Membuat Foto Berlatar Belakang Blur Dengan Samsung Galaxy S5: Selective Focus

Seperti sudah diulas pada tulisan sebelumnya, mode Selective Focus pada kamera di Samsung Galaxy S5 bisa menghasilkan foto dengan latar belakang yang blur. Tanpa perlu efek tambahan atau edit, software mencoba mengira-ngira mana obyek utama dan mana latar belakang dari dua jarak fokus berbeda. Syaratnya:

1. Obyek utama harus cukup pencahayaan dan lebih terang daripada latar belakang.

2. Jarak ke obyek utama maksimal 50 CM, jarak dari obyek utama ke benda terdekat di latar belakangnya minimal 1,5 M.

3. Pilih fokus sendiri pada obyek utama.

Hasilnya, lihat sendiri jepretan portrait di Computex 2014 Taipei kemarin. Jangan cuma lihat modelnya, perhatikan blur halus di latar belakang. Keren!

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Foto terakhir ini menunjukkan bahwa bagaimanapun juga, software kadang bisa salah menerka mana depan dan mana latar, terlihat pada muka ibu-ibu yang terfokus di belakang. Apakah cuma berhasil di tempat yang terang benderang? Tidak juga, asalkan cahaya cukup, di tempat agak temaram kadang bisa juga. Lihat foto-foto yang saya ambil di pasar malam Shihlin di Taipei.

image

image

image

Pada akhirnya, smartphone tetap bukan kamera besar berlensa f1.4, tapi jika bisa menghasilkan jepretan cantik seperti ini, semakin mati lah produsen kamera saku digital.

Tahun ini semua produsen smartphone papan atas berlomba-lomba memberi fitur kamera serupa. Bukan, Google sendiri merilis app kamera standar Android yang juga memiliki kemampuan sejenis, namun dengan cara beda. Dari yang sudah saya coba, saat ini masih Samsung Galaxy S5 yang paling memuaskan membuat foto macam ini.

Iklan

Review: Memakai Samsung Galaxy S5

Meneruskan kesuksesan seri pendahulunya, Samsung Galaxy S5 hadir dengan beberapa peningkatan yang besar namun juga halus. Setelah lebih dari 2 bulan memakai Android negeri ginseng ini sehari-hari, rasanya sudah cukup untuk bisa merangkum kesan dalam satu tulisan. Bukan bahasan teknis yang njlimet penuh istilah dan angka, saya di sini mau berbagi kesan praktis dari pengalaman memakai. Agak panjang memang, tapi kalau penasaran seperti apa rasanya menguji sang “Limitless”, mungkin tulisan ini bisa membantu menjawab rasa ingin tahu. Mari kita mulai.

image

Samsung Galaxy S5

Lebih Besar, Tetap Ringkas

Sudah tahu kan, kalau layar Samsung Galaxy S selalu semakin besar tiap tahunnya? Tahun lalu ukuran layar S4 lebih besar dari pendahulunya, S3, dan pastinya sekarang S4 dikalahkan oleh S5 yang semakin lebar. Malah, lebarnya hampir mendekati ukuran layar Galaxy Note pertama. Tapi bagusnya, ukuran bodi Galaxy S5 secara keseluruhan nggak terasa seperti raksasa, bahkan nggak jauh dari S4. Di genggaman masih lebih nyaman daripada seri Galaxy Note favorit saya. Yang terasa jelas adalah lebih berat, tapi ada bagusnya karena kali ini terasa lebih mantap dan nggak ada kesan kosong.

image

Lebih besar namun tetap ringkas.

Samsung masih saja doyan membalut pinggir Galaxy S dengan bezel plastik beraksen chrome, ini perlu dilindungi casing karena keringat tangan saya biasanya cepat menghancurkan lapisan tipe begini. Dan bicara tangan berkeringat, untunglah penutup punggung S5 bukan lagi plastik licin mengkilap, Samsung mengubahnya menjadi bahan kesat bertekstur perforasi yang mantap di genggaman, Kesimpulan, secara fisik, entah itu digenggam, dipakai dan dikantongi, Samsung Galaxy S5 menghadirkan perluasan ukuran layar yang memuaskan mata, tanpa memenuhi dan membebani kantong.

Kemudahan Memakai

Karena saya punya beberapa peranti Android dari Samsung, saya bisa membandingkan dan mengatakan, perubahan halus di antarmuka Samsung Galaxy S5 dibanding pendahulunya membuat banyak hal jadi lebih praktis. Hal-hal sederhana dan detil diubah sedikit namun memberi kemudahan jelas, contohnya, di menu Settings.

image

Menu setting baru Galaxy.

Jikalau terakhir kali menu Settings dibagi per kategori dalam halaman terpisah, sekarang ditampilkan sederhana dalam satu halaman dengan ikon-ikon yang jelas dan sederhana. Nggak lagi harus tahu Setting yang kita cari di kategori apa, kita bahkan diberikan satu fitur kecil bernama ‘Toolbox’, sebuah icon kecil semi transparan yang akan selalu ada di atas halaman atau app apapun yang kita buka.

image

Toolbox terbuka di kanan atas.

