sih HD dan Full HD itu? Gini deh gampangnya. Kalau HD itu sisi pendek layar digambar dengan 720 titik, sementara Full HD itu 1080. Lebih banyak kan? Nah, baik Samsung Galaxy S4 maupun Note 3 sudah sama-sama Full HD, tapi layar Galaxy S4 jauh lebih kecil sehingga tampilan di layar tampak lebih tajam jika dibandingkan. Yah ibaratnya TV di rumah, yang 21 inci kelihatan lebih tajam daripada yang 32 inci, kan? Tinggal pilih, mau tajam gambar atau layar luas.

 

Sama-sama Pakai Prosesor 8 Core, Mana Yang Lebih Pintar?

Duh, bahasan satu ini sebetulnya cuma kedoyanan orang yang butuh tenaga lebih dari sekedar ngejalanin apps biasa. Entah yang suka sekali dengan game 3D atau memang terobsesi dengan kecepatan operasi. Smartphone Android andalan Samsung sampai saat ini adalah seri Galaxy S. Semua yang terbaik dan terbaru biasanya ditanamkan ke dalam Galaxy S tiap tahunnya, namun beberapa bulan kemudian keluarlah seri Note terbaru dengan spesifikasi teknis yang lebih baru dan lebih tinggi lagi.

Prosesor 8 Core andalan Samsung.

Prosesor 8 Core andalan Samsung.

Seperti yang sudah-sudah, hal yang sama juga berlaku pada prosesor Samsung Galaxy Note 3 yang lebih baru, cepat juga bertenaga dibandingkan Galaxy S4. Soal ‘jeroan’, soal ‘mesin’, Galaxy Note tiap tahunnya kebagian yang paling sangar. Tapi ya nggak heran, namanya juga rilis belakangan, dan lagi untuk segala fiturnya, seri Note memang sebaiknya punya tenaga lebih.

Pemenang: Galaxy Note 3

Sepertinya sudah hal yang pasti, dirilis belakangan dan mengusung fitur segudang, Samsung selalu membekali smartphone seri Note nya dengan jeroan yang paling baru dan bertenaga. Catatan penting, walaupun kalah secara teknis, dalam pemakaian sehari-hari untuk berbagai app standar, Galaxy S4 terasa sama cepat dan lincahnya dengan Galaxy Note 3.

 

Kamera, Siapa Yang Lebih Bagus?

Ya iya lah, sudah tentu hasil jepretan tergantung siapa yang motret, tapi yang dimaksud di sini adalah kemampuan kameranya. Dan ini penting! Dari sekian banyak peningkatan kemampuan smartphone tiap generasi, apa yang biasanya paling terasa dalam pemakaian? Kamera? Prosesor boleh makin cepat, tapi belum tentu terasa, kalau hasil jepretan kamera, jelas terlihat.

Selain modul kamera sama, mode foto pun hampir sama persis.

Selain modul kamera sama, mode foto pun hampir sama persis.

Memotret dan belakang picture in picture, fitur ini hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Memotret dan belakang picture in picture, fitur ini hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Galaxy Note 3 dan Galaxy S4 , mampu merekam video HD depan belakang secara split screen.

Galaxy Note 3 dan Galaxy S4 , mampu merekam video HD depan belakang secara split screen.

Sementara berbeda berbeda dalam banyak hal, Samsung memberi modul kamera yang sama pada Galaxy S4 maupun Note 3. Keduanya mengusung sensor 13 megapixel, jauh lebih tinggi daripada generasi sebelumnya yang 8 megapixel. Fitur kamera pun hampir sama dalam banyak hal, dari Auto sampai Picture in Picture bahkan split screen dimiliki keduanya. Rasanya hanya satu kelebihan pada Galaxy Note 3 yaitu Surround Shot yang belum ada di S4. Lucu sih, cuma ya nggak penting sama sekali.

Pilihan fitur video yang sama antara Galaxy Note 3 dan S4

Pilihan fitur video yang sama antara Galaxy Note 3 dan S4

Untuk video, baik S4 maupun Note 3 memberi pilihan yang lumayan lengkap. Kali ini sudah mampu merekam slow motion dengan lumayan mengesankan, dan baik kamera belakang maupun depan dapat merekam dengan resolusi Full HD. Memutar rekaman video di TV LCD jadi sangat mengesankan karena layar penuh dan gambar lebih tajam. Kecuali ya, kalau merekam videonya dengan posisi vertikal, jadi percuma.

Pilihan video slow motion di Samsung Galaxy Note 3.

Pilihan video slow motion di Samsung Galaxy Note 3.

Opsi video slow motion pada Galaxy S4, sama persis.

Opsi video slow motion pada Galaxy S4, sama persis.

Ada satu hal yang unik pada kemampuan kamera video Samsung Galaxy Note 3. Khusus di Galaxy Note 3 versi internasional yang berkemampuan 4G dan memakai prosesor Qualcomm Snapdragon, kameranya bisa merekam video dengan resolusi 4K! Apa lagi tuh 4K? Di atas tadi sudah dijelaskan soal Full HD, kan? Nah 4K ini ketajamannya 4 kali Full HD. Luar biasa.

Pemenang: Seri

Secara umum, kemampuan kamera Galaxy S4 sama dengan Galaxy Note 3. Memang, mode Surround Shot tidak dimiliki S4 namun rasanya nggak terlalu penting. Di lain pihak, beberapa reviewer luar negeri yang menguji kamera S4 dan Note 3 secara detail mengatakan kualitas jepretan S4 ternyata justru sedikit lebih bagus daripada Note 3, tapi saya sendiri belum merasakan.

 

Inovasi dan Fitur Baru, Mana Yang Unggul?

Coba kita ingat-ingat beberapa fitur baru yang diangkat Samsung ketika akan meluncurkan Galaxy S4.  Cukup dengan menggerakkan tangan di atas sensor tanpa menyentuh layar kita bisa mengintip notifikasi, menerima telepon, scroll halaman web dan bergerak antar foto. Fitur yang mungkin digemari orang yang suka makan Padang dengan tangan sambil melihat smartphone nya ini dinamai Air Gesture. Setelah hadir di S4, fitur bebas sentuh ini juga melengkapi Galaxy Note 3.

Air Gesture, kendali "tanpa sentuh" Galaxy S4 sama dengan Galaxy Note 3.

Air Gesture, kendali “tanpa sentuh” Galaxy S4 sama dengan Galaxy Note 3.

