Dear Samsung, About Your Galaxy Note 7

image

I’m a fan of the Galaxy Note series. They’re probably the most full featured smartphone out there, although does comes with quirks, as I have experienced. What happened with the Galaxy Note 7 is far from a quirk. It’s a hazard and a disaster, one you should remedy fast, and it irks me that you have not. You have been very slow and incredibly hesitant. But you can still fix it.

The name Galaxy Note 7 is dead. No matter how many rave reviews you had, it’s now dead. With explosions still happening, airlines all over the world starting to ban the set, it’s dead. Your half hearted recall is a mistake and you workaround of labels, stickers and IMEI check will not be enough. As long as it says Galaxy Note 7, people will not take risk. Why spend hundreds of dollars on something known for blowing up on a whim. These things we hold in our hands, put in our pockets, press against our face, why risk it. And not only that, after purchasing it for hundreds of dollars, you’ll get fussed about it at the airport, on a plane. You need to seriously recall all sold product, as they are now a hazard. Don’t wait until there are real casualty caused.

If I were you, not only I will do official recall and fix, but I will also scrap the name Galaxy Note 7. It’s dead. But after making sure of safety fix, you can still sell them, but you need to rename it. Call it Galaxy Note 7R or 7S or whatever, change the markings on the product and packaging, and announce it. That way, it helps people differentiate, it’s not the old kaboom-prone Galaxy Note 7 anymore. It’s the revised version, the normal, safe version. You can do this if you want to, Samsung.

Or just scrap the product itself. But I don’t think you’d want that. Just at least do something real. First, ensure consumer safety, recall all. Second, fix your product, quadruple check. Third, assuming you still want to sell them, change the name, marking, packaging.

Sincerely,

A Note series fan.

Iklan

Preview: Berkenalan Dengan Samsung Galaxy Camera

Samsung Galaxy Camera

Samsung Galaxy Camera

Mainan baru ini saking masih uniknya jadi paling gampang jadi bahan obrolan. Ada 3 pertanyaan pertama yang biasanya keluar kalau bahas benda ini sama teman-teman.

“Eh, apa lagi tuh Samsung Galaxy Camera?”

“Kamera, pakai Android, bikinan Samsung.”

“Hah? Kamera? Beneran?”

“Iya bener, kamera, kalau risoles isi ragout ya namanya Samsung Galaxy Risoles Isi Ragout.”

Lalu biasanya setelah dibilang Android, ada jeda manggut-manggut sejenak dan kita berlanjut ke pertanyaan berikutnya.

“Kamera pakai Android? Jadi maksudnya bisa install app gitu?”.

“Iya. Hampir semua app Android bisa diinstall dan dijalanin di Galaxy Camera, dari Instagram sampai Angry Birds.”

“Wuidiiih, kamera, bisa mainin Angry Birds? Asik dong?”

“Bisa, tapi kalau loe beli kamera buat main Angry Birds, kita nggak temenan.”

Akhirnya megang langsung.

Warna putihnya bagus, cuma saya milih yang blue-black.

Sekarang sudah tahu bahwa Samsung Galaxy Camera adalah kamera berbasis Android yang bisa jalanin app. Pertanyaan masih berlanjut, memang benda ini bikin penasaran.

“Kalau pake Android jadi Galaxy Camera ini bisa online? Wifi?”

“Bisa banget, dia ada Wifi sama 3G. Pakai Micro SIM card gitu.”

Denger pakai SIM card otomatis otak ya langsung mikir handphone. Memang nyeleneh sih, kamera ada SIM card nya, jaman dulu mana kebayang. Dan ya, otomatis pertanyaan berikutnya keluar.

“Bisa dipakai nelepon?”.

“Nggak bisa.”.

“Yaah, udah bisa kamera kok nggak bisa dipakai nelepon? Udah dicoba?”.

“Iya, sama kayak kamera DSLR Canon gue, kemaren juga gue coba buat nelepon, nggak bisa, malah dijauhin orang.”

Setelah tahu bahwa kamera ini memang kebetulan nggak dirancang untuk menelepon, sekarang ke pertanyaan penting lagi, yang biasanya jadi bahasan panjang.

“Berapaan harganya?”

“5-juta’an.”

Pause dulu. Di titik ini yang biasanya bikin orang mikir. Mindset sudah biasa dengan smartphone Android berkamera, sekarang melihat kamera ber-Android yang nggak bisa dipakai menelepon langsung jadi mikir. Argumen dasar langsung keluar.