Toolbox memberi kita jalan pintas ke beberapa aplikasi yang paling penting buat kita, entah email, kalkulator atau kamera. Semua itu bisa diakses langsung tanpa harus kembali ke Home, praktis!

Perubahan yang sangat terasa dalam hal pemakaian adalah ke tiga tombol sentuh di bawah layar. Biasanya di kiri tombol Home pada Samsung Galaxy adalah tombol Menu. Ini sudah berubah. Tombol yang dulunya untuk Menu, sekarang digunakan jadi jalan cepat untuk memilih dan berpindah diantara aplikasi-aplikasi yang terbuka. Hal kecil yang terasa sekali membuat praktis! Kalau dulu untuk berpindah app mesti menekan Home agak lama, sekarang tinggal sekali sentuh.

image

Dulu tombol Menu, sekarang jadi Switch Windows

Saya tahu dulu banyak pengguna Galaxy yang nggak tahu bahwa berpindah window harus menekan Home agak lama, akhirnya untuk berganti app, mereka membuka ulang app dari menu. Dengan perubahan ini, memudahkan pemakai berganti jendela. Lalu ke mana tombol Menu? Jangan khawatir, jika aplikasi yang terbuka memang memiliki submenu, tombol menu akan tampil di layar pada sudut kanan atas.

image

Pengaturan menu drop-down.

Layar Galaxy S5 yang diklaim DisplayMate sebagai layar smartphone terbaik juga berperan dalam kemudahan memakai. Luas layar yang sedikit lebih besar daripada pendahulunya pun menambah kenyamanan terutama ketika sedang menggunakan keyboard layar sentuh. Menulis, mengetik, jadi lebih cepat karena keyboard jadi lebih lebar. Kepekaan layar sentuh bisa diatur hingga lebih dari biasanya, dan tingkat kecerahan bukan hanya lebih terang, namun juga bisa diatur lebih gelap dari biasanya. Lho, buat apa? Untuk yang sering membaca layar smartphone dalam kegelapan total, kadang di setting Brightness terendah pun cahayanya masih menusuk mata, sekarang, bisa lebih temaram dan lebih nyaman dari sebelumnya. Lagi-lagi, bukan teknologi luar biasa yang heboh, namun sederhana dan terasa langsung manfaatnya.

image

Baterai terbesar seri Galaxy S

Boros nggak baterenya? Pertanyaan penting yang paling susah dijawab secara akurat karena tiap orang punya pola pemakaian berbeda. Pastinya banyak tes yang ilmiah, tapi dari pengalaman memakai saja, dalam pemakaian berat, Samsung Galaxy S5 bisa bertahan setengah hari dan ini terasa wajar. Saya memakai dua akun email, tiga aplikasi media sosial, dua text messenger, majalah berita, peta, dan sering sekali memotret. Sync, WiFi, GPS, koneksi data bahkan NFC selalu dalam posisi menyala. Ia tidak seawet Galaxy Note 2, namun buat saya tidak juga boros.

Fitur: Pentingkan Manfaat Di Atas Gaya

Tadinya nggak merasa butuh amat, tapi fitur tahan air dan tahan debu ternyata terasa pengaruhnya. Singkatnya, membuat lebih pede membawa smartphone ini ke mana-mana. Jalan melintasi hujan deras nggak lagi khawatir, membawa ke kamar mandi pun tenang. Kedengarannya remeh, bukan pula teknologi baru, tapi nyata terasa membuat nyaman. Perlu digarisbawahi, water resistance di Galaxy S5 bukan berarti handset ini bisa dibawa nyebur berenang ya. Kalau bisa, ke depannya semua smartphone Samsung sudah standarnya begini.

Ultra Power Saving menyelamatkan saya kemarin waktu ke Taiwan. Saking sibuk memotret ratusan foto dengan S5 dari pagi sampai sore, jelang malam batere nyaris habis, sementara saya harus tetap bisa dihubungi. Sedang di luar negeri pula! Akhirnya jadi mencoba juga fitur pengirit daya baru di Galaxy S5, Ultra Power Saving mematikan semua fitur selain telepon dan SMS, juga membuat layar menjadi monokrom. Sisa daya yang tinggal 5% bisa bertahan hingga kembali ke hotel lewat tengah malam.  Ya, ini memang jelas lebih berguna daripada fitur-fitur ajaib tahun lalu. Apa lagi yang baru? Ah, iya, finger print scanner.

image

Finger print scanning.