Jpeg

Air Gesture memungkinkan preview foto tanpa jari harus menyentuh layar.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Fitur Smart Screen yang sama hadir di keduanya.

Fitur Smart Screen yang sama hadir di keduanya.

Layar pun menjadi lebih pintar dengan beberapa fitur Smart Screen yang diperkenalkan di Galaxy S4.  Hanya dengan menggerakkan kepala ke bawah, halaman web bisa otomatis scroll ke bawah. Sementara ketika memasang video, pemutar akan secara otomatis pause ketika melihat kita sedang memalingkan pandangan dari layar. Ini semua tentunya di atas fitur generasi sebelumnya yang pastinya tetap hadir seperti Smart Stay dan Smart Rotate. Ini pun ditemukan di Galaxy Note 3.

Kelebihan Galaxy Note 3 adalah Air Command, yang memang khusus untuk pena digitalnya.

Kelebihan Galaxy Note 3 adalah Air Command, yang memang khusus untuk pena digitalnya.

Sudah pasti, Samsung Galaxy Note 3 memiliki kelebihan eksklusif di fitur terkait pena digital S-Pen nya. Dan berita baiknya, Samsung menyederhanakan banyak cara pakai S-Pen sehingga yang awam pun akan cepat mengerti tanpa harus belajar.

Sebelumnya di Galaxy Note 2 begitu banyak fitur S-Pen yang mubazir karena cara pakainya menuntut kita belajar dulu dari petunjuk. Dulu harus tahu hal seperti menekan tombol S-Pen sambil menahannya di layar, orang jadi sulit hafal. Sekarang tidak lagi, semua jadi gampang tanpa perlu hafal caranya.

Entah itu mau membuat catatan, menulis di atas tampilan layar, mengkrop gambar dengan S-Pen, kini jadi lebih mudah di Galaxy Note 3. Begitu cabut pena, langsung keluar menu Air Command dan tinggal pilih apa yang mau kita lakukan.

Begitu S-Pen dicabut, Galaxy Note 3 langsung tampilkan menu Air Command.

Begitu S-Pen dicabut, Galaxy Note 3 langsung tampilkan menu Air Command.

Mau menulis di atas apapun yang ditampilkan layar? Tinggal pilih.

Mau menulis di atas apapun yang ditampilkan layar? Tinggal pilih.

Multi window, yang bikin kita bisa buka dua app berbarengan di satu layar jelas ada di Galaxy S4 dan Galaxy Note 3. Sudah biasa lah itu, tapi Samsung memberikan satu lagi yang baru di Galaxy Note 3. Kita bisa membuka app dengan window seukuran yang kita mau, di mana saja, menggunakan S-Pen.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar Galaxy Note 3!

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar Galaxy Note 3!

Memang, ukuran besar Samsung Galaxy Note 3 bukan tanpa tujuan, yaitu menjadi buku tulis saku digital. Banyaknya fitur S-Pen dan pengembangannya termasuk mengesankan, namun yang lebih penting bukan soal banyaknya fitur, tapi kemudahan memakainya.

Kembali ke fitur yang sama-sama dimiliki oleh kedua jagoan Samsung ini, yang menyukai olahraga mungkin akan senang dengan fitness tracking app S-Health yang sudah dipasang dari pabrikan, sementara yang malas dan lebih suka nonton TV seperti saya akan dipuaskan dengan kemampuan WatchOn membuat handset menjadi remote control.

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga dengan S Health.

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga dengan S Health.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga. Hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga. Hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Percaya atau tidak, ini baru sekedar kulit dari bahasan fitur di Samsung Galaxy S4 dan Note 3. Terlalu banyak fitur untuk dibahas dalam satu ulasan, dan bahkan mungkin ada yang belum saya coba.

Pemenang: Galaxy Note 3

Bukan berarti Galaxy S4 kurang fitur, namun memang Galaxy seri Note akan selalu punya lebih banyak fitur karena dua hal. Pertama, Galaxy Note 3 memiliki S-Pen yang membawa beberapa kemampuan ekstra. Ke dua, secara urutan rilis tiap tahunnya pun Galaxy Note selalu belakangan setelah Galaxy S, jadi wajar kalau ada penambahan baru. Untuk pengguna yang rajin mencoba dan memaksimalkan smartphonenya, akan puas dengan Galaxy Note 3.

 

Stamina Batere, Siapa Yang Lebih Kuat?

Layar semakin besar, prosesor semakin bertenaga, fitur semakin banyak, pastinya juga menuntut lebih banyak daya. Mengantisipasi ini, kapasitas batere di Samsung Galaxy Note 3 sedikit lebih besar daripada Galaxy Note 2 yang reputasinya cukup tahan lama. Sementara kita bisa mencari hasil uji teknis yang ilmiah, saya bisa melaporkan bahwa batere di Samsung Galaxy Note 3 tidak mengecewakan. Pemakaian smartphone saya cukup berat, karena banyak memakai app untuk berbagai fungsi, dan sejauh ini setidaknya Galaxy Note 3 bisa bertahan dari pagi sampai sore. Sedikit lebih boros daripada Galaxy Note 2, namun sama-sama cukup charge sekali dalam sehari.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Antisipasi serupa juga dilakukan Samsung pada Galaxy S4 yang serba lebih dalam hal teknis dibanding kakaknya, Galaxy S3. Lagi-lagi bukan tes ilmiah dan sekedar berdasar pola pemakaian saya, batere Galaxy S4 lumayan kuat bertahan sampai siang-sore.  Secara umum, stamina batere Galaxy S 4 bukan termasuk yang sangat panjang namun pastinya bukan smartphone yang boros.

Pemenang: Galaxy Note 3

Sama juga seperti seri sebelumnya, stamina batere Samsung Galaxy Note 3 mengalahkan Galaxy S4. Mungkin satu keuntungan dari ukuran bongsor seri Note, bisa memuat batere yang lebih tinggi kapasitasnya daripada seri S. Pada akhirnya walau memang kalah dibandingkan Note 3, Samsung Galaxy S4 pun tidak termasuk smartphone yang boros batere.

 

Port USB, Ada Yang Beda?

Kedua smartphone ini dapat dicharge dengan colokan Micro USB, menggunakan charger dengan kapasitas 2MAh. Tapi ada satu hal baru diberikan Samsung di Galaxy Note 3, port nya sudah menggunakan USB 3.0!

