Review: Samsung Galaxy S4 VS Samsung Galaxy Note 3, Pilih Mana?

Kalau ulasan teknis dan review mendalam, pasti udah banyak sekali. Tinggal ngeGoogle “Galaxy S4” dan “Galaxy Note 3”, berderet artikel tentang ke dua Android jagoan Samsung di tahun 2013 ini. Seperti biasa, karena yang teknis sudah bejibun, di sini saya mau bahas dan membandingkan keduanya tanpa kebanyakan angka, berdasarkan pengalaman pribadi memakai. Semoga bisa membantu yang sedang bingung memilih. Yuk ah.

Image

Samsung Galaxy S4 & Samsung Galaxy Note 3

 

Mana Yang Lebih Nyaman Dipakai?

Sepertinya memang sudah jadi tradisi, Samsung memberi penerus seri Galaxy nya layar yang lebih besar namun tidak membuat keseluruhan ukuran membengkak. Betul, ukuran layar Galaxy Note 3 lebih besar dari Galaxy Note 2, namun tubuhnya hanya sedikit lebih panjang, sementara profilnya semakin tipis dan bobotnya semakin ringan.

Perbandingan ukuran, Galaxy S4 di atas Galaxy Note 3.

Perbandingan ukuran, Galaxy S4 di atas Galaxy Note 3.

Berbeda dengan sebelumnya, Samsung memberikan rancangan penutup punggung yang cantik di Galaxy Note 3. Tetap berbahan dasar plastik, back cover Galaxy Note 3 dibuat bertekstur ala kulit bahkan lengkap dengan pola mirip jahitan di pinggirnya. Cantiknya desain adalah satu hal, namun nilai plus terbesar rancangan ini adalah, punggungnya tidak lagi licin di tangan seperti Galaxy lainnya.

Image

Desain punggung baru, cantik dan tidak lagi licin di pegangan.

Hal yang sama mengenai luas layar dan ukuran bodi, peningkatan ukuran layar Samsung Galaxy S4 dari S3 lebih besar dibandingkan Galaxy Note 2 ke Galaxy S3, namun dengan cermat Samsung berhasil mengemasnya dalam ukuran yang nyaris sama. Secara ukuran, Galaxy S4 bahkan lebih tipis dan ringan dibanding S3, sangat mengesankan dan nyaman di genggaman maupun dikantongi. Bezel plastik yang diberi aksen chrome mengelilingi tubuh S4 dengan tekstur yang tegas dan rancangan ini diwariskan ke Galaxy Note 3. Desain punggung Samsung Galaxy S4 tidak terlalu berbeda dengan pendahulunya, masih terbuat dari plastik namun diberi pola dan bukan polos. Sayangnya, seperti pendahulunya, ia mudah sekali menjadi licin ketika tangan berkeringat.

Image

Penutup punggung Galaxy S4 dengan motif baru, namun masih licin.

Pemenang: Seri

Ringkas dan ringan, Galaxy S4 bukan hanya nyaman digenggam dan dikantongi, ia juga mudah dipakai dengan satu tangan saja. Tentunya ini bukan pengetahuan baru. Luasnya layar seri Note memang dalam banyak hal menuntut pemakaian dua tangan dan bagi sebagian mungkin terlalu besar dikantongi, namun punggungnya yang tidak lagi licin adalah hal yang penting dalam hal kenyamanan. Dulu saya memenangkan Galaxy S3 di atas Note 2 dalam hal ini, namun untuk Galaxy S4 dan Note 3, keduanya bisa dibilang seri.

 

Layar Sudah Sama-sama Full HD, Mana Yang Lebih Cantik?

Luas tampilan yang semakin besar di Galaxy Note 3 untungnya juga dibarengi penambahan resolusi dibanding generasi sebelumnya.Peningkatan ketajaman tampilan HD di Galaxy Note 2 ke Full HD pada Galaxy Note 3 sangat amat terasa. Semua tampak jauh lebih detail dan sangat tajam. Melihat ini, rasanya memang sudah seharusnya ukuran layar sebesar ini mempunyai resolusi Full HD. Melihat lagi layar Galaxy Note 2 saya, jadi terasa kuno.

Image

Layar Galaxy Note 3 lebih besar dan lebih tajam daripada generasi sebelumnya.

Sementara itu, peningkatan ketajaman tampilan di Galaxy S4 dari S3 tetap terasa walau tidak sedramatis seri Note. Ini karena walau dulu S3 hanya mengusung resolusi HD, ukuran kecilnya membuat semuanya sudah tampak cukup rapat dan tajam. Melihat tampilan layar Galaxy S4 yang sudah Full HD dan sangat kinclong nggak akan serta merta membuat layar kakaknya menjadi sangat kalah.

Image

Resolusinya sama dengan Galaxy Note 3, namun karena lebih kecil, Galaxy S4 tampak lebih tajam.

Pemenang: Galaxy S4

Apa sih HD dan Full HD itu? Gini deh gampangnya. Kalau HD itu sisi pendek layar digambar dengan 720 titik, sementara Full HD itu 1080. Lebih banyak kan? Nah, baik Samsung Galaxy S4 maupun Note 3 sudah sama-sama Full HD, tapi layar Galaxy S4 jauh lebih kecil sehingga tampilan di layar tampak lebih tajam jika dibandingkan. Yah ibaratnya TV di rumah, yang 21 inci kelihatan lebih tajam daripada yang 32 inci, kan? Tinggal pilih, mau tajam gambar atau layar luas.

 

Sama-sama Pakai Prosesor 8 Core, Mana Yang Lebih Pintar?

Duh, bahasan satu ini sebetulnya cuma kedoyanan orang yang butuh tenaga lebih dari sekedar ngejalanin apps biasa. Entah yang suka sekali dengan game 3D atau memang terobsesi dengan kecepatan operasi. Smartphone Android andalan Samsung sampai saat ini adalah seri Galaxy S. Semua yang terbaik dan terbaru biasanya ditanamkan ke dalam Galaxy S tiap tahunnya, namun beberapa bulan kemudian keluarlah seri Note terbaru dengan spesifikasi teknis yang lebih baru dan lebih tinggi lagi.

Prosesor 8 Core andalan Samsung.

Prosesor 8 Core andalan Samsung.

Seperti yang sudah-sudah, hal yang sama juga berlaku pada prosesor Samsung Galaxy Note 3 yang lebih baru, cepat juga bertenaga dibandingkan Galaxy S4. Soal ‘jeroan’, soal ‘mesin’, Galaxy Note tiap tahunnya kebagian yang paling sangar. Tapi ya nggak heran, namanya juga rilis belakangan, dan lagi untuk segala fiturnya, seri Note memang sebaiknya punya tenaga lebih.

Pemenang: Galaxy Note 3

Sepertinya sudah hal yang pasti, dirilis belakangan dan mengusung fitur segudang, Samsung selalu membekali smartphone seri Note nya dengan jeroan yang paling baru dan bertenaga. Catatan penting, walaupun kalah secara teknis, dalam pemakaian sehari-hari untuk berbagai app standar, Galaxy S4 terasa sama cepat dan lincahnya dengan Galaxy Note 3.

 

Kamera, Siapa Yang Lebih Bagus?

Ya iya lah, sudah tentu hasil jepretan tergantung siapa yang motret, tapi yang dimaksud di sini adalah kemampuan kameranya. Dan ini penting! Dari sekian banyak peningkatan kemampuan smartphone tiap generasi, apa yang biasanya paling terasa dalam pemakaian? Kamera? Prosesor boleh makin cepat, tapi belum tentu terasa, kalau hasil jepretan kamera, jelas terlihat.

Selain modul kamera sama, mode foto pun hampir sama persis.

Selain modul kamera sama, mode foto pun hampir sama persis.

Memotret dan belakang picture in picture, fitur ini hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Memotret dan belakang picture in picture, fitur ini hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Galaxy Note 3 dan Galaxy S4 , mampu merekam video HD depan belakang secara split screen.

Galaxy Note 3 dan Galaxy S4 , mampu merekam video HD depan belakang secara split screen.

Sementara berbeda berbeda dalam banyak hal, Samsung memberi modul kamera yang sama pada Galaxy S4 maupun Note 3. Keduanya mengusung sensor 13 megapixel, jauh lebih tinggi daripada generasi sebelumnya yang 8 megapixel. Fitur kamera pun hampir sama dalam banyak hal, dari Auto sampai Picture in Picture bahkan split screen dimiliki keduanya. Rasanya hanya satu kelebihan pada Galaxy Note 3 yaitu Surround Shot yang belum ada di S4. Lucu sih, cuma ya nggak penting sama sekali.