Sampai saat ini, Galaxy S5 saya masih menggunakan finger print scan untuk membuka kunci layar. Apakah bekerja? Tiga sidik jari saya daftarkan di settings, dan akhirnya lebih sering memakai telunjuk kanan. Entah kenapa, mungkin karena tangan saya tipe yang berkeringat, kedua ibu jari sering gagal, sementara telunjuk selalu 100% berhasil. Cara sensor Samsung Galaxy S5 membaca sidik jari agak unik. Kita memulai dari bagian tengah bawah layar, lalu menyapu tombol Home. Sapuan di layar itu sepertinya sekedar mengaktifkan sensor untuk siap membaca sidik jari kita. Apakah praktis? Terus terang lebih praktis dengan pattern daripada sidik jari, tapi senang karena ada rasa keamanan ekstra. Kalaupun tergeletak, tidak sembarang orang bisa pakai, apalagi anak-anak.

image

Kids Mode

Bicara anak-anak, kemarin sempat juga mencoba fitur Kids Mode, yang membuat smartphone kita aman untuk jadi hiburan anak. Samsung merancang mode dan aplikasi khusus aktivitas dari bermain, belajar sampai menyanyi dan memotret dengan tampilan dan antarmuka yang sangat bersahabat untuk anak. Semua akses ke fungsi utama dikunci dengan kode.

image

Buat saya pribadi, ini nggak kepakai sama sekali. Tapi bisa dibayangkan untuk yang dikelilingi anak-anak kecil dan sering terpaksa harus meminjamkan handsetnya jadi mainan, Kids Mode jelas berguna. Tentunya, sebaiknya anak kecil di masa pertumbuhan jangan terlalu dibiasakan bermain peranti layar sentuh. Bukan kata saya lho, kata psikolog anak terkemuka. Bagaimanapun juga, bermain dengan kegiatan fisik lebih sehat.

image

Kesehatan adalah nomor satu (presiden nomor dua), dan kita lihat Samsung konsisten soal ini di S-Health nya. Tambahan pembaca detak jantung, Heart Rate Sensor di Galaxy S5 jadi salah satu andalan. Memakainya mudah, setelah setup S-health dan mengaktifkan widgetnya, untuk mengukur detak jantung cukup satu sentuhan di ikon hati pada widget. Lampu di samping flash menyala, letakkan jari menutupinya sekaligus lensa dan dalam sekejap Galaxy S5 akan menampilkan heart rate kita. Gampang saja.

image

Untuk yang suka berolah-raga, mungkin akan suka kemudahan mengukur detak jantung. Saya lebih suka makan, tapi mungkin perlu juga belajar membaca ukuran ini.

Kamera Yang Memuaskan!

Bahasan kamera Galaxy S5 patut mendapatkan seksi tersendiri karena pengembangannya jauh melebihi sekedar menaikkan resolusi ‘megapixel’. Sensor berteknologi baru, fokus dengan teknik ala DSLR, dan fitur Selective Focus bekerja dengan baik menghasilkan hasil yang membuat saya senang mengandalkan Galaxy S5 di perjalanan ke Computex Taipei kemarin.

image

Memakai duet Samsung Galaxy Note 3 dan Galaxy S5 sehari-hari untuk memotret, terasa sekali betapa meningkatnya kecepatan kamera S5 mengambil fokus. Bahkan dalam temaram, untuk obyek yang sama, jika autofocus kamera Note 3 masih ‘hunting’, S5 sudah mengunci fokus dalam sekejap. Perbedaannya terasa, dan terbukti konsisten dicoba dibandingkan berkali-kali. Jadi, ini bukan cuma sekedar klaim iklan yang abstrak, tapi pengembangan nyata. Untuk titik fokus yang kita pilih sendiri secara manual “tap to focus”, antara Galaxy Note 3 dan Galaxy S5 saya tidak merasakan perbedaan, kecepatan keduanya rasanya sih sama.

image

Dari balik jendela bus, memakai HDR.

HDR jadi sering dipakai terutama buat melawan backlight. Sudah real-time, nggak lagi harus menunggu proses sebelum tahu seperti apa hasilnya, yang terlihat, itu yang jadi. Satu catatan, tetap saja harus stabil dan usahakan jangan goyang.

image

Pasar malam Shihlin di Taipei

Foto-foto lowlight sedikit lebih bersih dibanding Galaxy Note 3 dan S4, sepertinya memang teknologi baru di sensornya membawa hasil nyata. Fokus dan HDR memang pengembangan signifikan, tapi yang menjadi bintang bagi saya pribadi pada kemampuan kamera Samsung Galaxy S5 adalah fitur “Selective Focus”.

Intinya, fitur Selective Focus bisa membuat portrait dengan latar belakang blur. Hal yang selalu diinginkan fotografer amatir di mana-mana, obyek terfokus dan latar belakang kabur. Samsung Galaxy S5 berusaha  meniru hasil jepretan kamera dengan lensa bukaan besar, di mana kedalaman ruang bisa dibuat cetek, dengan menggunakan software. Nggak perlu diedit diberi efek atau apapun lagi, jika dilakukan dengan benar sesuai petunjuk, hasil foto jarak dekat bisa bagaikan jepretan DSLR. Perkenalkan, ini ayah saya tercinta, perhatikan bagaimana latar belakang bisa blur seakan difoto dengan DSLR.

image

Latar belakang blur, tanpa editing & efek!

Foto ayah saya ini adalah salah satu contoh sempurna di mana fitur ini bekerja. Berikut ini adalah salah satu staf di booth Ford di Computex Taipei kemarin. Perhatikan blur halus latar belakangnya, lumayan bagus, bukan?

image

Very nice background blur.