Samsung Galaxy Note 3 di kanan sudah menggunakan port Micro USB 3.0

Samsung Galaxy Note 3 di kanan sudah menggunakan port Micro USB 3.0

Dengan sambungan USB 3.0, kita bisa melakukan transfer data jauh lebih depat, tentunya dengan peranti lain yang juga menggunakan USB 3.0. Memindahkan file, atau melakukan sync antara Galaxy Note 3 dengan komputer akan jadi lebih gesit. Dan walau sudah USB 3.0, kita tetap bisa menancapkan Micro USB 2.0 yang biasa di sisi kanannya.

 

Dan Pada Akhirnya

Sementara yang satu dirancang sebagai smartphone canggih yang ringkas dan kaya fitur, satu lagi dirancang untuk juga bisa menjadi buku catatan digital yang besarnya mendekati tablet. Di sini kita bandingkan murni karena mungkin aja ada yang sedang bingung milih di antara keduanya. Sebetulnya masih banyak lagi hal yang bisa jadi pertimbangan, namun kita rangkum dulu di sini. Jadi bagaimana dong kesimpulannya, siapa yang menang?

Samsung Galaxy S4

Samsung Galaxy S4

Samsung Galaxy S4 mungkin pilihan utama yang membutuhkan smartphone ringkas, canggih, kaya fitur dan nyaman dipakai dengan satu tangan. Nggak butuh layar besar, atau mungkin sudah punya tablet, rasanya akan cocok. Kameranya sama dengan Galaxy Note 3, bahkan ada reviewer yang bilang hasilnya lebih bagus. Stamina batere cukup baik, nggak akan terlalu merepotkan. Harganya yang lumayan jauh di bawah Galaxy Note 3 membuatnya patut dipertimbangkan.

Samsung Galaxy Note 3

Samsung Galaxy Note 3

Samsung Galaxy Note 3 adalah alat kerja yang luar biasa bermanfaat bagi para power user yang menginginkan smartphone nya bisa menjadi apa saja termasuk buku catatan digital. Mereka yang selalu mengandalkan pena dan kertas dalam mencatat apapun baik itu meeting atau hal lainnya akan sangat menghargai kemampuan Galaxy Note 3 yang semakin mudah dipakai. Ia memang besar, tapi dengan tujuan jelas dan stamina batere yang mengimbangi. Harganya termasuk tinggi, tapi masih bisa dimaklumi mengingat semua kemampuannya.

Samsung Galaxy S4 VS Galaxy Note 3.

Samsung Galaxy S4 VS Galaxy Note 3.

Pilih yang mana? Kembali ke kebutuhan dan juga anggaran kita masing-masing. Smartphone kelas high end seperti ini tidaklah murah, jadi cermatlah sebelum membeli. Jangan sampai mubazir, pilih hanya yang benar-benar akan kita pakai semua fungsinya secara maksimal.

JalanRaya: Menjelajahi New York Bersama Lenovo K900

Saya termasuk orang yang sangat jarang berperjalanan jauh. Bukan tipe traveller, saya lebih suka membelanjakan uang untuk membeli ‘mainan’ ketimbang berpesiar ke luar kota, apalagi ke luar negeri. Walau begitu, ketika pekerjaan membawa saya bepergian, saya akan habis-habisan mendokumentasikan perjalanan itu. Setidaknya itu istilah yang lebih keren daripada “rajin foto-foto termasuk motret diri sendiri” tanpa gengsi. Mumpung, soalnya jarang. Pada bulan September 2013, muncul kesempatan untuk mengunjungi satu dari dua saja tempat di bumi ini yang saya ingin kunjungi, New York. Level pentingnya foto-foto: maksimal.

Nggak mau nanggung, saya berangkat dengan satu kamera DSLR Canon dan satu mirrorless Panasonic pinjaman teman. DSLR lebih untuk merekam video cantik, sementara bela-belain pinjam mirrorless kecil karena sadar bahwa nggak akan tiap saat mau megang kamera besar. Tapi, bagaimanapun juga keduanya masih besar dan tetap menjadi kamera kedua dibanding smartphone. Blackberry Torch duduk di bangku cadangan, sementara andalan kerja Samsung Galaxy Note 2 akan berduet dengan satu mainan baru, yang sama bongsornya, Lenovo K900.

Image

Stainless steel back cover, Lenovo K900.

Bagi yang belum kenal, K900 adalah salah satu smartphone Android yang menjadi andalan Lenovo di 2013. Layarnya sama besarnya dengan Samsung Galaxy Note 2 namun memiliki resolusi Full HD lebih tinggi. Tubuhnya lebih panjang namun sangat tipis, sementara desain persegi yang nyaris tanpa lekukan membuatnya tampak ‘serius’. Seperti smartphone high end lainnya, Lenovo memberi K900 layar tahan gores Gorilla Glass 2 sementara polikarbonat membalut bodi bongsornya, dan logam stainless steel menutup punggungnya. Secara spesifikasi, Lenovo K900 yang memakai otak buatan Intel tidaklah mengecewakan, apalagi dengan harga yang sangat bersaing. Kembali ke kamera, jeroannya adalah sensor 13 megapixel Sony yang dipakai banyak smartphone papan atas 2013, dan lensa paling terang dengan bukaan f/1.8.

Image

Desain yang konservatif, berkesan serius.

Sebelum berangkat, semua app penting sudah duluan diinstall di K900. Walau kartu prabayar yang dipakai menjanjikan akses roaming internet dengan tarif flat per hari di Amerika, mendingan sudah siap dari Jakarta. Peta dan navigasi yang tidak membutuhkan koneksi internet jadi andalan, sementara fungsi media sosial dibatasi hanya ketika koneksi bagus atau sedang ada wifi. Semua dijalankan dengan baik tanpa hambatan berarti oleh K900, sayangnya koneksi roaming internet murah meriah yang dijanjikan operator tidak semanis yang digambarkan. Yah, namanya juga roaming paket murmer. Untungnya, kamera dari flagship handset Lenovo ini tidak mengecewakan.

Image

Menyapa New York dengan HDR Mode di Lenovo K900

Tiba di New York setelah sebelumnya menghadiri konvensi di San Diego, kamera tidak pernah berhenti memotret. Dua hal yang menjadi favorit saya dari Lenovo K900, moda HDR dan kamera depannya. Walau cahaya tidak ideal, moda HDR merekam dengan baik keramaian dan lampu-lampu yang benar-benar meriah di Times Square. Warna-warna muncul cantik dan detail relatif didapat. Sementara kamera depan mempunyai lensa yang lebih lebar sehingga ketika merekam diri sendiri kita bisa mendapatkan lebih banyak pemandangan, bukan hanya kepala dan pundak sendiri. Singkatnya, selama di New York, K900 menjadi salah satu andalan utama.

