Komunitas Airsoft dalam Perfilman Indonesia

Perlu pasukan seperti ini di film anda? Airsofter siap membantu!

Perlu pasukan seperti ini di film anda? Airsofter siap membantu!

Sekarang sudah jamak kalau dalam syuting atau pembuatan film Indonesia yang butuh adegan agak mirip seperti pasukan khusus atau “SWAT”, pembuat film meminta bantuan komunitas airsoft. Selama nggak ada adegan menembak, menggunakan airsofter memang ada kelebihannya. Tentunya dengan catatan, kalau dapat airsofter yang sudah mengerti kebutuhan syuting, dan bisa bersikap profesional. Kita sudah lama tahu bahwa mainan airsoftgun sudah bisa dijadikan prop dalam film, selama shot-shotnya jangan terlalu padat atau deket, mainan ini bisa tampil meyakinkan selama nggak perlu adegan nembak. Lalu bagaimana dengan airsofternya sendiri? Apa kelebihannya menggunakan airsofter sebagai pemeran untuk adegan aksi ala militer atau misalnya, “SWAT”?

Airsofter juga bisa memberikan tampilan otentik bagaikan sungguhan

Pertama, jika bisa, pilih komunitas airsoft yang sangat rewel akan otentisitas perlengkapannya, dan ini akan sangat membantu membawa realisme dalam penggambaran adegan karena perlengkapan atau ‘gear’ nya tampak sangat real, juga gerakannya. Mereka ini tidak akan asal tampil dengan peralatan yang tidak otentik, karena tahu bahwa kebutuhan film tersebut adalah membuat gambar yang bisa dipercaya. Mengarahkan mereka pun jauh lebih mudah daripada mengarahkan ‘yang beneran’, yang biasanya agak kaku karena banyak peraturan. Tambahan poin plus lagi, airsofter yang suka gear otentik ini biasanya juga penggemar dunia militer sehingga bisa memberi masukan pada sutradara akan adegan mana yang real dan mana yang Hollywood. Jadi bisa membantu sutradara mengkombinasi antara realisme dan daya pikat film, adegan walau Hollywood masih terasa bisa dipercaya. Sementara, dengan ‘yang beneran’ biasanya akan terpaku pada yang baku, real dan belum tentu jadi adegan yang menarik.

Tapi, perlu cermat juga dalam mengajak airsofter berperan dalam film kita. Pertama, kelengkapan dan otentisitas gear harus tepat. Kadang karena awam, sutradara bisa saja menganggap tampilan para aktor-airsoft ini sudah oke. Seragaman, pake rompi, pake senapan mainan, helm, udah oke. Padahal belum tentu kombinasinya tepat! Okelah penonton pun belum mengerti, tapi sayang sekali kalau film yang seharusnya dari sisi art & costumes nya bisa otentik malah lemah. Jadi, pastikan airsofter yang diajak main di film kita mengerti tampilan yang otentik. Atau, kita duluan yang membawa referensi contoh seperti apa tampilan yang diinginkan, lalu tanyakan dulu pada airsofter itu apakah mereka bisa memberi tampilan seperti yang direferensikan. Jangan sampai niatan membuat film tampak keren, eh malah keliatan kayak film mainan.

Satu lagi yang harus diperhatikan adalah bila kita mengajak komunitas airsoft, pastikan mereka memahami tujuan peran mereka di film untuk membuat adegan tampak real. Bukan buat mejeng doang. Wajar saja, namanya juga bukan aktor, kadang merasa ini cuma kesempatan fun dan mejeng di film/tv/apapun. Akhirnya, yang diikut sertakan belum tentu cocok sebagai apa yang mereka perankan. Tampilan fisik harus diperhatikan, sutradara harus selektif juga. Jujur saja, karena dasarnya sipil dan sekarang banyakan airsofter yang belia, maka secara fisik mungkin belum tentu cocok memerankan, misalnya, tentara, pasukan khusus atau polisi. Pilih yang posturnya pas, rewel dikit, soalnya airsofter ‘bentuknya’ nggak semuanya atletis. Ada yang gemuk kayak saya, banyak juga yang cungkring. Belum lagi wajahnya! Banyak yang nggak cocok untuk peran karakter keras ala militer, jadi, harus bener-bener di’casting’. Atau ya, kalau bisa, tutupi wajah dengan balaclava, malah sangar deh. Itu trik yang sering saya lakukan karena banyak rekan airsofter saya yang rada ‘manis’ mukanya, hahaha.

Dulu, bisa begini aja udah wah. Sekarang sih cupu ngelihatnya.

Jaman dulu, tampilan segini aja udah lumayan 'wah'. Sekarang ngelihatnya cupu banget.

Menggunakan komunitas airsoft dalam perfilman sudah jadi obsesi saya sejak mengenal komunitas ini di akhir 90’an dan pertama kali terwujud dalam sinetron Opera Jakarta yang tayang di tahun 2002. Sejak itu saya aktif terlibat mengkoordinir penggunaan airsofter sebagai aktor dalam berbagai produksi entah itu photo-shoot, pembuatan iklan tv, music video, sampai ke film layar lebar. Dulu saya tergabung dalam salah satu komunitas airsoft tertua di Indonesia bernama Code-4, tapi sekarang jika ada kebutuhan untuk film, saya bisa meminta bantuan dari banyak komunitas dan tim airsoft yang sudah menjamur. Tapi memang saya rewel, karena saya ingin airsofter bukan cuma sekedar nampang tapi benar-benar bisa membantu sutradara mewujudkan visi adegannya.

Berkat airsofter, adegan ini bisa dibuat, dan berhasil memenangkan award.

Shot fantastis ini bisa dibuat karena peran airsofter, dan videoclip ini memenangkan 6 award.

Salah satu kebanggaan yang dibagi bersama rekan-rekan dulu adalah mewujudkan adegan pengepungan dalam videoklip Peterpan yang memenangkan 6 award diantaranya MTVIndonesia Music Video of The Year dan Art Direction terbaik di Anugerah Video Musik Indonesia. Salah satu iklan yang menggunakan airsfoter pun berhasil mendapatkan award. Untuk film layar lebar, saya berkesempatan membantu juga dengan mengkoordinir rekan-rekan airsofter untuk ikut dalam film Sang Dewi. Sekarang, kalau ada yang butuh airsofter, biasanya akan saya oper ke team-team teman yang sudah terpercaya. Kecuali jika untuk layar lebar atau sesuatu yang menarik, baru saya coba koordinir sendiri lagi. Di bawah ini terakhir kali saya membantu koordinasi teman-teman untuk pembuatan film layar lebar Sang Dewi. Bagus kan tampilannya?

Saya rewel, karena maunya terlihat otentik begini

Harus rewel soal detil, supaya tampilan jadi meyakinkan.

Puas sekali saya bisa membantu mewujudkan adegan seperti ini.

Dari angle manapun tampak real, kalau team-nya mengerti otentisitas.

Untuk klip video dan foto-foto yang lebih lengkap lagi, mampir di blog saya yang di Multiply. Berminat mengetahui tentang hobi Airsoft? Mari bergabung dengan kami di forum Airsoft-ID. Ke dua video berikut ini adalah yang saya sebutkan di atas, memang jelas bahwa komunitas airsoft bisa punya fungsi dalam pembuatan film/perfilman, airsofter bisa membantu mewujudkan adegan-adegan seperti di ke dua video ini.

Iklan