Pertama kali mencoba Selective Focus, saya selalu gagal karena nggak memperhatikan caranya. Saya tahu ada beberapa pemakai Galaxy S5 yang mengatakan bahwa mereka selalu gagal memakai fitur ini. Bagaimana supaya berhasil? Ini tipsnya:

1. Subjek harus terang!

2. Jarak ke subyek sekitar 50cm, jarak ke benda terdekat di belakangnya sekitar 1,5m

3. Pilih sendiri titik fokus, disarankan di mata.

Begitu saja! Dua lagi contoh hasilnya.

image

Pinjam fotonya, mas Fadly.

image

Beda fokus depan dan latar, ciamik!

Dugaan saya, software kamera akan mengambil gambar dua kali dalam jarak fokus yang beda. Dari perbandingan ketajaman kemudian Galaxy S5 berusaha menyimpulkan sendiri mana yang subyek utama, mana latar belakang. Yang dianggap latar belakang kemudian diburamkan. Apakah sempurna? Tentu tidak, namanya simulasi software pasti ada kekurangan dibandingkan fisik. Sudah terlalu teknis ya? Maaf, berhubung hobi kamera jadi keasikan.

Pengalaman selama memakai mengajarkan bahwa mode Selective Focus lebih enak dipakai untuk foto close up. Memotret teman yang berhadapan di meja makan, misalnya, cukup ideal. Tapi sekali lagi, ingat 3 syarat di atas untuk hasilkan foto yang mengejutkan!

Adakah Yang Perlu Diperbaiki?

Tidak ada ciptaan manusia yang sempurna, dan dengan seabreg kelebihan pun Samsung Galaxy S5 tak luput dari ketidaksempurnaan. Galaxy S5 ternyata cepat jadi hangat. Walau bukan jadi panas sekali, ini biasanya tidak terjadi di semua smartphone Samsung Galaxy lain milik saya. Semoga ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

image

Satu lagi keluhan, adalah penutup port USB yang untuk membukanya harus dicongkel dengan ujung kuku. Dalam rangka perlindungan akan air dan debu, Samsung memutuskan memasang penutup di tempat yang sering kita akses ini, masuk akal, namun agak khawatir juga apakah akan awet? Sejauh ini, penutupnya masih tampak kuat, semoga bertahan seterusnya. Selebihnya, bagi saya saat ini belum ada kekurangan berarti yang perlu dicatat.

Menurut Saya

Kameranya saja sudah memberi alasan kuat untuk naksir pada smartphone Android andalan Samsung di tahun 2014 ini, apalagi digabung dengan berbagai fitur praktis yang baru. Semua kemampuan ‘ajaib’ Galaxy S4 yang dihebohkan tetap hadir, namun Samsung tampaknya mendewasa. Sepertinya akhirnya memahami bahwa kita lebih butuh kemudahan memakai dan manfaat praktis ketimbang teknologi yang mirip sulap dan belum tentu kita pakai.

image

Untuk ‘flagship device’ dengan spesifikasi tinggi dan harga yang tidak murah, Samsung Galaxy S5 menjadi pilihan yang layak dilirik lebih dari sekali. Apakah ini cocok untuk Anda? Tentunya tiap orang beda, tapi semoga dengan tulisan ini, sudah lebih dapat gambaran. Terima kasih, sudah mampir dan membaca ulasan panjang ini. Jika ada pertanyaan, monggo diisi di kolom Comments.

JalanRaya: Mobil Pintar Ala Ford di Computex 2014 Taipei

image

Bayangkan, di suatu hari, di masa depan yang tidak terlalu jauh. Kita masuk ke mobil, taruh smartphone atau tablet di jok, dan tinggal mengemudi tanpa harus mengutak-atik peranti genggam lagi. App yang sedang jalan secara langsung bisa dikendalikan dibantu sistem yang disediakan mobil. Nggak lagi harus atur koneksi Bluetooth atau wifi dulu untuk dengar musik, nggak lagi mesti repot buka aplikasi lokasi untuk cari arah ke tujuan.

image

Begitu masuk mobil, aplikasi di peranti genggam terhubung dengan mobil, yang dikendalikan cukup dengan suara. Ketika mengemudi pun mobil langsung secara aktif mengawasi performa mesin dan juga kondisi lalu lintas, jika ada yang berhenti mendadak di depan, atau yang akan memotong kita di perempatan, sistem akan memberi peringatan dini dan menyiapkan tenaga pada rem. Bukan mobil robot, semua kendali masih di tangan kita yang mengemudi, namun sistem pintar bawaan mobil mempermudah dan membuat lebih aman semuanya.