Image

Menatap langit New York, dengan HDR mode Lenovo K900.

Image

Menangkap energi Times Square, New York. Lenovo K900 HDR mode.

Makan cupcake Magnolia di depan Radio City Music Hall, NY.

Makan cupcake Magnolia di depan Radio City Music Hall, NY.

Menantang matahri di Avenue of The Americas, NY. Lenovo K900 HDR mode.

Menantang matahari di Avenue of The Americas, NY. Lenovo K900 HDR mode.

Bangku taman di Bryant Park.

Bangku taman di Bryant Park.

Gedung MetLife menjulang di belakang Grand Central station.

Gedung MetLife menjulang di belakang Grand Central station.

Salah satu obyek foto wajib di NY. All you need, is love.

Salah satu obyek foto wajib di NY. All you need, is love.

Terang benderang di Times Square. Lenovo K900 HDR mode.

Terang benderang di Times Square. Lenovo K900 HDR mode.

Hanya tiga hari dua malam waktu yang saya miliki di New York, dan juga menjadi perkenalan pertama dengan Lenovo K900. Jumlah foto yang dijepretnya mencapai ratusan, menjadi kenangan abadi dalam bentuk digital. Memakai smartphone ini cukup menyenangkan, layar yang besar dan tajamnya cukup terang untuk digunakan di siang hari sementara performa relatif lincah. Bentuknya memang cukup menarik perhatian, apalagi punggungnya yang terbuat dari stainless steel. Di sisi lain, ergonomi memang dikorbankan oleh desain perseginya, sementara dan logam di belakangnya sepertinya membuat K900 cepat panas. Dengan stamina baterenya Lenovo K900 sepertinya lebih cocok untuk pengguna yang tidak terlalu intensif menggunakan aplikasi berat dan online sepanjang hari. Bagi yang ingin mencoba smartphone Android berlayar besar dengan spesifikasi mumpuni tanpa harus keluar banyak uang, Lenovo memberikan pilihan yang layak dilirik di K900.

Berkenalan dengan Samsung Galaxy Note 3

Image

Brand New Samsung Galaxy Note 3 Unboxed

Setahun memakai Samsung Galaxy Note 2 membuat saya menjadi penggemar seri ini. Besar dan bongsor bagi kebanyakan orang, bagi saya sekarang malah sebaliknya. Sekarang jadi sulit untuk menyukai smartphone dengan layar di bawah ukurannya, mata sudah termanjakan layar luas dan lagi, kemampuannya menjadi buku tulis digital. Sebelum masuk ke ulasan pengalaman menggunakan, di sini kita berkenalan dulu dengan jawara Samsung yang memiliki spesifikasi teknis tertinggi tahun ini. Namun seperti biasa, di sini, kita nggak akan bahas angka dan berbagai istilah teknis yang asing. Buat yang mencari spesifikasi teknis, link ada di akhir tulisan.

Lebih Besar adalah Lebih Kecil

Image

Samsung Galaxy Note 3 VS Galaxy Note 2

Sepertinya ini menjadi pola bagi Samsung, layar semakin besar namun bodi semakin ramping juga ringan. Sekilas mungkin tidak terlihat, tapi layar Samsung Galaxy Note 3 lebih besar daripada Galaxy Note 2, tanpa membuat tubuhnya lebih besar ataupun berat. Kalaupun ia lebih panjang sedikit, ketipisan dan keringanan mengimbanginya dengan baik.

Image

Layar Super AMOLED 5,7 inci dengan resolusi Full HD 1080p.

Apalah layar yang lebih besar jika tak diiringi tampilan yang lebih baik? Tak hanya lebih besar daripada pendahulunya, layar Samsung Galaxy Note 3 memiliki resolusi Full HD. Rasanya, kerapatan resolusi ini sudah lebih dari cukup untuk sebuah smartphone.

Lebih Mewah dengan Desain Baru

Siluet muka Galaxy Note 3 lebih mirip seri pertamanya ketimbang Galaxy Note 2. Lebih ‘kotak’, namun tetap berlekuk sehingga nyaman di genggaman. Bezel plastik yang dilapisi cat berkesan chrome dengan garis-garis tipis mengelilingi sisinya, rancangan yang senada dengan Galaxy S4. Walau cantik, saya memilih melindungi bezel ini dengan soft jacket karena keringat tangan saya selalu mengikis cat.

Image

Samsung Galaxy Note 3 lebih persegi namun tetap berlekuk.

Image

Bezel plastik bernuansa chrome mengelilingi tubuh Samsung Galaxy Note 3

Memang, mayoritas pemilik akan memakaikan casing pelindung pada smartphonenya. Plastik, logam ataupun kaca, terbuat dari apapun bodi si hape, hal yang pertama kita lakukan setelah membeli adalah mencari jaket pelindung. Samsung Galaxy Note 3 tetap menggunakan bahan baku plastik, namun kali ini desain punggungnya begitu menarik hingga untuk pertama kalinya saya merasa berat hati untuk membungkusnya dengan jaket silikon.

Image

Rancangan punggung Galaxy Note 3 memang cantik.

Penutup punggung terbuat dari plastik dan diberi tekstur ala kulit, lengkap dengan jahitan di tepiannya. Tampilannya begitu real, tak sedikit yang mengira ini kulit sintetis. Rasanya, ini rancangan punggung Samsung Galaxy yang paling elegan sejauh ini.  Di luar penampilan menawannya, ada satu hal penting: ia tidak lagi licin di tangan seperti seri sebelumnya. Sebagian malah memilih tidak memakaikan jaket karena sudah nyaman dengan rancangan baru ini.

Pena Digital Yang Jauh Lebih Mudah

Samsung selalu melengkapi smartphone seri Galaxy Note nya dengan stylus S-Pen untuk menulis catatan, menggambar di atas foto, mencorat-coret di atas peta, menyalin gambar apapun yang ada di layar untuk ditempelkan. Namun cara seperti “tekan tombol S-Pen sambil menekan layar” atau “tarik garis lurus ke atas sambil menekan tombol S-Pen untuk mengeluarkan Quick Command” pada generasi sebelumnya sepertinya sulit diingat pengguna kasual. Menyadari, Samsung menyederhanakan semuanya di Galaxy Note 3.

Image

Tekan tombol S-Pen dekat layar untuk mengeluarkan menu Air Command.