Pilihan fitur video yang sama antara Galaxy Note 3 dan S4

Pilihan fitur video yang sama antara Galaxy Note 3 dan S4

Untuk video, baik S4 maupun Note 3 memberi pilihan yang lumayan lengkap. Kali ini sudah mampu merekam slow motion dengan lumayan mengesankan, dan baik kamera belakang maupun depan dapat merekam dengan resolusi Full HD. Memutar rekaman video di TV LCD jadi sangat mengesankan karena layar penuh dan gambar lebih tajam. Kecuali ya, kalau merekam videonya dengan posisi vertikal, jadi percuma.

Pilihan video slow motion di Samsung Galaxy Note 3.

Pilihan video slow motion di Samsung Galaxy Note 3.

Opsi video slow motion pada Galaxy S4, sama persis.

Opsi video slow motion pada Galaxy S4, sama persis.

Ada satu hal yang unik pada kemampuan kamera video Samsung Galaxy Note 3. Khusus di Galaxy Note 3 versi internasional yang berkemampuan 4G dan memakai prosesor Qualcomm Snapdragon, kameranya bisa merekam video dengan resolusi 4K! Apa lagi tuh 4K? Di atas tadi sudah dijelaskan soal Full HD, kan? Nah 4K ini ketajamannya 4 kali Full HD. Luar biasa.

Pemenang: Seri

Secara umum, kemampuan kamera Galaxy S4 sama dengan Galaxy Note 3. Memang, mode Surround Shot tidak dimiliki S4 namun rasanya nggak terlalu penting. Di lain pihak, beberapa reviewer luar negeri yang menguji kamera S4 dan Note 3 secara detail mengatakan kualitas jepretan S4 ternyata justru sedikit lebih bagus daripada Note 3, tapi saya sendiri belum merasakan.

 

Inovasi dan Fitur Baru, Mana Yang Unggul?

Coba kita ingat-ingat beberapa fitur baru yang diangkat Samsung ketika akan meluncurkan Galaxy S4.  Cukup dengan menggerakkan tangan di atas sensor tanpa menyentuh layar kita bisa mengintip notifikasi, menerima telepon, scroll halaman web dan bergerak antar foto. Fitur yang mungkin digemari orang yang suka makan Padang dengan tangan sambil melihat smartphone nya ini dinamai Air Gesture. Setelah hadir di S4, fitur bebas sentuh ini juga melengkapi Galaxy Note 3.

Air Gesture, kendali "tanpa sentuh" Galaxy S4 sama dengan Galaxy Note 3.

Air Gesture, kendali “tanpa sentuh” Galaxy S4 sama dengan Galaxy Note 3.

Jpeg

Air Gesture memungkinkan preview foto tanpa jari harus menyentuh layar.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Fitur Smart Screen yang sama hadir di keduanya.

Fitur Smart Screen yang sama hadir di keduanya.

Layar pun menjadi lebih pintar dengan beberapa fitur Smart Screen yang diperkenalkan di Galaxy S4.  Hanya dengan menggerakkan kepala ke bawah, halaman web bisa otomatis scroll ke bawah. Sementara ketika memasang video, pemutar akan secara otomatis pause ketika melihat kita sedang memalingkan pandangan dari layar. Ini semua tentunya di atas fitur generasi sebelumnya yang pastinya tetap hadir seperti Smart Stay dan Smart Rotate. Ini pun ditemukan di Galaxy Note 3.

Kelebihan Galaxy Note 3 adalah Air Command, yang memang khusus untuk pena digitalnya.

Kelebihan Galaxy Note 3 adalah Air Command, yang memang khusus untuk pena digitalnya.

Sudah pasti, Samsung Galaxy Note 3 memiliki kelebihan eksklusif di fitur terkait pena digital S-Pen nya. Dan berita baiknya, Samsung menyederhanakan banyak cara pakai S-Pen sehingga yang awam pun akan cepat mengerti tanpa harus belajar.

Sebelumnya di Galaxy Note 2 begitu banyak fitur S-Pen yang mubazir karena cara pakainya menuntut kita belajar dulu dari petunjuk. Dulu harus tahu hal seperti menekan tombol S-Pen sambil menahannya di layar, orang jadi sulit hafal. Sekarang tidak lagi, semua jadi gampang tanpa perlu hafal caranya.

Entah itu mau membuat catatan, menulis di atas tampilan layar, mengkrop gambar dengan S-Pen, kini jadi lebih mudah di Galaxy Note 3. Begitu cabut pena, langsung keluar menu Air Command dan tinggal pilih apa yang mau kita lakukan.

Begitu S-Pen dicabut, Galaxy Note 3 langsung tampilkan menu Air Command.

Begitu S-Pen dicabut, Galaxy Note 3 langsung tampilkan menu Air Command.

Mau menulis di atas apapun yang ditampilkan layar? Tinggal pilih.

Mau menulis di atas apapun yang ditampilkan layar? Tinggal pilih.

Multi window, yang bikin kita bisa buka dua app berbarengan di satu layar jelas ada di Galaxy S4 dan Galaxy Note 3. Sudah biasa lah itu, tapi Samsung memberikan satu lagi yang baru di Galaxy Note 3. Kita bisa membuka app dengan window seukuran yang kita mau, di mana saja, menggunakan S-Pen.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar Galaxy Note 3!

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar Galaxy Note 3!

Memang, ukuran besar Samsung Galaxy Note 3 bukan tanpa tujuan, yaitu menjadi buku tulis saku digital. Banyaknya fitur S-Pen dan pengembangannya termasuk mengesankan, namun yang lebih penting bukan soal banyaknya fitur, tapi kemudahan memakainya.

Kembali ke fitur yang sama-sama dimiliki oleh kedua jagoan Samsung ini, yang menyukai olahraga mungkin akan senang dengan fitness tracking app S-Health yang sudah dipasang dari pabrikan, sementara yang malas dan lebih suka nonton TV seperti saya akan dipuaskan dengan kemampuan WatchOn membuat handset menjadi remote control.

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga dengan S Health.

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga dengan S Health.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga. Hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga. Hadir di Galaxy S4 dan Note 3.

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Percaya atau tidak, ini baru sekedar kulit dari bahasan fitur di Samsung Galaxy S4 dan Note 3. Terlalu banyak fitur untuk dibahas dalam satu ulasan, dan bahkan mungkin ada yang belum saya coba.

Pemenang: Galaxy Note 3

Bukan berarti Galaxy S4 kurang fitur, namun memang Galaxy seri Note akan selalu punya lebih banyak fitur karena dua hal. Pertama, Galaxy Note 3 memiliki S-Pen yang membawa beberapa kemampuan ekstra. Ke dua, secara urutan rilis tiap tahunnya pun Galaxy Note selalu belakangan setelah Galaxy S, jadi wajar kalau ada penambahan baru. Untuk pengguna yang rajin mencoba dan memaksimalkan smartphonenya, akan puas dengan Galaxy Note 3.

 

Stamina Batere, Siapa Yang Lebih Kuat?

Layar semakin besar, prosesor semakin bertenaga, fitur semakin banyak, pastinya juga menuntut lebih banyak daya. Mengantisipasi ini, kapasitas batere di Samsung Galaxy Note 3 sedikit lebih besar daripada Galaxy Note 2 yang reputasinya cukup tahan lama. Sementara kita bisa mencari hasil uji teknis yang ilmiah, saya bisa melaporkan bahwa batere di Samsung Galaxy Note 3 tidak mengecewakan. Pemakaian smartphone saya cukup berat, karena banyak memakai app untuk berbagai fungsi, dan sejauh ini setidaknya Galaxy Note 3 bisa bertahan dari pagi sampai sore. Sedikit lebih boros daripada Galaxy Note 2, namun sama-sama cukup charge sekali dalam sehari.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Antisipasi serupa juga dilakukan Samsung pada Galaxy S4 yang serba lebih dalam hal teknis dibanding kakaknya, Galaxy S3. Lagi-lagi bukan tes ilmiah dan sekedar berdasar pola pemakaian saya, batere Galaxy S4 lumayan kuat bertahan sampai siang-sore.  Secara umum, stamina batere Galaxy S 4 bukan termasuk yang sangat panjang namun pastinya bukan smartphone yang boros.