AppLink, Jembatan Pengemudi ke Peranti

image

Kedengaran menarik? Buat saya, sangat menarik. Ini sekelumit gambaran visi Ford akan mobil pintar, yang dihadirkan dalam pamerannya di Computex 2014, Taipei. Kesemua teknologi di atas sudah ada, namun belum semua diterapkan secara penuh. Ada yang sudah mulai jadi fitur sejak setahun lalu, dan ada yang masih eksperimen. Bagian pertama dari skenario di atas sudah diwujudkan Ford lewat fitur AppLink dan SYNC yang diusung di beberapa model seperti Fiesta dan EcoSport. Dalam kesempatan undangan media dari Ford ke Computex 2014, saya dan beberapa rekan jurnalis mendapat kesempatan melihatnya langsung dalam peragaan eksklusif.

image

Kesan pertama, menjanjikan. Ketimbang, katakanlah, membuat sistem komputer personal sendiri dalam mobil, AppLink sekedar menjadi penghubung antara kita pengemudi, dan aplikasi yang berjalan di peranti genggam. Dalam sebuah Ford EcoSport, diperagakan bagaimana tanpa repot pengemudi langsung dapat mengendalikan app music streaming Pandora cukup dengan perintah bicara.

image

Akur dengan peranti iOS, Android dan Blackberry versi tertentu, nantinya pengembang aplikasi diharapkan juga bisa membenamkan fungsi yang bisa memanfaatkan AppLink dari Ford ini. Bukan hal baru, AppLink ini sudah dimulai sejak 2011 namun di Computex ini yang diangkat adalah kompatibiltasnya dengan beberapa app dan layanan baru. Kapan bisa berfungsi maksimal di Indonesia? Ah, itu yang belum terjawab.

V2V, Komunikasi Antar Kendaraan

Nah, yang baru dan mengesankan adalah teknologi komunikasi antar kendaraan yang dipamerkan Ford dalam demonstrasi hidup di Taipei. Ford Vehicle To Vehicle communications, atau singkatnya V2V, adalah teknologi komunikasi antar kendaraan yang menggunakan koneksi wifi. Kita bisa komunikasi antar mobil dan cuma sesama Ford? Pertanyaan itu yang muncul waktu pertama dengar, dan ternyata sangat keliru.

image

Komunikasi antar kendaraan ini adalah di mana satu mobil dengan yang lainnya saling berhubungan, memberi dan menerima data berkendara. Yang dikomunikasikan antar mobil ini adalah data lokasi, posisi, pergerakan, arah, kecepatan, perhentian. Jadi, mobil saya akan tahu di sekitarnya ada mobil di mana saja, ke arah mana, secepat apa, selambat apa, walau tanpa saya bisa melihat. Gunanya? Untuk peringatan dini, keamanan!

image

Nggak usah muluk mobil tanpa pengemudi seperti bikinan Google, ini masih sepenuhnya dikendalikan kita pengemudi dan jelas sekali berguna mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi karena situasi yang tidak terlihat oleh kita.

image

Dalam sebuah Ford Kuga di pelataran parkir depan Miramax di Taipei, beberapa tim media dari Asia Tenggara bergantian merasakan teknologi ini beraksi. Engineer dari Ford memberi penjelasan tentang sistem, lalu mengemudikan mobil ke arah persimpangan yang sisi kanannya tidak terlihat karena terhalang tembok.

image

Tepat menjelang persimpangan, peringatan dini V2V berbunyi membuat pengemudi menginjak rem, selamat dari satu lagi mobil yang ternyata melintas cepat dari balik tembok! Kaget, dan kagum! Jika semua mobil bisa begini, mestinya banyak kecelakaan yang bisa dicegah.

image

Apalah gunanya teknologi V2V ini kalau cuma dimiliki satu merek mobil? Untungnya, teknologi ini menjadi upaya bersama satu konsorsium 8 pabrikan mobil besar dunia, sehingga nantinya menjadi satu platform dasar yang universal. Saat ini memang masih merupakan eksperimen, tapi nantinya pembuat mobil bisa membangun aplikasinya sendiri di atas dasar sistem V2V ini.

Beauty, Beast, Brains. Ford Mustang.

image

Di tengah ribuan perangkat komputer yang dipamerkan di Computex, seperti nyeleneh, Ford memamerkan kembalinya sang legenda yang jadi salah satu ikon otomotif Amerika. Merah menyala dan garang, Ford Mustang 2015 dipamerkan dan mencuri perhatian banyak orang.

image

Dikenal sebagai ‘muscle car’ yang identik dengan tenaga besar dari mesin yang besar juga boros, kali ini Ford mau menunjukkan bahwa Mustang bukan hanya modal otot. Di dalamnya sudah tercangkok sistem komputer yang pintar memonitor dan mengelola performa, juga fitur canggih seperti SYNC, Communications Integrations System, ACC Active Cruise, ‘radar’ Blindspot Detection System yang bisa memberi peringatan dini dan banyak lagi. Sayang, media tidak diberi kesempatan untuk masuk memotret interior Mustang yang didesain bak kokpit pesawat.

image

Waktu kami di Taipei sangat singkat, dengan jadwal yang cukup padat. Andai saja lebih banyak waktu, akan menarik sekali mencoba lebih jauh demonstrasi V2V, apalagi di track yang lebih besar dengan skenario lain. Melihat video tentang teknologi ini, masih banyak skenario praktis yang mestinya bisa didemonstrasikan dengan aman.

image

Pada akhirnya, banyak teknologi menarik dari Ford, namun bagi kita pertanyaannya adalah, kapan bisa hadir dan dimanfaatkan maksimal di Indonesia? Pihak Ford mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar yang penting dan jelas menjadi sasaran mereka. Mengetahui popularitas peranti genggam pintar dan aplikasinya, fitur teknologi Ford diyakini bisa menjadi daya tarik.