Apapun yang mau dilakukan dengan S-Pen, cukup dengan memegangnya di atas layar dan menekan tombol untuk memilih menu. Air Command, nama yang diberikan Samsung untuk fitur ini, karena S-Pen tak perlu menyentuh layar. Jauh lebih mudah, siapapun akan ingat. Menulis di layar, memotong gambar, membuat catatan, semua hanya dipilih dengan satu klik. Sederhana!

Image

Mau menulis di atas layar? Tinggal pilih dari menu Air Command.

Penyederhanaan pena digital S-Pen di Galaxy Note 3 bukan hanya di pemakaiannya, namun juga bentuknya secara fisik. Sebelumnya, S-Pen harus dimasukkan dengan satu posisi yang benar, namun dengan bentuk yang sekarang pemakai bisa dengan cepat menyarungkan stylusnya dengan dua arah.

Jpeg

Galaxy Note 3 VS Galaxy Note 2: Punggung dan stylus S-Pen.

Jpeg

S-Pen milik Galaxy Note 3 tidak hanya bisa dimasukkan satu arah seperti pendahulunya.

Beberapa fitur lama digantikan di Galaxy Note 3, seperti pop-up browser yang bisa menampilkan jendela browser di mana saja sekarang menjadi fitur khusus S-Pen. Misalkan kita ingin membuat satu window kecil yang menampilkan app YouTube di atas app apapun, kita tinggal menggambar ukuran jendelanya.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar!

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar!

Fitur khas Multi Window masih tetap ada, lalu untuk apa yang satu ini? Bagi yang suka memakai Galaxy Note untuk mencatat, ini cukup berguna ketika perlu membuka sesuatu sambil menggunakan S-Note tanpa harus memaksa kita membuka multi-window yang ukurannya dibatasi.

Gunakan Jari, Tanpa Menyentuh!

Ingat bagaimana di Galaxy Note 2 kita bisa menggunakan stylusnya untuk melakukan preview foto dan video tanpa harus menyentuh? Dulu rasanya sudah kagum sekali dengan fitur yang diberi nama Air View ini, tapi Galaxy Note 3 membawanya selangkah lebih maju. Tidak perlu pakai S-Pen, cukup dengan jari yang tidak menyentuh layar, kita bisa melakukan beberapa hal.

Jpeg

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar, untuk preview foto.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Mengintip isi folder foto, membuka preview foto di galeri, cukup dengan jari yang tak perlu menyentuh layar. Lebih dari itu, pada browser, jari mengambang di atas layar akan memperbesar bagian yang ditunjuk. Sekali lagi, hanya dengan jari, tanpa perlu menyentuh layar.

Kendalikan Perangkat Audiovisual, Tanpa Banyak Remote

Seperti halnya Galaxy S4 dan Galaxy Note 8, Samsung melengkapi Galaxy Note 3 dengan blaster infra merah yang bisa menjadi remote control berbagai perangkat audio visual. TV, DVD, home theater dan sound system dari berbagai merek dapat dikendalikan lewat aplikasi WatchOn.

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Terutama bagi yang memiliki TV berlangganan, aplikasi ini juga dapat mengendalikan set top box atau decoder TV berbayar. Belum cukup? Semua jadwal acara bahkan bisa diakses di smartphone.

Semua Fitur Kamera Terbaru

Diantara semua fitur smartphone, salah satu yang terpenting adalah kamera. Dari model ke model, produsen selalu berusaha meningkatkan kemampuan kameranya. Lebih dari sekedar meningkatkan jumlah pixel, fitur dan moda yang disediakan turut menjadi daya tarik utama dan Samsung Galaxy Note 3 tidak mengecewakan.

Samsung Galaxy Note 3 hadir dengan fitur kamera lengkap.

Samsung Galaxy Note 3 hadir dengan fitur kamera lengkap.

Dengan spesifikasi dan modul kamera 13 megapixel persis Galaxy S4 yang digunakan di banyak smartphone Android high-end tahun ini, semua fitur utama dihadirkan di Galaxy Note 3. Antarmuka pemilihan menu mengikuti gaya Galaxy Camera. Berbagai pilihan moda, efek, sampai kemampuan animasi siap dipakai. Tapi bagi saya ada dua yang menarik, pertama adalah kemampuan memakai sekaligus 2 kamera depan dan belakang.

Yang memotret bisa ikutan masuk foto dalam frame kecil.

Yang memotret bisa ikutan masuk foto dalam frame kecil.

Sementara kamera punggung menjadi gambar utama, sang pemotret bisa ikut tampil dalam gambar, dengan berbagai pilihan frame unik bahkan membagi layar menjadi dua. Lebih seru lagi, splitscreen ini bukan hanya untuk foto namun juga bisa di video. Untuk apa? Bisa jadi merekam vlog perjalanan, adalah salah satu fungsi yang langsung terbayang.

Merekam depan & belakang split screen baik foto maupun video.

Merekam depan & belakang split screen baik foto maupun video.

Lebih lanjut di video, Galaxy Note 3 dapat merekam dengan lebih banyak moda kecepatan. Smooth Motion merekam kecepatan normal dengan lebih halus, sementara Slow Motion bisa merekam dengan 1/2, 1/4 bahkan 1/8 kecepatan. Berfungsi optimal di luar ruangan yang terang, menarik sekali untuk merekam momen olahraga.

Bisa merekam video slow motion dengan banyak pilihan!

Bisa merekam video slow motion dengan banyak pilihan!

Kebugaran, Temperatur dan Kelembaban

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

Mengikuti tren dan minat pengguna smartphone dalam merekam kegiatan olahraga, tahun ini Samsung memperkenalkan fitur S Health yang pertama hadir di Galaxy S4. Seperti semua fitur seri S lainnya, kemampuan ini pun dimiliki di Galaxy Note 3. Selain merekam jarak, langkah, kalori dan semua yang biasa dicatat oleh aplikasi kebugaran, Galaxy Note 3 memiliki kemampuan mengukur temperatur dan kelembaban ruangan yang membantu menilai faktor kenyamanan berolahraga dalam ruangan.

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga.

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga.

Saya sendiri belum tahu apa pentingnya mengukur suhu dan kelembaban ruangan untuk berolah raga, tapi yang menjadi perhatian utama di sini adalah bahwa seperti halnya Galaxy S4, Samsung Galaxy Note 3 mempunyai setidaknya 2 sensor baru. Satu untuk mengukur temperatur, dan satu lagi mengukur kelembaban, dan pastinya nanti ini akan dapat dimanfaatkan oleh aplikasi-aplikasi lain.