Pemenang: Galaxy Note 3

Sama juga seperti seri sebelumnya, stamina batere Samsung Galaxy Note 3 mengalahkan Galaxy S4. Mungkin satu keuntungan dari ukuran bongsor seri Note, bisa memuat batere yang lebih tinggi kapasitasnya daripada seri S. Pada akhirnya walau memang kalah dibandingkan Note 3, Samsung Galaxy S4 pun tidak termasuk smartphone yang boros batere.

 

Port USB, Ada Yang Beda?

Kedua smartphone ini dapat dicharge dengan colokan Micro USB, menggunakan charger dengan kapasitas 2MAh. Tapi ada satu hal baru diberikan Samsung di Galaxy Note 3, port nya sudah menggunakan USB 3.0!

Samsung Galaxy Note 3 di kanan sudah menggunakan port Micro USB 3.0

Samsung Galaxy Note 3 di kanan sudah menggunakan port Micro USB 3.0

Dengan sambungan USB 3.0, kita bisa melakukan transfer data jauh lebih depat, tentunya dengan peranti lain yang juga menggunakan USB 3.0. Memindahkan file, atau melakukan sync antara Galaxy Note 3 dengan komputer akan jadi lebih gesit. Dan walau sudah USB 3.0, kita tetap bisa menancapkan Micro USB 2.0 yang biasa di sisi kanannya.

 

Dan Pada Akhirnya

Sementara yang satu dirancang sebagai smartphone canggih yang ringkas dan kaya fitur, satu lagi dirancang untuk juga bisa menjadi buku catatan digital yang besarnya mendekati tablet. Di sini kita bandingkan murni karena mungkin aja ada yang sedang bingung milih di antara keduanya. Sebetulnya masih banyak lagi hal yang bisa jadi pertimbangan, namun kita rangkum dulu di sini. Jadi bagaimana dong kesimpulannya, siapa yang menang?

Samsung Galaxy S4

Samsung Galaxy S4

Samsung Galaxy S4 mungkin pilihan utama yang membutuhkan smartphone ringkas, canggih, kaya fitur dan nyaman dipakai dengan satu tangan. Nggak butuh layar besar, atau mungkin sudah punya tablet, rasanya akan cocok. Kameranya sama dengan Galaxy Note 3, bahkan ada reviewer yang bilang hasilnya lebih bagus. Stamina batere cukup baik, nggak akan terlalu merepotkan. Harganya yang lumayan jauh di bawah Galaxy Note 3 membuatnya patut dipertimbangkan.

Samsung Galaxy Note 3

Samsung Galaxy Note 3

Samsung Galaxy Note 3 adalah alat kerja yang luar biasa bermanfaat bagi para power user yang menginginkan smartphone nya bisa menjadi apa saja termasuk buku catatan digital. Mereka yang selalu mengandalkan pena dan kertas dalam mencatat apapun baik itu meeting atau hal lainnya akan sangat menghargai kemampuan Galaxy Note 3 yang semakin mudah dipakai. Ia memang besar, tapi dengan tujuan jelas dan stamina batere yang mengimbangi. Harganya termasuk tinggi, tapi masih bisa dimaklumi mengingat semua kemampuannya.

Samsung Galaxy S4 VS Galaxy Note 3.

Samsung Galaxy S4 VS Galaxy Note 3.

Pilih yang mana? Kembali ke kebutuhan dan juga anggaran kita masing-masing. Smartphone kelas high end seperti ini tidaklah murah, jadi cermatlah sebelum membeli. Jangan sampai mubazir, pilih hanya yang benar-benar akan kita pakai semua fungsinya secara maksimal.

Iklan

Berkenalan dengan Samsung Galaxy Note 3

Image

Brand New Samsung Galaxy Note 3 Unboxed

Setahun memakai Samsung Galaxy Note 2 membuat saya menjadi penggemar seri ini. Besar dan bongsor bagi kebanyakan orang, bagi saya sekarang malah sebaliknya. Sekarang jadi sulit untuk menyukai smartphone dengan layar di bawah ukurannya, mata sudah termanjakan layar luas dan lagi, kemampuannya menjadi buku tulis digital. Sebelum masuk ke ulasan pengalaman menggunakan, di sini kita berkenalan dulu dengan jawara Samsung yang memiliki spesifikasi teknis tertinggi tahun ini. Namun seperti biasa, di sini, kita nggak akan bahas angka dan berbagai istilah teknis yang asing. Buat yang mencari spesifikasi teknis, link ada di akhir tulisan.

Lebih Besar adalah Lebih Kecil

Image

Samsung Galaxy Note 3 VS Galaxy Note 2

Sepertinya ini menjadi pola bagi Samsung, layar semakin besar namun bodi semakin ramping juga ringan. Sekilas mungkin tidak terlihat, tapi layar Samsung Galaxy Note 3 lebih besar daripada Galaxy Note 2, tanpa membuat tubuhnya lebih besar ataupun berat. Kalaupun ia lebih panjang sedikit, ketipisan dan keringanan mengimbanginya dengan baik.

Image

Layar Super AMOLED 5,7 inci dengan resolusi Full HD 1080p.

Apalah layar yang lebih besar jika tak diiringi tampilan yang lebih baik? Tak hanya lebih besar daripada pendahulunya, layar Samsung Galaxy Note 3 memiliki resolusi Full HD. Rasanya, kerapatan resolusi ini sudah lebih dari cukup untuk sebuah smartphone.

Lebih Mewah dengan Desain Baru

Siluet muka Galaxy Note 3 lebih mirip seri pertamanya ketimbang Galaxy Note 2. Lebih ‘kotak’, namun tetap berlekuk sehingga nyaman di genggaman. Bezel plastik yang dilapisi cat berkesan chrome dengan garis-garis tipis mengelilingi sisinya, rancangan yang senada dengan Galaxy S4. Walau cantik, saya memilih melindungi bezel ini dengan soft jacket karena keringat tangan saya selalu mengikis cat.

Image

Samsung Galaxy Note 3 lebih persegi namun tetap berlekuk.

Image

Bezel plastik bernuansa chrome mengelilingi tubuh Samsung Galaxy Note 3

Memang, mayoritas pemilik akan memakaikan casing pelindung pada smartphonenya. Plastik, logam ataupun kaca, terbuat dari apapun bodi si hape, hal yang pertama kita lakukan setelah membeli adalah mencari jaket pelindung. Samsung Galaxy Note 3 tetap menggunakan bahan baku plastik, namun kali ini desain punggungnya begitu menarik hingga untuk pertama kalinya saya merasa berat hati untuk membungkusnya dengan jaket silikon.

Image

Rancangan punggung Galaxy Note 3 memang cantik.

Penutup punggung terbuat dari plastik dan diberi tekstur ala kulit, lengkap dengan jahitan di tepiannya. Tampilannya begitu real, tak sedikit yang mengira ini kulit sintetis. Rasanya, ini rancangan punggung Samsung Galaxy yang paling elegan sejauh ini.  Di luar penampilan menawannya, ada satu hal penting: ia tidak lagi licin di tangan seperti seri sebelumnya. Sebagian malah memilih tidak memakaikan jaket karena sudah nyaman dengan rancangan baru ini.

Pena Digital Yang Jauh Lebih Mudah

Samsung selalu melengkapi smartphone seri Galaxy Note nya dengan stylus S-Pen untuk menulis catatan, menggambar di atas foto, mencorat-coret di atas peta, menyalin gambar apapun yang ada di layar untuk ditempelkan. Namun cara seperti “tekan tombol S-Pen sambil menekan layar” atau “tarik garis lurus ke atas sambil menekan tombol S-Pen untuk mengeluarkan Quick Command” pada generasi sebelumnya sepertinya sulit diingat pengguna kasual. Menyadari, Samsung menyederhanakan semuanya di Galaxy Note 3.

Image

Tekan tombol S-Pen dekat layar untuk mengeluarkan menu Air Command.

Apapun yang mau dilakukan dengan S-Pen, cukup dengan memegangnya di atas layar dan menekan tombol untuk memilih menu. Air Command, nama yang diberikan Samsung untuk fitur ini, karena S-Pen tak perlu menyentuh layar. Jauh lebih mudah, siapapun akan ingat. Menulis di layar, memotong gambar, membuat catatan, semua hanya dipilih dengan satu klik. Sederhana!

Image

Mau menulis di atas layar? Tinggal pilih dari menu Air Command.

Penyederhanaan pena digital S-Pen di Galaxy Note 3 bukan hanya di pemakaiannya, namun juga bentuknya secara fisik. Sebelumnya, S-Pen harus dimasukkan dengan satu posisi yang benar, namun dengan bentuk yang sekarang pemakai bisa dengan cepat menyarungkan stylusnya dengan dua arah.