“Lah, harga segitu gue mending beli smartphone aja, kameranya juga bagus, bisa internet, bisa app, bisa nelepon. Atau DSLR murah.”.

Mungkin banyak yang awalnya akan mikir begitu, dan memang Samsung Galaxy Camera ini punya posisi unik sekali. Dan setelah 2 minggu mainin, baru paham untuk siapa gadget ini bakal berguna banget. Jadi, saya jawab dulu pertanyaan si mas Bro tadi.

“Nah, ini emang unik posisinya. Smartphone ya bisa motret dan upload. Gue juga pake. Tapi, Samsung Galaxy Camera pakai lensa, 20x zoom. Smartphone nggak punya lensa begitu, dan zoom digital di smartphone sama aja naruh kaca pembesar di layar display. Pecah.”.

Sepertinya si mas Bro belum puas karena dia tadi juga membandingkan dengan harga DSLR.”

“DSLR sih gue ada, bisa aja gue pasangin lensa zoom, itu pun beli lagi. Kualitas gambar DSLR jelas menang, tapi jadi berat dan besar, belum tentu tiap saat kita butuh kualitas itu. Apalagi, nggak bisa edit di tempat dan langsung upload. Pakai ini untuk liputan event atau konser, bisa motret dari jauh dan otomatis upload.”.

Di titik ini biasanya teman lagi nyoba-nyoba sambil nyengir dan mulai nggak dengerin. Terutama nyoba zoom 20x nya yang bakal diikuti “Ah gokil zoomnya”, sambil bidik ke cewek yang duduk nun jauh di sana.

Lensa dengan 20x Optical Zoom

Lensa dengan 20x Optical Zoom

Galaxy Camera ini untuk yang butuh kamera lebih dari smartphone, tapi nggak mau bawa DSLR. Kesimpulan awal, cocok untuk reporter dan apapun liputan yang butuh kirim gambar atau video cepat via internet. Kemampuan optical zoom lensanya bukan hal remeh, dan bukan digital zoom yang menipu seperti di smartphone. Dengan Galaxy Camera ini, reporter bisa memotret atau merekam video dari jarak lumayan jauh tanpa bawa kamera besar dan segera mengirim via internet. Kualitas gambar belum bisa menyaingi DSLR, tapi jelas di atas smartphone rata-rata. Sangat cukup kalau buat saya.

Samsung merancang Galaxy Camera cukup mudah digunakan baik untuk kasual maupun fotografer. Untuk pengguna yang awam, banyak fitur yang memudahkan kita bikin foto-foto kreatif tanpa pusing belajar teknik fotografi. Mau motret pakai app Android aja? Bisa juga. Lalu buat fotografer, Galaxy Camera bahkan menyediakan moda P, A, S dan M ala DSLR. Ini menyenangkan sekali.

Sayangnya, belum sempat hunting foto keluar, karena Jakarta sedang hujan terus. Bahkan kemarin banjir besar. Jadi belum bisa berikan sample yang menarik, dan ulasan yang lebih detil. Untuk sementara, perkenalkan dulu, ini adalah Samsung Galaxy Camera.

20130111_230609

Mainan baru, Samsung Galaxy Camera

20130111_230748

Samsung Galaxy Camera in package.

20130111_230822

Layar sentuh besar masih ditutupi plastik pelindung.

20130111_231025

Kelengkapan Galaxy Camera dalam box. Charger, kabel USB, wriststrap, dan… headphone!

20130111_231643

Galaxy Camera dilengkapi Micro SIM slot, HDMI port dan Micro SD slot.

20130111_232111

Colokan Micro USB disamping untuk charging dan transfer data.

20130111_233318

Moda PASM di Galaxy Camera!

20130111_233413

Buat yang suka motret manual juga bisa!

20130113_202450

Pilihan moda video, bisa rekam slowmotion!

Galaxy Camera dalam moda Android nya. Apps!

Galaxy Camera dalam moda Android nya. Apps!

Color Grading The Maling Kuburans Udah Sampe Mana Ya?

Sebetulnya parah juga saya sampe nggak tahu update yang satu ini, tapi emang beberapa hari ini nyoba ngontak Dwi kok susah ya? SMS juga nggak pernah dibales, lagi sibuk banyak proyek nih kayaknya. Yah semoga semuanya lancar, ntar nyoba ngontak lagi dah. Apa mungkin kalau orang udah pake blackberry lebih seneng dikontak pake YM ya? Hahaha…