Terima kasih pada Ford atas kesempatan menarik ini. Pastinya kita tunggu janjinya untuk menghadirkan fitur teknologinya di model mobil yang dirilis di Indonesia.

Panasonic Solar Lantern: Lentera dengan Pengisi Daya Tenaga Surya

Berawal dari kepedulian sosial Panasonic, dirancanglah sebuah lentera sederhana yang ditujukan untuk menghadirkan penerangan di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik. Kecil, praktis, dapat diposisikan dengan berbagai cara, Solar Lantern dapat menyala dengan kekuatan penuh selama 6 sampai 90 jam dalam 3 pengaturan berbeda. Ketika baterai habis, cukup mengisi daya dengan sinar matahari, menggunakan panel tenaga surya yang disediakan sebagai pasangannya. Sebuah solusi praktis, di kala tidak ada listrik.

image

 

Lampu Darurat yang ‘Imut’.
Sekilas, Panasonic Solar Lantern terlihat seperti mainan karena desainnya yang manis dan cenderung ‘imut’. Bahan plastik berwarna cerah mengingatkan kita pada kotak roti untuk bekal anak sekolah dan pegangan logam yang dapat diputar membuatnya semakin mirip dengan sesuatu yang cocok berada di dapur.
image

 

Di dalamnya, ada 5 lampu LED efisien yang bisa dinyalakan dengan 3 tingkat terang cahaya. Benda ke dua dalam paket adalah sebuah panel tenaga surya yang tampak kokoh dan serius, berbeda sekali dengan desain imut lentera nya. Dengan sinar matahari di cuaca cerah, panel dengan kekuatan 3.5 Watt ini dapat mengisi baterai lentera dari kosong hingga penuh dalam 6 jam.
image

 

Ada tiga mode tingkat kekuatan cahaya pada Solar Lantern. Paling rendah 6 lux, di atasnya ada mode 40 lux, dan akhirnya pada kekuatan penuh Panasonic mengklaim tingkat kecerahan 100 lux. Stamina baterai tentunya tergantung mode yang dipilih. Pada mode paling rendah, Solar Lantern bisa menyala 90 jam. Sementara itu untuk pencahayaan sedang dan maksimal masing-masing 15 dan 6 jam. Bagaimana performa nya?

Cahaya Lembut Di Tengah Kegelapan
image

 

Diuji dalam ruangan gelap total tanpa lampu dan jendela, mode paling rendah di Panasonic Solar Lantern nyaris tidak menyebarkan sinar ke mana-mana. Fungsinya lebih sebagai lampu tidur, sekedar menunjukkan posisi, atau untuk memudahkan mencarinya dalam gelap.

image

Pengaturan paling rendah.

 

Naik satu tingkat ke pengaturan sedang, Solar Lantern sudah bisa berfungsi sebagai lampu baca jarak dekat yang berguna. Tetap dengan penyebaran sinar yang minim, lentera ini cocok untuk membantu menulis atau membaca di meja dalam kegelapan.

image

Pengaturan sedang.

 

Baru di pengaturan maksimal dengan ke-5 LED menyala kekuatan penuh, Solar Lantern menunjukkan fungsi utamanya. Terutama efektif pada posisi digantung, ia dapat memberikan penerangan untuk ruangan kecil, sekitar 3 x 3 meter. Masih tidak terlalu benderang, namun sudah efektif menjadi lampu. Dalam pengujian pribadi, kekuatan maksimal bertahan sekitar 6 jam, sesuai klaim.

 

image

Pengaturan maksimal.

Panasonic Solar Lantern memang berbeda dengan banyak lampu darurat yang biasa kita temukan di toko. Kebanyakan yang tersedia entah menggunakan bohlam fluorescent atau ratusan LED dan dirancang untuk selalu tersambung ke listrik pengisi daya, baru menyala ketika listrik diputus. Terang sekali memang, namun pengisian daya bergantung pada listrik, atau baterai yang harus selalu dibeli. Tidak demikian dengan Solar Lantern.

Memberikan penerangan efisien tanpa listrik dan baterai, Panasonic Solar Lantern jadi solusi di daerah terpencil atau di daerah bencana. Tidak perlu khawatir dengan energi, karena baterai NiMH di dalamnya cukup diisi ulang dengan sinar matahari menggunakan solar panel nya. Tak perlu pula khawatir dengan lingkungan. Mampu bertahan dari debu dan percikan air, ia mengusung standard rating IP34.

 

Lentera, Juga Charger!
Dilengkapi dengan USB port, Panasonic Solar Lantern dapat juga mengalirkan daya lewat kabel USB. Spesifikasi mengatakan output USB dari Solar Lantern adalah 6,5V / 0,5A.
image

 

Panasonic mengklaim bahwa dalam waktu dua jam, Solar Lantern dapat mengisi penuh baterai ponsel berkapasitas 700mAh dan ketika lentera dalam posisi terisi penuh, dapat melakukan ini satu sampai dua kali.
Memang, output sangat kecil untuk mengisi peranti sekarang yang mulai butuh daya 1 sampai 2,1A, dan kapasitas baterai hape sudah di atas 1500mAh, namun dalam situasi darurat, ini sudah berguna dan dapat mengisi, asalkan peranti dimatikan. Tidak akan mampu mengisi penuh smartphone besar, namun memberi kemampuan mengisi sebagian, di lokasi di mana tidak ada listrik.
image

 

Kasarnya, ia dapat menjadi “powerbank” kecil kelas ringan, yang hanya perlu sinar matahari untuk mengisinya. Sempat dicoba, Solar Lantern mengisi setidaknya 12% batere smartphone yang habis total, dalam keadaan mati. Ini pun belum dicoba sampai habis, karena belum sempat.