Jpeg

Galaxy Note 3 VS Galaxy Note 2: Punggung dan stylus S-Pen.

Jpeg

S-Pen milik Galaxy Note 3 tidak hanya bisa dimasukkan satu arah seperti pendahulunya.

Beberapa fitur lama digantikan di Galaxy Note 3, seperti pop-up browser yang bisa menampilkan jendela browser di mana saja sekarang menjadi fitur khusus S-Pen. Misalkan kita ingin membuat satu window kecil yang menampilkan app YouTube di atas app apapun, kita tinggal menggambar ukuran jendelanya.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Gambarkan ukuran jendela app yang kita ingin tampilkan di atas app lain.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

Pilih app apa yang kita inginkan di jendela tersebut.

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar!

App kemudian tampil di jendela, di atas apapun tampilan layar!

Fitur khas Multi Window masih tetap ada, lalu untuk apa yang satu ini? Bagi yang suka memakai Galaxy Note untuk mencatat, ini cukup berguna ketika perlu membuka sesuatu sambil menggunakan S-Note tanpa harus memaksa kita membuka multi-window yang ukurannya dibatasi.

Gunakan Jari, Tanpa Menyentuh!

Ingat bagaimana di Galaxy Note 2 kita bisa menggunakan stylusnya untuk melakukan preview foto dan video tanpa harus menyentuh? Dulu rasanya sudah kagum sekali dengan fitur yang diberi nama Air View ini, tapi Galaxy Note 3 membawanya selangkah lebih maju. Tidak perlu pakai S-Pen, cukup dengan jari yang tidak menyentuh layar, kita bisa melakukan beberapa hal.

Jpeg

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar, untuk preview foto.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Dekatkan jari tanpa menyentuh layar pada browser, untuk zoom.

Mengintip isi folder foto, membuka preview foto di galeri, cukup dengan jari yang tak perlu menyentuh layar. Lebih dari itu, pada browser, jari mengambang di atas layar akan memperbesar bagian yang ditunjuk. Sekali lagi, hanya dengan jari, tanpa perlu menyentuh layar.

Kendalikan Perangkat Audiovisual, Tanpa Banyak Remote

Seperti halnya Galaxy S4 dan Galaxy Note 8, Samsung melengkapi Galaxy Note 3 dengan blaster infra merah yang bisa menjadi remote control berbagai perangkat audio visual. TV, DVD, home theater dan sound system dari berbagai merek dapat dikendalikan lewat aplikasi WatchOn.

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Remote control universal bisa kendalikan banyak merek audio video!

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Menjadi remote control untuk TV, DVD, Decoder TV berlangganan.

Terutama bagi yang memiliki TV berlangganan, aplikasi ini juga dapat mengendalikan set top box atau decoder TV berbayar. Belum cukup? Semua jadwal acara bahkan bisa diakses di smartphone.

Semua Fitur Kamera Terbaru

Diantara semua fitur smartphone, salah satu yang terpenting adalah kamera. Dari model ke model, produsen selalu berusaha meningkatkan kemampuan kameranya. Lebih dari sekedar meningkatkan jumlah pixel, fitur dan moda yang disediakan turut menjadi daya tarik utama dan Samsung Galaxy Note 3 tidak mengecewakan.

Samsung Galaxy Note 3 hadir dengan fitur kamera lengkap.

Samsung Galaxy Note 3 hadir dengan fitur kamera lengkap.

Dengan spesifikasi dan modul kamera 13 megapixel persis Galaxy S4 yang digunakan di banyak smartphone Android high-end tahun ini, semua fitur utama dihadirkan di Galaxy Note 3. Antarmuka pemilihan menu mengikuti gaya Galaxy Camera. Berbagai pilihan moda, efek, sampai kemampuan animasi siap dipakai. Tapi bagi saya ada dua yang menarik, pertama adalah kemampuan memakai sekaligus 2 kamera depan dan belakang.

Yang memotret bisa ikutan masuk foto dalam frame kecil.

Yang memotret bisa ikutan masuk foto dalam frame kecil.

Sementara kamera punggung menjadi gambar utama, sang pemotret bisa ikut tampil dalam gambar, dengan berbagai pilihan frame unik bahkan membagi layar menjadi dua. Lebih seru lagi, splitscreen ini bukan hanya untuk foto namun juga bisa di video. Untuk apa? Bisa jadi merekam vlog perjalanan, adalah salah satu fungsi yang langsung terbayang.

Merekam depan & belakang split screen baik foto maupun video.

Merekam depan & belakang split screen baik foto maupun video.

Lebih lanjut di video, Galaxy Note 3 dapat merekam dengan lebih banyak moda kecepatan. Smooth Motion merekam kecepatan normal dengan lebih halus, sementara Slow Motion bisa merekam dengan 1/2, 1/4 bahkan 1/8 kecepatan. Berfungsi optimal di luar ruangan yang terang, menarik sekali untuk merekam momen olahraga.

Bisa merekam video slow motion dengan banyak pilihan!

Bisa merekam video slow motion dengan banyak pilihan!

Kebugaran, Temperatur dan Kelembaban

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

S Health, fitness tracker dari Samsung Galaxy

Mengikuti tren dan minat pengguna smartphone dalam merekam kegiatan olahraga, tahun ini Samsung memperkenalkan fitur S Health yang pertama hadir di Galaxy S4. Seperti semua fitur seri S lainnya, kemampuan ini pun dimiliki di Galaxy Note 3. Selain merekam jarak, langkah, kalori dan semua yang biasa dicatat oleh aplikasi kebugaran, Galaxy Note 3 memiliki kemampuan mengukur temperatur dan kelembaban ruangan yang membantu menilai faktor kenyamanan berolahraga dalam ruangan.

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga.

Merekam dan mengukur kegiatan olahraga.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga.

Mengukur tingkat kenyamanan ruang untuk berolahraga.

Saya sendiri belum tahu apa pentingnya mengukur suhu dan kelembaban ruangan untuk berolah raga, tapi yang menjadi perhatian utama di sini adalah bahwa seperti halnya Galaxy S4, Samsung Galaxy Note 3 mempunyai setidaknya 2 sensor baru. Satu untuk mengukur temperatur, dan satu lagi mengukur kelembaban, dan pastinya nanti ini akan dapat dimanfaatkan oleh aplikasi-aplikasi lain.

Pertama Dengan Micro USB 3.0

Samsung Galaxy Note 3 adalah smartphone pertama yang memakai port Micro USB 3.0. Ini satu fitur yang akan membantu terutama dalam transfer data dan sync ke komputer. Hampir semua komputer baru tahun 2013 menyediakan port USB 3.0 ini, dan dengan Galaxy Note 3 kita bisa memanfaatkan penuh kemampuannya.

Port Micro USB 3.0 untuk data dan charge, tetap bisa Micro USB 2.0

Port Micro USB 3.0 untuk data dan charge, tetap bisa Micro USB 2.0

Walau sudah memakai port Micro USB 3.0, kita tetap dapat memakai kabel Micro USB 2.0 yang lama untuk transfer data maupun charging di Galaxy Note 3. Tinggal tancapkan di sisi kanan port, dan USB pun terhubung. Praktis dan fleksibel!

Batere Yang Lebih Besar

Galaxy Note 3 adalah smartphone Samsung yang serba ‘paling’ dalam banyak hal. Dari layar besar yang HD, prosesor cepat dengan 8 inti, dan berbagai sensor yang ada di dalamnya sudah pasti akan makan tenaga. Mengantisipasi ini, Samsung melengkapinya dengan batere yang lebih besar daripada sebelumnya sehingga walaupun kemampuannya akan lebih butuh daya, staminanya masih sama dengan Galaxy Note 2 yang dikenal cukup awet.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Batere 3200 MAh untuk Samsung Galaxy Note 3.

Masih Banyak Lagi

Kira-kira ini dulu perkenalan kita dengan Samsung Galaxy Note 3, yang baru dipakai sekitar semingguan. Jangan salah, yang dibahas di atas baru sepersekian dari seabreg kemampuannya. Soal banyaknya fitur, rasanya sulit menemukan smartphone yang bisa menyaingi seri Galaxy Note dari Samsung. Satu yang sudah bisa disimpulkan, ini adalah sebuah peningkatan yang signifikan dari seri sebelumnya, penggemar Galaxy Note rasanya akan dipuaskan.