Pertama Dengan Micro USB 3.0

Samsung Galaxy Note 3 adalah smartphone pertama yang memakai port Micro USB 3.0. Ini satu fitur yang akan membantu terutama dalam transfer data dan sync ke komputer. Hampir semua komputer baru tahun 2013 menyediakan port USB 3.0 ini, dan dengan Galaxy Note 3 kita bisa memanfaatkan penuh kemampuannya.

Port Micro USB 3.0 untuk data dan charge, tetap bisa Micro USB 2.0

Port Micro USB 3.0 untuk data dan charge, tetap bisa Micro USB 2.0

Walau sudah memakai port Micro USB 3.0, kita tetap dapat memakai kabel Micro USB 2.0 yang lama untuk transfer data maupun charging di Galaxy Note 3. Tinggal tancapkan di sisi kanan port, dan USB pun terhubung. Praktis dan fleksibel!

Batere Yang Lebih Besar

Galaxy Note 3 adalah smartphone Samsung yang serba ‘paling’ dalam banyak hal. Dari layar besar yang HD, prosesor cepat dengan 8 inti, dan berbagai sensor yang ada di dalamnya sudah pasti akan makan tenaga. Mengantisipasi ini, Samsung melengkapinya dengan batere yang lebih besar daripada sebelumnya sehingga walaupun kemampuannya akan lebih butuh daya, staminanya masih sama dengan Galaxy Note 2 yang dikenal cukup awet.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Masih Banyak Lagi

Kira-kira ini dulu perkenalan kita dengan Samsung Galaxy Note 3, yang baru dipakai sekitar semingguan. Jangan salah, yang dibahas di atas baru sepersekian dari seabreg kemampuannya. Soal banyaknya fitur, rasanya sulit menemukan smartphone yang bisa menyaingi seri Galaxy Note dari Samsung. Satu yang sudah bisa disimpulkan, ini adalah sebuah peningkatan yang signifikan dari seri sebelumnya, penggemar Galaxy Note rasanya akan dipuaskan.

Untuk yang mencari spesifikasi teknis Samsung Galaxy Note 3, bisa cek link ini.

Ketika Buku Tulis Bisa NgeGoogle: Samsung Galaxy Note 8

Meeting! Semua duduk, dan di hadapan masing-masing terhampar lah dokumen, atau laptop, atau sekarang, tablet. Dengan cover terlipat jadi stand, agak miring menghadap si pemakai, sudah terbuka email, Google, atau apalah yang berhubungan dengan kerjaan. Rapat dimulai, proyektor dinyalakan, pemimpin rapat pun menunjukkan foto mesumnya. Oh bukan. Presentasi PowerPoint nya. Sebagian mulai mencatat-catat catat. Pakai bolpen, di buku catatan.

Tetap pena dan kertas. Bukan di tablet.

Memang, semua tablet sekarang bisa buat nulis-nulis. Install app, beli stylus bisa. Tapi bahkan tablet yang terpopuler pun belum benar-benar dirancang untuk itu. Stylus rata-rata ujungnya karet tumpul, lebar, nggak murah pula. Kalau mau yang ujungnya seperti bolpen, lebih mahal lagi. Mayoritas memang nggak 100% terancang dari awal untuk memakai stylus yang sudah dianggap kuno, tapi Samsung dengan seri Galaxy Note nya justru sejak awal dikonsepkan untuk jadi buku catatan ‘Note’ pintar.

Samsung Galaxy Note 8

Samsung Galaxy Note 8

Sudah sebulanan lebih saya pakai Samsung Galaxy Note 8 baik untuk mencatat di meeting atau corat-coret cari ide. Awalnya sekedar ingin tablet baru dengan ukuran sedang, nggak ada ekspektasi khusus. Secara fitur pun Galaxy Note 8 kurang lebih sama dengan Galaxy Note 2 yang saya pakai sejak akhir tahun lalu, jadi sudah familiar dan nggak ada yang terlalu mengejutkan. Ternyata yang mengagetkan adalah bagaimana Galaxy Note 8 bisa mulai mengalihkan saya dari bolpen dan buku tulis. Sekarang saya mau cerita sedikit, kesan-kesan akan si Note 8. Seperti biasa, nggak pakai angka. Kalau cari spesifikasi teknis, banyak di internet.

Tablet Yang Manis

Desain bentuk Samsung Galaxy Note 8 ini bukan tipe maskulin, cenderung manis, mungkin bahkan agak feminin. Kecuali bentuk persegi layar, nggak ada garis lurus tegas di bodi-nya. Bisa dibilang, bentuk Galaxy Note 8 ini seperti versi besar dari rancangan Samsung Galaxy S3. Walau tampilan fisik Samsung Galaxy Note 8 ini bukan selera saya, tapi saya pikir coba aja dulu. Soalnya, saya yang dulunya benci dengan rancangan Galaxy S3 pun akhirnya jatuh cinta karena ternyata lekukan halusnya ternyata membuatnya nyaman.

Warna putih membalut muka dan belakang tablet ini, sementara bezel tipis dengan warna perak mengelilingi dan memberi aksen yang elegan dan pas. Kabarnya akan ada Samsung Galaxy Note 8 dengan warna coklat tua, tapi entah akan masuk sini atau nggak.

Bentuk rancangan Samsung Galaxy Note 8 cenderung manis.

Bentuk ‘manis’ dan ukuran yang lebih ‘pas’.

Ukuran adalah poin penting yang menentukan betapa efektifnya Samsung Galaxy Note 8. Dengan layar 8 inci, Galaxy Note 8 cukup besar sebagai ‘buku tulis’ dan cukup ringkas sebagai tablet. Setelah memakai Galaxy Note 8 ini, pendahulunya yaitu Galaxy Note 2 menjadi terasa terlalu kecil untuk menulis, sementara Galaxy Note 10.1 terkesan terlalu besar untuk dibawa-bawa. Nggak ada ungkapan lain soal ukuran Galaxy Note 8 selain “Pas banget!”.

Tampak belakang Samsung Galaxy Note 8

Tampak belakang Samsung Galaxy Note 8

Bodi dari plastik tebal sepertinya membantu membuat bobot Samsung Galaxy Note 8  ringan dan tidak memberatkan dibawa-bawa.  Selain ringan, dari pengalaman pribadi, plastik yang sering dituding ringkih ternyata bisa lebih tahan benturan dibanding aluminium yang justru lebih mudah penyok. Satu hal aja yang saya kurang suka dari bahannya adalah ia terlalu mulus licin tanpa tekstur, sementara tangan saya cepat berkeringat, jadi yang terpikir pertama kali begitu memegang Galaxy Note 8 adalah “Mesti dipakein jaket, nih.”.