 

Penyelamat di Situasi Darurat
Pada akhirnya, Panasonic Solar Lantern adalah sebuah produk yang menarik dan tak akan tergantikan ketika situasi menuntut. Dalam keadaan di mana kita tidak punya akses listrik maupun baterai, Solar Lantern menjadi solusi penyelamat. Untuk dibawa camping, jadi penerangan darurat di lokasi bencana, Panasonic Solar Lantern akan menunjukkan kemampuannya.

100,000 buah Solar Lantern sudah disumbangkan Panasonic di berbagai negara, untuk memberikan solusi penerangan di daerah terpencil yang belum terjangkau sambungan listrik. Belum lama ini, 1000 unit disumbangkan ke pedalaman Sumba, di mana manfaat lentera ini pasti akan sangat terasa. Ia bukan yang pertama, namun semoga semakin melebarkan jalan ke lebih banyak peranti yang menggunakan tenaga surya.

Unpacked 5: 5 Fitur Baru Andalan Samsung Galaxy S5

Berbeda dengan tahun lalu, saat Samsung meluncurkan Galaxy S4, kelahiran penerusnya terkesan lebih kalem. Tidak lagi dengan pertunjukan super heboh yang glamor, Samsung Galaxy S5 diumumkan Mobile World Congress 2014 di Barcelona, 24 Februari kemarin. Event besar untuk produk dan brand mobile ini memang tempat yang cocok. Presentasi pun to the point, tanpa banyak bumbu, bagi saya ini seperti menunjukkan fokus dan pendewasaan di bagaimana Samsung merancang smartphone andalannya.

Mendengarkan permintaan konsumen, Samsung tidak lagi mengumbar spesifikasi dan angka. Konsumen tidak terlalu menginginkan fitur yang rumit, namun yang sederhana dan terpakai, ini dikemukakan dalam presentasi. Samsung merangkumnya menjadi 5 point utama di Galaxy S5.

Desain “Modern Glam”

image

Mendengarkan masukan konsumen, desain jadi salah satu fokus utama pengembangan Samsung Galaxy S5. Sementara secara keseluruhan masih meneruskan rancangan seri S, perbedaan paling terlihat di punggung S5 yang tampak memiliki tekstur berperforasi, atau terkesan seperti lubang-lubang kecil. Hadir dengan 4 warna, Samsung membahasakan desain Galaxy S5 sebagai modern glam.

Kamera Yang Lebih Mudah

image

Lebih cepat dan lebih mudah, inti pengembangan kamera di Samsung Galaxy S5.

Bukan sekedar menambah fitur, Samsung kali ini memudahkan konsumen di sisi kamera. Fitur ‘Shot & More’ misalnya, kita tidak usah bingung memilih moda pemotretan. Tinggal jepret, dan Galaxy S5 akan memberikan kita pilihan mode setelahnya. Tujuan utama Samsung di kamera Galaxy S5 adalah menghasilkan foto sebaik yang diinginkan dengan semudah mungkin. Karena itu, kemampuan autofocus pun didongkrak dengan yang namanya Phase Detection Autofocus. Ini biasanya dipakai di kamera DSLR, dan berkat ini, Samsung Galaxy S5 hanya butuh 0,3 detik untuk fokus.

image

Tak perlu lagi menunggu proses untuk melihat hasil HDR.

Kemampuan HDR pun sudah dilakukan realtime. Jika dulu kita harus menunggu proses sebelum melihat seperti apa hasil jepretan HDR, di Galaxy S5 sudah langsung ditampilkan saat mengambil gambar. Kemampuan HDR realtime ini pun katanya tersedia untuk perekaman video.

image

Obyek utama terfokus dan latar belakang blur, kemampuan yang dijanjikan di Galaxy S5.

Satu lagi fitur menarik adalah Selective Autofocus dimana Galaxy S5 memungkinkan kita memilih titik fokus saat memotret, kemudian membiarkan latar belakangnya blur. Efek bidang fokus dangkal yang dijanjikan mirip dengan DSLR. Seberapa bagus penerapannya? Kita tunggu uji pakai setelah peluncuran nanti. Dan terakhir, walau ukuran megapixel bukan patokan sebuah kamera, Samsung menaikkan besar sensor di Galaxy S5 ke 16 megapixel.