Untuk yang mencari spesifikasi teknis Samsung Galaxy Note 3, bisa cek link ini.

Salah Pengertian Soal DM di Twitter

image

Sepertinya cukup banyak yang mengira bahwa Twitter akan membuat siapapun bisa saling berkirim DM, walau belum tentu saling follow.

Itu salah.

Yang bener itu:

Twitter akan memberikan opsi setting, untuk membuat akun kita bisa menerima DM dari follower yang nggak kita follow.

Kalau opsi itu nggak kita pilih, ya kita tetap nggak bisa menerima DM dari akun follower yang nggak kita follow.

Lebih lengkapnya, baca di Daily Social:
http://en.dailysocial.net/post/twitter-is-allowing-people-to-receive-direct-messages-from-followers

Berkenalan Dengan Acer Aspire P3: Hybrid Ultrabook

Image

Perkenalkan laptop kerja dan teman syuting saya yang baru, Acer Aspire P3

Kapan terakhir kali punya laptop Windows yang bikin orang-orang ngelirik, nyamperin dan bertanya-tanya? Sebelum ini terus terang saya belum pernah mengalami begitu. Yang namanya laptop Windows itu generik, standard, antara satu dan yang lain nggak ada  perbedaan yang ‘wah’. Paling-paling beda jeroan atau jenis. Kemarin kita sempat kenal netbook untuk kerja ringan, atau ultrabook yang super tipis dan anggun. Tapi masing-masing bawa kompromi dan tetap saja laptop. Baru sejak Windows 8, mendadak laptop jadi bisa menarik lagi. Dirancang untuk bisa dipakai sebagai laptop maupun tablet, Windows 8 akhirnya membuat laptop jadi punya bentuk baru yang lebih beragam. Dan sekarang saya baru mengalami punya laptop yang bikin orang-orang melirik dan bertanya karena tertarik, namanya Acer Aspire P3, jenis Hybrid Ultrabook.

Hybrid Ultrabook, Binatang Apaan Lagi Tuh?

Image

Ultrabook & Tablet, Hybrid!

Biar nggak pusing dengan istilah teknologi, untunk gampangnya Acer Aspire P3 ini adalah gabungan antara laptop ringan dan tipis, dan tablet. Sebagai laptop, kemampuan dan spesifikasinya bukan kelas ringan. Nggak ada kompromi nanggung seperti jaman netbook, otak Aspire P3 adalah prosesor Intel i5. Sementara secara ukuran tetap relatif kecil, dan bisa bekerja sebagai tablet. Iya, tablet, layar sentuh. Kalau sudah pakai Windows 8 pasti tahu bahwa semua dirancang untuk bisa dipakai dengan layar sentuh. Acer Aspire P3 bisa dilepas dari keyboard dan dudukannya, dan jadi tablet Windows 8 yang ringan namun kuat.

Fashionable, Capable.

Beneran, baru kali ini ngerasain pakai laptop yang ternyata selalu menarik perhatian orang sekitar. Gimana nggak. Acer merancang Aspire P3 ini cukup fashionable. Ketimbang bentuk laptop biasa yang sudah ketebak, Aspire P3 sekilas kelihatan seperti tablet yang dibungkus jaket cover, atau bahkan sebuah buku catatan. Bagian luar dibalut dengan bahan semacam vinyl yang bertekstur mirip kulit sintetis, dengan warna hitam. Beneran sama sekali nggak kayak laptop. Saking stylishnya, kalau memungkinkan, saya sebetulnya lebih senang bawa-bawa si P3 ini tanpa tas, supaya lebih kelihatan. Iya, saya memang suka pamer kalau punya mainan keren dan unik.

Image

Stylish, lebih kelihatan kayak buku atau tablet ketimbang laptop.

Di balik kulit luarnya, Acer Aspire P3 terdiri dari dua bagian. Keyboard bluetooth sekaligus dudukan yang melekat pada cover, dan layar yang bisa dilepas menjadi tablet. Semua otak komputer ada di bagian tabletnya, Sebenarnya bingung sih, ini layar laptop yang bisa dilepas dan jadi tablet, atau tablet yang dipasangi keyboar dan jadi laptop? Nggak penting juga, yang penting bisa jadi dua-duanya. Nah kalau luarnya warna hitam, bagian dalam Aspire P3 didominasi warna silver yang kelihatan sangat elegan.

Selamat Datang, Touchscreen. Selamat Tinggal, Trackpad!

Image

Layar sentuh dan keyboard, nggak perlu trackpad.

Nggak ada trackpad di Acer Aspire P3. Yup, ini salah satu keunikan yang bikin banyak orang bertanya-tanya waktu pertama lihat. “Lho, ini nggak ada trekped nya ya, Ray?” Windows 8 yang dirancang bisa dipakai layaknya tablet, memungkinkan kita meniadakan trackpad karena semua bisa dilakukan langsung dengan menyentuh layar. Ribet dong? Nggak. Beneran. Mungkin nanti akan kaget betapa memakai Windows 8 dengan layar sentuh tanpa trackpad terasa natural.

Image

Dalam posisi duduk, layar si Aspire P3 ini letaknya menempel dengan tepi atas keyboard, jadi tangan kita sudah dekat sekali dengan layar. Tinggal angkat jari pun tersentuh, tangan nggak perlu menjulur sama sekali. Menyentuh layar bahkan terasa cukup natural, buktinya, sejak pakai si P3 ini, kalau kebetulan megang laptop atau komputer lain bawaannya mau nyentuh layar untuk nekan tombol. Sama seperti trackpad, touchscreen pastinya bukan cara ideal untuk operasi yang butuh akurasi seperti di aplikasi grafis atau editing foto. Untuk operasi yang panjang dan butuh akurasi, kita pastinya tetap bisa pakai mouse di P3 ini. Walau mungkin bukan yang pertama, ini tetap langkah yang cukup berani, dan mungkin ke depannya akan makin banyak hybrid yang meniadakan trackpad.

Feature & Power

2 tahun saya kerja cukup pakai netbook Acer. Saya udah niatin, kalau punya laptop satu lagi harus laptop yang kemampuan penuh, Windows 8, dan touchscreen. Ternyata ya, sekarang itu jeroan laptop udah bisa muat dalam bentuk tablet setipis dan ringan. Nggak lagi pakai nanggung ala era netbook.

Image

Fitur lengkap Aspire P3

Teknis dikit bentar nggak apa-apa ya, tapi seperti biasa nggak akan terlalu bahas ribet angka. Intinya, nggak usah khawatir akan kemampuan makhluk setengah tablet dan setengah ultrabook ini. Otaknya pakai Intel i5, prosesor serius, bukan macam Intel Atom yang, anu, pemalu. Cepat, nggak kenal lemot. Makin terasa kencangnya lagi karena hard disknya pakai yang namanya SSD yang lebih cepat daripada hard disk laptop biasa.

Image

Sound dengan Dolby Home Theater

Image

Tombol volume, power dan colokan headphone.

Image

HDMI dan USB 3.0

Colokan USB? Ada dong, dan udah USB 3.0 yang jauh lebih cepat, tentunya kalau disambung ke alat yang juga USB 3.0 ya. Mau tancap ke layar besar, Aspire P3 sudah ada colokan HDMI. Mau presentasi pakai proyektor (anak kantor bilangnya, ‘InFocus’, padahal itu merk) juga bisa, dalam kemasannya Acer sudah ngasih adapter dari HDMI ke VGA. Nggak perlu repot beli lagi. WiFi, Bluetooth, webcam HD, sudah pasti. Semua ini di bagian layar atau tablet nya. Keyboardnya ya keyboard aja.

Image

Keyboard fullsize, besar dan lapang.

Nah, bicara soal keyboard, pengalaman pertama makai P3 jadi lucu. Saking udah lama kebiasa kerja pakai keyboard ukuran netbook yang rada kecilan, pas makai si P3 jadi agak kagok. Kenapa? Karena keyboard Aspire P3 besar. Walau sekilas Aspire P3 kelihatan kecil, keyboardnya full size. Jarak pemisah antara tuts sangat jelas, nggak berdempetan. Satu lagi keunikan keyboard Aspire P3, walaupun secara fisik, menekan tuts nya terasa cukup masuk. Kirain keyboard setipis gitu bakal kayak ngetik di kayu, tapi ternyata masih sangat terasa normal, jarak tekan dan pantul balik tuts nyaman dan natural. Keyboard ini terhubung dengan Bluetooth dan punya batere sendiri di dalamnya. Jadi, harus dicharge juga kalau lampu indikatornya menyala kuning. Chargenya gampang, cuma ngambungin USB ke tabletnya, dengan kabel pendek yang disediakan Acer di kemasan.