Kelengkapan Samsung Galaxy Note 8

Kelengkapan Samsung Galaxy Note 8

Dalam paketnya, Samsung membekali Galaxy Note dengan semua kelengkapan standar yang sudah masuk ekspektasi kita seperti charger dan headphone yang juga adalah handsfree untuk fungsi telepon. Nggak ada yang terlalu istimewa di sini.

Fitur Khas Seri Galaxy Note, Dengan Pengalaman Baru.

Lebih dari smartphone atau tablet Android standar, Samsung merancang seri Galaxy Note untuk menjadi pena dan kertas digital yang pintar secara utuh. Semua perangkat pendukung sudah disiapkan Samsung. Stylusnya yang bisa membedakan tekanan dan juga mempunyai fungsi tanpa menyentuh layar. Aplikasi notepad aktif begitu kita mencabut S-Pen dari dudukannya, dan Quick Command yang membuat pengalaman bekerja dengan stylus tidak terputus ketika harus melakukan search. Ini baru sebagian kecil fitur khasnya.

Canggih memang, tapi sebetulnya semua ini bukan hal baru bagi seri Galaxy Note. Seperti pada seri sebelumnya, fiturnya terlalu banyak untuk diulas satu demi satu. Untuk Galaxy Note 8 saya cuma pengen ceritain yang terasa paling efektif dan menyenangkan dipakai. Walau bukan baru. Yang baru pada Galaxy Note 8, adalah sensasi dan pengalaman dalam menggunakannya.

S-Pen Galaxy Note 2 (hitam) dibanding S-Pen Galaxy Note 8 (putih)

S-Pen Galaxy Note 2 (hitam) dibanding S-Pen Galaxy Note 8 (putih)

Cabut stylus S-Pen dari dudukannya di sisi kanan bawah, dan Samsung Galaxy Note 8 langsung menampilkan aplikasi S-Note nya di layar. Nggak pakai masuk menu dan milih-milih app, dia sudah siap. Entah dalam meeting atau mendadak kita harus mencatat sesuatu, cabut saja S-Pen lalu tulis. Berbeda dengan generasi pendahulunya, kali ini ukurannya yang pas membuat pengalaman menulis jadi jauh jauh jauh lebih nyaman. Nggak jauh beda dengan notepad atau ‘notes’ yang biasa kita pakai untuk mencatat ini-itu, menyenangkan sekali.

Stylus Maximus

Bayangkan, buku tulis yang pintar dan bisa ngeGoogle. Ini kesan yang saya dapat dengan Galaxy Note 8. Tanpa harus meninggalkan stylus S-Pen, ketika search Google, kita cukup menggunakan fitur Quick Command.

Katakanlah, kita mau search tentang Jakarta.

Tarik garis lurus dari bawah layar ke atas, sambil menekan tombol di S-Pen dan kita akan disuguhkan layar khusus lalu cukup tuliskan dengan, “? Jakarta”, maka Google Search results untuk Jakarta pun muncul.

Nggak perlu berganti app, nggak perlu meletakkan S-Pen untuk mengetik search, dari kita sedang mencatat-catat tanpa terputus kita bisa melakukan banyak hal lain dengan S-Pen lewat Quick Command.

Sudah dapat hasil Google tentang Jakarta, lalu kita lihat ada gambar yang ingin kita kliping dan tempelkan ke catatan yang kita buat tadi? Gampang, kita cukup membuka gambar yang mau dikliping lalu sambil menekan tombol di S-Pen, tarik garis mengelilingi gambar tersebut. Begitu gambar terkelilingi garis, Galaxy Note 8 otomatis mengcopy bagian kliping kita dan menempelkannya pada catatan kita di aplikasi S-Note. Semua terancang begitu matang untuk menjadi buku catatan pintar.

Tapi dari semua fitur S-Note, favorit saya adalah Idea Sketch.

Idea Sketch, membantu cari ide di Galaxy Note 8.

Idea Sketch, membantu cari ide di Galaxy Note 8.

Idea Note, Idea Sketch

Nah, kadang kalau sedang nyari ide, sketsa bisa membantu mengolah pikiran. Kita tahu, isi buku catatan kita bukan hanya tulisan, angka, garis dan panah penghubung. Kadang kita membuat gambar-gambar kecil yang membantu mengilustrasikan ide dan konsep dalam otak, dan seri Galaxy Note menyediakan fitur Idea Sketch untuk mempermudah kita menambahkan sketsa ke dalam catatan.

Cara pakai Idea Sketch

Tetap dengan S-Pen, cukup tap Insert Object di kiri bawah dan pilih Idea Sketch. Layar kemudian menampilkan ruang tulis, kita tinggal menuliskan apa obyek yang kita inginkan dan Idea Sketch akan mencarikan jika ada sketsa yang cocok. Katakanlah kita ingin menggambarkan mobil di dalam catatan, tinggal tulis “CAR” di Idea Sketch, lalu sederetan sketsa gambar orang ditampilkan untuk kita pilih.

Begitu sketsa dipilih, kita pun otomatis kembali ke catatan untuk meletakkannya. Idea Sketch adalah kumpulan obyek sketsa siap pakai yang bisa diakses lewat tulisan maupun menu, dibagi perkategori, dan kita bisa mendownload lagi sketch tambahan dari Samsung. Sekali lagi, tanpa harus meninggalkan S-Pen.

Tinggal tuliskan apa obyek sketsa yang kita butuhkan!

Tinggal tuliskan apa obyek sketsa yang kita butuhkan!

Iseng cari ide, semua obyek sketsa di sini dari Idea Sketch

Iseng cari ide, semua obyek sketsa di sini dari Idea Sketch

Olah ide resep? Samsung juga udah nyiapin template nya.

Olah ide resep? Samsung juga udah nyiapin template nya.

Idea Sketch untuk obyek dengan keyword 'People', tinggal pakai.

Idea Sketch untuk obyek dengan keyword ‘People’, tinggal pakai.

Kalau kurang, masih banyak obyek Idea Sketch yang bisa didownload!

Kalau kurang, masih banyak obyek Idea Sketch yang bisa didownload!