Konektivitas
Ketersambungan adalah tujuan kita menggunakan telepon seluler, dan ini salah satunya dibatasi oleh ketahanan batere. Untuk menjamin kemampuan komunikasi bahkan di saat batere menipis, Galaxy S5 menyediakan fitur Ultra Power Saving. Kapan pun diaktifkan, fitur ini akan mematikan semua kemampuan seluler kecuali telepon dan sms, sementara layar dijadikan hitam putih. Klaim Samsung, dengan sisa 10% batere, Ultra Power Saving bisa menyalakan Galaxy S5 untuk standby selama 24 jam!

image

Dapat diaktifkan kapan saja, Ultra Power Saving akan mengirit batere.

Bicara soal LTE, Samsung mengatakan bahwa Galaxy S5 dapat cocok dengan jaringan 4G manapun di dunia. Kita belum tahu, apakah nantinya Galaxy S5 untuk Indonesia juga sudah siap 4G, karena yang sudah-sudah, kita kebagian versi 3G. Karena memang sampai saat ini belum ada layanan telepon seluler 4G yang berjalan di Indonesia.

Lebih Terlindungi dan Aman

image

Tahan terhadap siraman air dan debu, Samsung Galaxy S5 mengusung standar IP67

Satu lagi yang baru di Samsung Galaxy S5, water & dust resistant IP67. Tahan terhadap percikan air dan debu, salah satu fitur yang dianggap Samsung akan menambah kenyamanan pemakai. Tidak lagi perlu takut akan guyuran hujan ataupun shower sesaat, namun, bukan berarti waterproof yang tahan dibawa menyelam atau dicelupkan dalam air. Tampaknya, port USB di Galaxy S5 diberikan penutup untuk mencegah air atau debu masuk.

image

Sensor sidik jari di Samsung Galaxy S5 bukan hanya untuk sekuriti.

Dari sisi keamanan, yang baru adalah pemindai sidik jari. Terletak diantara kaki layar dan tombol home, sidik jadi nantinya akan dapat digunakan untuk membuka kunci layar Galaxy S5. Lebih jauh, katanya kita bisa mengatur mode privacy, yang mana isinya hanya akan terlihat bagi kita setelah memindai sidik jari. Samsung juga tampaknya bekerja sama dengan Paypal untuk pembayaran online, dimana konfirmasi identitas kita dilakukan dengan sidik jari.

Terakhir, pengamanan dari si kecil. Terkesan lucu, namun fitur ini dapat berguna bagi orang tua. Dengan ‘Kids Mode’, Samsung Galaxy S5 hanya menampilkan aplikasi dan kendali yang aman untuk anak-anak. Apakah sudah dirancang aplikasi anak-anak juga? Kita lihat nanti.

Teman Berolahraga

image

Sensor pengukur detak jantung tepat di samping flash Samsung Galaxy S5.

Pertama di smartphone, Samsung Galaxy S5 menghadirkan pengukur detak jantung di punggung nya. Cukup dengan meletakkan jari pada Heart Rate Sensor di dekat flash kamera, Galaxy S5 akan segera mengukur detak jantung kita, dan juga mencatatnya. Ini kemudian menjadi bagian dari fitur S Health yang sudah hadir sejak Galaxy S4.

Samsung Gear Fit, fitness tracker & smartwatch yangmencuri perhatian.

Samsung Gear Fit, fitness tracker & smartwatch yangmencuri perhatian.

Sedang senang lari? Berolahraga tampaknya semakin jadi kegiatan yang disukai banyak orang, apalagi sejak hadirnya smartphone juga aplikasi yang dapat memonitor olah raga kita. Samsung Galaxy S5 akan semakin lengkap lagi dipandu dengan dua smartwatch baru dan fitness tracker nya, Gear Neo dan Gear Fit. Sementara Gear New adalah penerus Galaxy Gear, yang mencuri perhatian adalah Gear Fit yang bentuknya lebih cantik walau diutamakan untuk memonitor kebugaran. Kedua ‘jam tangan’ pintar ini sudah dilengkapi pengukur denyut nadi di punggungnya.

Menanti Peluncuran
Sampai dengan rilisnya nanti pada bulan April, baru ini saja yang bisa kita rangkum tentang Galaxy S5 dari event Samsung Unpacked 5. Akankah seri andalan Samsung ini sebaik yang dijanjikan? Kita lihat nanti. Banyak spekulasi dan prediksi yang muluk dipatahkan dalam pengumuman ini. Yang pasti, senang melihat bagaimana Samsung kini lebih terfokus akan fitur-fitur yang memang penting dan jelas terpakai secara nyata oleh konsumen.

Penasaran? Lihat video ‘first look’ dari Samsung Galaxy S5 dan Gear Fit ini, atau kunjungi microsite resminya.

Salah Pengertian Soal DM di Twitter

image

Sepertinya cukup banyak yang mengira bahwa Twitter akan membuat siapapun bisa saling berkirim DM, walau belum tentu saling follow.

Itu salah.

Yang bener itu:

Twitter akan memberikan opsi setting, untuk membuat akun kita bisa menerima DM dari follower yang nggak kita follow.

Kalau opsi itu nggak kita pilih, ya kita tetap nggak bisa menerima DM dari akun follower yang nggak kita follow.

Lebih lengkapnya, baca di Daily Social:
http://en.dailysocial.net/post/twitter-is-allowing-people-to-receive-direct-messages-from-followers