Image

Tombol power dan colokan micro USB untuk charge keyboard.

Layar sentuh Aspire P3 cukup responsif dan multitouch, bisa merespon 10 titik sekaligus. Resolusinya pun sudah standard. Brightness nya lumayan oke, di tempat terang masih lumayan ‘ngelawan’. Ini penting sih buat saya yang kadang bawa dia ke lokasi outdoor kalau kerjaan motret atau syuting video. Sudut pandang cukup lebar, jadi nggak mesti lempeng amat depan P3 untuk ngelihat jelas. Tapi ya baek-baek ya kalau buka yang nakal-nakal, gampang keintip dari samping.

Nyaris Lupa, Kameranya Ada Dua.

Bukan cuma webcam! Haha! Lupa! Saking jarang dilepas dari dudukannya, terus terang saya nggak inget kalau Aspire P3 ini punya dua kamera. Selain webcam HD yang menghadap ke kita, di punggungnya ada kamera utama, resolusinya 5 megapixel.

Image

Kamera utama di punggung P3, resolusi 5 megapixel.

Berhubung saya bukan golongan yang hobi motret pakai tablet nan besar ya, jadi belum nyoba. Tapi seenggaknya, nice to know bahwa Acer cukup melengkapi fitur P3. Kalau sampai perlu, ada kamera 5 megapixel di punggung Aspire P3.

Pengalaman Baru

Setelah sekian lama kenal Windows, akhirnya ada juga perubahan yang segar. Mulai dari tampilan sampai cara pakai, berbeda banget dari yang dulu kita kenal. Dirancang untuk bisa dipakai dengan sentuhan, Windows 8 akan semakin terasa kecanggihannya di komputer yang menggunakan touchscreen, apalagi bisa dilepas menjadi tablet. Serba bisa. Ini pengalaman yang saya dapatkan dari memakai Aspire P3, komputer yang serba bisa, lebih modern, fleksibel, praktis juga bertenaga. Sebulan memakai P3, saya jadi merasa bahwa memang komputer seharusnya sudah berubah jadi seperti ini.

Image

Windows 8, Ultrabook, Tablet. Semau kita.

Saya belum menjajal P3 untuk kerja berat seperti video editing dengan Adobe Premiere, karena memang saya nggak ngedit di laptop. Tapi untuk kebutuhan kerja saya, P3 jadi alat bantu yang menyenangkan. Contoh pemakaian yang unik misalnya syuting video testimoni atau presenter, P3 bisa dilepas jadi bentuk tablet dan menjadi alat bantu baca teks. Di depan sang presenter, P3 menjadi semacam teleprompter.

Salah satu dari Aspire P3 yang mengesankan buat saya adalah kecepatan start-nya. Cuma beberapa detik, nggak pakai nunggu lama. Cepatnya ini lebih kayak tablet ketimbang laptop, yang begitu dibuka langsung instan nyala. Awalnya, kirain ini karena si P3 dalam posisi sleep, jadi ngebanguninnya cepat, karena itu saya coba shutdown aja. Sekalian ngirit batere. Ternyata dari posisi shutdown pun sama cepatnya, begitu buka, cuma beberapa detik langsung siap kerja. Nice!

Walau menyenangkan dan natural, memakai touchscreen ketimbang trackpad memang perlu membiasakan diri dulu. Ada beberapa action seperti klik kanan yang kemudian diganti menjadi sentuhan lama (nih istilah rasanya salah ya). Jadi untuk mengeluarkan menu, sentuh dan tahan sampai menu keluar. Dan sama seperti untuk semua laptop ataupun komputer saya, untuk yang perlu akurasi, saya tetap pakai mouse. Wireless, pastinya.

Image

Acer Aspire P3, sisi belakang tablet.

Sebagai benda yang bentuknya tipis, power Aspire P3 cukup mengesankan saya. Kombinasi otak Intel i5 dan storage SSD yang cepat memang sangat cepat. Belum pernah merasakan slow-down atau menunggu. Nggak ada istilah lemot. Untuk playback beberapa video full HD pun si P3 jalan tanpa ragu. Untuk kerjaan saya yang seputaran foto dan video, kekuatan ini sangat membantu. Dalam pengalaman saya makai P3 sebulanan lebih, kalau dalam pemakaian penuh, baterenya kuat sampai 5 jam lebih. Nggak wah, tapi kalau bisa, pengennya bisa lebih.

Image

Playback video HDnya mulus, jadi saya pakai buat preview kalau syuting.

Pengalaman penting nggak penting yang unik adalah bagaimana ke manapun bawa si Aspire P3 ini, yang pertama melihat pasti penasaran. Dan nggak jarang pula jadi tertarik. Ini bukan hal kecil lho. Kapan terakhir ada laptop yang bentuknya bikin penasaran? Biasanya kita lihat laptop ya melengos aja, laptop ya laptop. Tapi dari pengalaman saya melihat respon orang-orang sekitar, sepertinya Acer cukup berhasil membuat desain yang menarik.

Kalau Ada Yang Bisa Saya Ubah Dari Aspire P3…

Nggak ada yang sempurna, dan semenyenangkan apapun suatu perangkat, pasti ada yang bisa dibuat lebih baik. Kalau ada beberapa hal yang pengen saya ubah di Acer Aspire P3, pertama adalah membuatnya lebih ringan. Dalam bentuk tabletnya, Aspire P3 sangat enteng di tangan, tapi ketika menyatu dengan keyboard dan casenya, bobotnya jadi seperti laptop. Pengennya, apalagi dengan label ‘Ultrabook’, mestinya si P3 ini bisa lebih ringan sedikit lagi.

Kedua, daya tahan batere. Tapi ini bakal jadi kompromi dengan bobot, kalau batere dibuat lebih besar pastinya bakal nambah bobot kan? Ngelunjak nggak kalau saya pengen stamina batere 8-9 jam? Mungkin, tapi bisa jadi di generasi berikutnya ini bisa diwujudkan.

Layar sentuh P3 masih belum yang kebal minyak dan sidik jari. Rasanya ini juga kompromi, bisa aja Acer ngasih layar yang lebih kebal sidik jari, tapi kebayang bakal pengaruh ke harga. Mungkin solusinya nyari pelindung layar yang fingerprint-resistant.

Ada satu yang penting nggak penting sih, yaitu jaket atau keyboard-covernya. Cantik, keren, stylish, eksklusif, tapi di tangan saya bahannya agak cepat kotor dan membersihkannya agak susah. Nggak fatal, tapi ya saya senengnya tetep kinclong. Cara melepas tablet dari dudukannya juga agak serem, butuh dicongkel pakai kuku. Tapi di sisi lainnya, ini menjamin tablet nggak akan bisa lepas sendiri. Pengennya di generasi berikutnya dibuatkan yang lebih mudah tapi tetap aman. Dan walau ketika posisi berdiri, layar P3 duduknya sangat mantap dan nggak akan bisa bergeser, namun ketika terlipat, nggak ada yang ‘nyeklek’ atau apalah supaya dia nggak meleset.

Oh satu lagi ding. Card reader. Pengennya udah ada card reader-nya. Apalagi kerjaan saya banyak berkutat dengan SD Card.

Pada Akhirnya

Kalau sedang mencari-cari laptop baru, Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook ini layak dilirik. Apalagi kalau baru akan upgrade ke Windows 8. Kemampuannya menjadi Ultrabook dengan prosesor berkekuatan penuh, digabung flesibilitasnya untuk menjadi tablet layar sentuh yang ringan dan praktis, membuat Aspire P3 jadi pengalaman bekerja yang baru dan modern. Ditambah lagi, Acer memberi bandrol harga yang sangat kompetitif untuk Aspire P3.

Image

Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook – Tablet Mode

Apakah ini pilihan terbaik buat kamu? Ya tentunya kembali tergantung pada kebutuhan kerja juga budget. Setiap orang punya kebutuhan dan preferensi yang berbeda-beda. Paling tidak, dengan Aspire P3, Acer memberi kita satu lagi pilihan yang sangat menarik untuk jadi perangkat kerja utama. Saya sendiri sangat menikmati pengalaman berkomputer yang baru dan lebih modern dengan Aspire P3.

Untuk yang ingin tahu spesifikasi teknis lebih detail, dapat kunjungi link Acer ini.