Konektivitas Lengkap

Ini baru sebagian saja dari banyak fitur Galaxy Note 8 yang juga memang sudah standar khas seri Note dari Samsung. Walau hanya sebagian, ini yang paling menggambarkan pembedaan antara Galaxy Note 8 dengan tablet 8 inci lainnya. Pembedaan yang kuat sekali, karena bukan hanya sekedar spesifikasi teknis tapi lebih ke fitur pemakaian. Sebagai tablet Android, tentunya Galaxy Note 8 memiliki lengkap semua kemampuan sudah menjadi kelengkapan dasar.

Konektivitas GSM 3G, WiFi, GPS dan Bluetooth lengkap tersedia. Kamera pun siap, baik depan maupun belakang, tapi saya nggak pengen bahas karena, ya, paling males lihat orang motret pakai tablet. Storage untuk menyimpan file bisa ditambahkan dengan Micro SD, dan kalaupun perlu disambung ke layar TV atau proyektor bisa beli adapternya.

Satu kejutan tambahan adalah: ada infra red blaster. Dengan ini dan app khusus yang sudah disediakan dari pabrikan, Galaxy Note 8 bisa menjadi remote control berbagai perangkat seperti TV, stereo, DVD, Home Theater dan lainnya, dari berbagai merek! Nice!

Slot untuk Micro SD.

Slot untuk Micro SD.

Slot untuk Micro SIM GSM.

Slot untuk Micro SIM GSM.

Port Micro USB, untuk charge, data dan juga MHL.

Port Micro USB, untuk charge, data dan juga MHL.

Infra Red blaster, bisa untuk remote control TV!

Infra Red blaster, bisa untuk remote control TV berbagai merek!

Fungsi Telepon

Galaxy Note 8 bisa jadi telepon. Sebelum pada memutar bola mata dengan sinis dan bilang “Siapa jugaaaa yang mau nelepon pakai tablet?”, saya bilang fungsi ini menolong sekali untuk isi pulsa dan daftar paket internet di sini, yang kebanyakan masih pakai USSD code macam *123# dan lain-lain. Dan ya, kalaupun mau dijadikan telepon ya gampang saja, pakai handsfree atau headset Bluetooth. Saya senang sekali Galaxy Note 8 juga dilengkapi kemampuan telepon selular. Lengkap sekali jadinya.

Batere dan Performa.

Saya sih nggak pernah secara khusus menguji stamina batere ataupun performa dari gadget ya, itu bagian para gadget reviewer yang doyan bahas teknis dan angka-angka. Soal batere, selama memakai Galaxy Note 8 rasanya belum pernah merasa cepat habis atau boros amat. Pemakaian terberat pribadi untuk bekerja dan nyala non-stop pernah tembus 6 jam dan masih sisa sedikit. Nggak ada keluhan dari sisi batere, bukan yang paling irit tapi juga nggak boros.

Performa sampai saat ini mulus tanpa cegukan, tapi sekali lagi, ini adalah dengan pola pemakaian saya ya. Satu-satunya jeda respon yang saya alami adalah ketika membuka setting dan memilih mengganti font di system. Selain untuk jadi buku catatan pintar, Galaxy Note 8 ini lebih jadi alat kerja buat saya buka dokumen seperti doc, xls, ppt dan pdf. Buka tutup dan berganti file Office dengan berbagai app Office Suite seperti Kingston dan Polaris terasa sangat cepat bahkan lebih menyenangkan daripada laptop. Saya nggak banyak test untuk game 3D apalagi untuk motret.

Kesimpulan

Dengan kelebihan fitur dan kenyamanan memakainya, rasanya terlalu mengecilkan kalau menyebut Samsung Galaxy Note 8 hanya sebagai tablet Android baru. Lebih dari sekedar alat konsumsi media atau  hiburan, buat saya Samsung berhasil menciptakan Galaxy Note 8 sebagai tablet yang ideal dan terancang penuh sebagai teman kerja. Kemampuan dan fitur S-Pen nya, dipadu dengan ukuran yang sangat amat pas, membuat saya akhirnya lebih mencari Galaxy Note 8 tiap akan ada meeting kerjaan dibanding buku tulis dan pena. Bagi saya yang fanatik orat-oret dengan bolpen dan kertas, ini hal yang luar biasa dan benar-benar nggak saya duga. Kadang, bawa laptop itu overkill dan bawa tablet biasa masih nanggung, dengan si Note 8 ini sudah beberapa kali terbukti cukup jadi andalan utama kalau meeting.

image

Tablet yang cocok untuk kerja.

Kalau ada yang ingin saya ubah dari Galaxy Note 8, paling utama adalah bagian punggungnya yang terlalu licin. Mestinya lebih bertekstur supaya mantap dipegangnya, atau sekalian saja dengan bahan yang seperti karet. Selain itu, menambahkan NFC supaya bisa dengan gampang bertukar dokumen dengan peranti lain, dan mungkin batere ditambah juga nggak ada salahnya. Soal bentuk, selera masing-masing ya, tapi warna memang mestinya ada lebih dari satu pilihan. Kalau mau kompetitif, harganya ditekan lagi.

Satu pe-er Samsung juga adalah menyertakan tutorial bagaimana memakai fungsi-fungsi dan fitur khas yang ada. Seri Note datang dengan segudang fitur, tapi mayoritas pemilik kurang tahu bagaimana memakainya. Ini sayang sekali dan jadi mubazir.

image

Samsung Galaxy Note 8

Pada akhirnya, apakah Samsung Galaxy Note 8 ini pilihan tepat buat kita? Kembali ke kebutuhan dan preferensi masing-masing. Kalau suka sekali menulis, mencatat, dan seperti saya, ‘orat-oret’ di buku tulis ketika mencari ide, rasanya Note 8 layak dilirik karena memang sangat terancang untuk itu. Hampir semua tablet bisa dibelikan app dan dipakaikan stylus, tapi sampai saat ini baru seri Note dari Samsung yang memang diciptakan dengan konsep menjadi buku catatan digital menggantikan pena dan kertas. Dan di ukurannya, Samsung Galaxy Note 8 bagi saya cukup berhasil memenuhi tujuan itu. Cukup bertenaga dan gesit untuk jalankan berbagai aplikasi, cukup kecil dan ringan untuk dibawa, namun juga cukup luas untuk tulis-menulis, tampaknya Samsung menemukan sweet-spot untuk seri Galaxy Note-nya.

Buku tulis pintar yang bisa nge'google.

Buku tulis pintar yang bisa nge’google.