Ketika Buku Tulis Bisa NgeGoogle: Samsung Galaxy Note 8

Meeting! Semua duduk, dan di hadapan masing-masing terhampar lah dokumen, atau laptop, atau sekarang, tablet. Dengan cover terlipat jadi stand, agak miring menghadap si pemakai, sudah terbuka email, Google, atau apalah yang berhubungan dengan kerjaan. Rapat dimulai, proyektor dinyalakan, pemimpin rapat pun menunjukkan foto mesumnya. Oh bukan. Presentasi PowerPoint nya. Sebagian mulai mencatat-catat catat. Pakai bolpen, di buku catatan.

Tetap pena dan kertas. Bukan di tablet.

Memang, semua tablet sekarang bisa buat nulis-nulis. Install app, beli stylus bisa. Tapi bahkan tablet yang terpopuler pun belum benar-benar dirancang untuk itu. Stylus rata-rata ujungnya karet tumpul, lebar, nggak murah pula. Kalau mau yang ujungnya seperti bolpen, lebih mahal lagi. Mayoritas memang nggak 100% terancang dari awal untuk memakai stylus yang sudah dianggap kuno, tapi Samsung dengan seri Galaxy Note nya justru sejak awal dikonsepkan untuk jadi buku catatan ‘Note’ pintar.

Samsung Galaxy Note 8

Samsung Galaxy Note 8

Sudah sebulanan lebih saya pakai Samsung Galaxy Note 8 baik untuk mencatat di meeting atau corat-coret cari ide. Awalnya sekedar ingin tablet baru dengan ukuran sedang, nggak ada ekspektasi khusus. Secara fitur pun Galaxy Note 8 kurang lebih sama dengan Galaxy Note 2 yang saya pakai sejak akhir tahun lalu, jadi sudah familiar dan nggak ada yang terlalu mengejutkan. Ternyata yang mengagetkan adalah bagaimana Galaxy Note 8 bisa mulai mengalihkan saya dari bolpen dan buku tulis. Sekarang saya mau cerita sedikit, kesan-kesan akan si Note 8. Seperti biasa, nggak pakai angka. Kalau cari spesifikasi teknis, banyak di internet.

Tablet Yang Manis

Desain bentuk Samsung Galaxy Note 8 ini bukan tipe maskulin, cenderung manis, mungkin bahkan agak feminin. Kecuali bentuk persegi layar, nggak ada garis lurus tegas di bodi-nya. Bisa dibilang, bentuk Galaxy Note 8 ini seperti versi besar dari rancangan Samsung Galaxy S3. Walau tampilan fisik Samsung Galaxy Note 8 ini bukan selera saya, tapi saya pikir coba aja dulu. Soalnya, saya yang dulunya benci dengan rancangan Galaxy S3 pun akhirnya jatuh cinta karena ternyata lekukan halusnya ternyata membuatnya nyaman.

Warna putih membalut muka dan belakang tablet ini, sementara bezel tipis dengan warna perak mengelilingi dan memberi aksen yang elegan dan pas. Kabarnya akan ada Samsung Galaxy Note 8 dengan warna coklat tua, tapi entah akan masuk sini atau nggak.

Bentuk rancangan Samsung Galaxy Note 8 cenderung manis.

Bentuk ‘manis’ dan ukuran yang lebih ‘pas’.

Ukuran adalah poin penting yang menentukan betapa efektifnya Samsung Galaxy Note 8. Dengan layar 8 inci, Galaxy Note 8 cukup besar sebagai ‘buku tulis’ dan cukup ringkas sebagai tablet. Setelah memakai Galaxy Note 8 ini, pendahulunya yaitu Galaxy Note 2 menjadi terasa terlalu kecil untuk menulis, sementara Galaxy Note 10.1 terkesan terlalu besar untuk dibawa-bawa. Nggak ada ungkapan lain soal ukuran Galaxy Note 8 selain “Pas banget!”.

Tampak belakang Samsung Galaxy Note 8

Tampak belakang Samsung Galaxy Note 8

Bodi dari plastik tebal sepertinya membantu membuat bobot Samsung Galaxy Note 8  ringan dan tidak memberatkan dibawa-bawa.  Selain ringan, dari pengalaman pribadi, plastik yang sering dituding ringkih ternyata bisa lebih tahan benturan dibanding aluminium yang justru lebih mudah penyok. Satu hal aja yang saya kurang suka dari bahannya adalah ia terlalu mulus licin tanpa tekstur, sementara tangan saya cepat berkeringat, jadi yang terpikir pertama kali begitu memegang Galaxy Note 8 adalah “Mesti dipakein jaket, nih.”.

Kelengkapan Samsung Galaxy Note 8

Kelengkapan Samsung Galaxy Note 8

Dalam paketnya, Samsung membekali Galaxy Note dengan semua kelengkapan standar yang sudah masuk ekspektasi kita seperti charger dan headphone yang juga adalah handsfree untuk fungsi telepon. Nggak ada yang terlalu istimewa di sini.

Fitur Khas Seri Galaxy Note, Dengan Pengalaman Baru.

Lebih dari smartphone atau tablet Android standar, Samsung merancang seri Galaxy Note untuk menjadi pena dan kertas digital yang pintar secara utuh. Semua perangkat pendukung sudah disiapkan Samsung. Stylusnya yang bisa membedakan tekanan dan juga mempunyai fungsi tanpa menyentuh layar. Aplikasi notepad aktif begitu kita mencabut S-Pen dari dudukannya, dan Quick Command yang membuat pengalaman bekerja dengan stylus tidak terputus ketika harus melakukan search. Ini baru sebagian kecil fitur khasnya.

Canggih memang, tapi sebetulnya semua ini bukan hal baru bagi seri Galaxy Note. Seperti pada seri sebelumnya, fiturnya terlalu banyak untuk diulas satu demi satu. Untuk Galaxy Note 8 saya cuma pengen ceritain yang terasa paling efektif dan menyenangkan dipakai. Walau bukan baru. Yang baru pada Galaxy Note 8, adalah sensasi dan pengalaman dalam menggunakannya.

S-Pen Galaxy Note 2 (hitam) dibanding S-Pen Galaxy Note 8 (putih)

S-Pen Galaxy Note 2 (hitam) dibanding S-Pen Galaxy Note 8 (putih)

Cabut stylus S-Pen dari dudukannya di sisi kanan bawah, dan Samsung Galaxy Note 8 langsung menampilkan aplikasi S-Note nya di layar. Nggak pakai masuk menu dan milih-milih app, dia sudah siap. Entah dalam meeting atau mendadak kita harus mencatat sesuatu, cabut saja S-Pen lalu tulis. Berbeda dengan generasi pendahulunya, kali ini ukurannya yang pas membuat pengalaman menulis jadi jauh jauh jauh lebih nyaman. Nggak jauh beda dengan notepad atau ‘notes’ yang biasa kita pakai untuk mencatat ini-itu, menyenangkan sekali.

Stylus Maximus

Bayangkan, buku tulis yang pintar dan bisa ngeGoogle. Ini kesan yang saya dapat dengan Galaxy Note 8. Tanpa harus meninggalkan stylus S-Pen, ketika search Google, kita cukup menggunakan fitur Quick Command.

Katakanlah, kita mau search tentang Jakarta.

Tarik garis lurus dari bawah layar ke atas, sambil menekan tombol di S-Pen dan kita akan disuguhkan layar khusus lalu cukup tuliskan dengan, “? Jakarta”, maka Google Search results untuk Jakarta pun muncul.

Nggak perlu berganti app, nggak perlu meletakkan S-Pen untuk mengetik search, dari kita sedang mencatat-catat tanpa terputus kita bisa melakukan banyak hal lain dengan S-Pen lewat Quick Command.

Sudah dapat hasil Google tentang Jakarta, lalu kita lihat ada gambar yang ingin kita kliping dan tempelkan ke catatan yang kita buat tadi? Gampang, kita cukup membuka gambar yang mau dikliping lalu sambil menekan tombol di S-Pen, tarik garis mengelilingi gambar tersebut. Begitu gambar terkelilingi garis, Galaxy Note 8 otomatis mengcopy bagian kliping kita dan menempelkannya pada catatan kita di aplikasi S-Note. Semua terancang begitu matang untuk menjadi buku catatan pintar.

Tapi dari semua fitur S-Note, favorit saya adalah Idea Sketch.

Idea Sketch, membantu cari ide di Galaxy Note 8.

Idea Sketch, membantu cari ide di Galaxy Note 8.

Idea Note, Idea Sketch

Nah, kadang kalau sedang nyari ide, sketsa bisa membantu mengolah pikiran. Kita tahu, isi buku catatan kita bukan hanya tulisan, angka, garis dan panah penghubung. Kadang kita membuat gambar-gambar kecil yang membantu mengilustrasikan ide dan konsep dalam otak, dan seri Galaxy Note menyediakan fitur Idea Sketch untuk mempermudah kita menambahkan sketsa ke dalam catatan.

Cara pakai Idea Sketch

Tetap dengan S-Pen, cukup tap Insert Object di kiri bawah dan pilih Idea Sketch. Layar kemudian menampilkan ruang tulis, kita tinggal menuliskan apa obyek yang kita inginkan dan Idea Sketch akan mencarikan jika ada sketsa yang cocok. Katakanlah kita ingin menggambarkan mobil di dalam catatan, tinggal tulis “CAR” di Idea Sketch, lalu sederetan sketsa gambar orang ditampilkan untuk kita pilih.

Begitu sketsa dipilih, kita pun otomatis kembali ke catatan untuk meletakkannya. Idea Sketch adalah kumpulan obyek sketsa siap pakai yang bisa diakses lewat tulisan maupun menu, dibagi perkategori, dan kita bisa mendownload lagi sketch tambahan dari Samsung. Sekali lagi, tanpa harus meninggalkan S-Pen.

Tinggal tuliskan apa obyek sketsa yang kita butuhkan!

Tinggal tuliskan apa obyek sketsa yang kita butuhkan!

Iseng cari ide, semua obyek sketsa di sini dari Idea Sketch

Iseng cari ide, semua obyek sketsa di sini dari Idea Sketch

Olah ide resep? Samsung juga udah nyiapin template nya.

Olah ide resep? Samsung juga udah nyiapin template nya.

Idea Sketch untuk obyek dengan keyword 'People', tinggal pakai.

Idea Sketch untuk obyek dengan keyword ‘People’, tinggal pakai.

Kalau kurang, masih banyak obyek Idea Sketch yang bisa didownload!

Kalau kurang, masih banyak obyek Idea Sketch yang bisa didownload!

Konektivitas Lengkap

Ini baru sebagian saja dari banyak fitur Galaxy Note 8 yang juga memang sudah standar khas seri Note dari Samsung. Walau hanya sebagian, ini yang paling menggambarkan pembedaan antara Galaxy Note 8 dengan tablet 8 inci lainnya. Pembedaan yang kuat sekali, karena bukan hanya sekedar spesifikasi teknis tapi lebih ke fitur pemakaian. Sebagai tablet Android, tentunya Galaxy Note 8 memiliki lengkap semua kemampuan sudah menjadi kelengkapan dasar.

Konektivitas GSM 3G, WiFi, GPS dan Bluetooth lengkap tersedia. Kamera pun siap, baik depan maupun belakang, tapi saya nggak pengen bahas karena, ya, paling males lihat orang motret pakai tablet. Storage untuk menyimpan file bisa ditambahkan dengan Micro SD, dan kalaupun perlu disambung ke layar TV atau proyektor bisa beli adapternya.

Satu kejutan tambahan adalah: ada infra red blaster. Dengan ini dan app khusus yang sudah disediakan dari pabrikan, Galaxy Note 8 bisa menjadi remote control berbagai perangkat seperti TV, stereo, DVD, Home Theater dan lainnya, dari berbagai merek! Nice!

Slot untuk Micro SD.

Slot untuk Micro SD.

Slot untuk Micro SIM GSM.

Slot untuk Micro SIM GSM.

Port Micro USB, untuk charge, data dan juga MHL.

Port Micro USB, untuk charge, data dan juga MHL.

Infra Red blaster, bisa untuk remote control TV!

Infra Red blaster, bisa untuk remote control TV berbagai merek!

Fungsi Telepon

Galaxy Note 8 bisa jadi telepon. Sebelum pada memutar bola mata dengan sinis dan bilang “Siapa jugaaaa yang mau nelepon pakai tablet?”, saya bilang fungsi ini menolong sekali untuk isi pulsa dan daftar paket internet di sini, yang kebanyakan masih pakai USSD code macam *123# dan lain-lain. Dan ya, kalaupun mau dijadikan telepon ya gampang saja, pakai handsfree atau headset Bluetooth. Saya senang sekali Galaxy Note 8 juga dilengkapi kemampuan telepon selular. Lengkap sekali jadinya.

Batere dan Performa.

Saya sih nggak pernah secara khusus menguji stamina batere ataupun performa dari gadget ya, itu bagian para gadget reviewer yang doyan bahas teknis dan angka-angka. Soal batere, selama memakai Galaxy Note 8 rasanya belum pernah merasa cepat habis atau boros amat. Pemakaian terberat pribadi untuk bekerja dan nyala non-stop pernah tembus 6 jam dan masih sisa sedikit. Nggak ada keluhan dari sisi batere, bukan yang paling irit tapi juga nggak boros.

Performa sampai saat ini mulus tanpa cegukan, tapi sekali lagi, ini adalah dengan pola pemakaian saya ya. Satu-satunya jeda respon yang saya alami adalah ketika membuka setting dan memilih mengganti font di system. Selain untuk jadi buku catatan pintar, Galaxy Note 8 ini lebih jadi alat kerja buat saya buka dokumen seperti doc, xls, ppt dan pdf. Buka tutup dan berganti file Office dengan berbagai app Office Suite seperti Kingston dan Polaris terasa sangat cepat bahkan lebih menyenangkan daripada laptop. Saya nggak banyak test untuk game 3D apalagi untuk motret.

Kesimpulan

Dengan kelebihan fitur dan kenyamanan memakainya, rasanya terlalu mengecilkan kalau menyebut Samsung Galaxy Note 8 hanya sebagai tablet Android baru. Lebih dari sekedar alat konsumsi media atau  hiburan, buat saya Samsung berhasil menciptakan Galaxy Note 8 sebagai tablet yang ideal dan terancang penuh sebagai teman kerja. Kemampuan dan fitur S-Pen nya, dipadu dengan ukuran yang sangat amat pas, membuat saya akhirnya lebih mencari Galaxy Note 8 tiap akan ada meeting kerjaan dibanding buku tulis dan pena. Bagi saya yang fanatik orat-oret dengan bolpen dan kertas, ini hal yang luar biasa dan benar-benar nggak saya duga. Kadang, bawa laptop itu overkill dan bawa tablet biasa masih nanggung, dengan si Note 8 ini sudah beberapa kali terbukti cukup jadi andalan utama kalau meeting.

image

Tablet yang cocok untuk kerja.

Kalau ada yang ingin saya ubah dari Galaxy Note 8, paling utama adalah bagian punggungnya yang terlalu licin. Mestinya lebih bertekstur supaya mantap dipegangnya, atau sekalian saja dengan bahan yang seperti karet. Selain itu, menambahkan NFC supaya bisa dengan gampang bertukar dokumen dengan peranti lain, dan mungkin batere ditambah juga nggak ada salahnya. Soal bentuk, selera masing-masing ya, tapi warna memang mestinya ada lebih dari satu pilihan. Kalau mau kompetitif, harganya ditekan lagi.

Satu pe-er Samsung juga adalah menyertakan tutorial bagaimana memakai fungsi-fungsi dan fitur khas yang ada. Seri Note datang dengan segudang fitur, tapi mayoritas pemilik kurang tahu bagaimana memakainya. Ini sayang sekali dan jadi mubazir.

image

Samsung Galaxy Note 8

Pada akhirnya, apakah Samsung Galaxy Note 8 ini pilihan tepat buat kita? Kembali ke kebutuhan dan preferensi masing-masing. Kalau suka sekali menulis, mencatat, dan seperti saya, ‘orat-oret’ di buku tulis ketika mencari ide, rasanya Note 8 layak dilirik karena memang sangat terancang untuk itu. Hampir semua tablet bisa dibelikan app dan dipakaikan stylus, tapi sampai saat ini baru seri Note dari Samsung yang memang diciptakan dengan konsep menjadi buku catatan digital menggantikan pena dan kertas. Dan di ukurannya, Samsung Galaxy Note 8 bagi saya cukup berhasil memenuhi tujuan itu. Cukup bertenaga dan gesit untuk jalankan berbagai aplikasi, cukup kecil dan ringan untuk dibawa, namun juga cukup luas untuk tulis-menulis, tampaknya Samsung menemukan sweet-spot untuk seri Galaxy Note-nya.

Buku tulis pintar yang bisa nge'google.

Buku tulis pintar yang bisa nge’google.