JalanRaya: Menjelajahi New York Bersama Lenovo K900

Saya termasuk orang yang sangat jarang berperjalanan jauh. Bukan tipe traveller, saya lebih suka membelanjakan uang untuk membeli ‘mainan’ ketimbang berpesiar ke luar kota, apalagi ke luar negeri. Walau begitu, ketika pekerjaan membawa saya bepergian, saya akan habis-habisan mendokumentasikan perjalanan itu. Setidaknya itu istilah yang lebih keren daripada “rajin foto-foto termasuk motret diri sendiri” tanpa gengsi. Mumpung, soalnya jarang. Pada bulan September 2013, muncul kesempatan untuk mengunjungi satu dari dua saja tempat di bumi ini yang saya ingin kunjungi, New York. Level pentingnya foto-foto: maksimal.

Nggak mau nanggung, saya berangkat dengan satu kamera DSLR Canon dan satu mirrorless Panasonic pinjaman teman. DSLR lebih untuk merekam video cantik, sementara bela-belain pinjam mirrorless kecil karena sadar bahwa nggak akan tiap saat mau megang kamera besar. Tapi, bagaimanapun juga keduanya masih besar dan tetap menjadi kamera kedua dibanding smartphone. Blackberry Torch duduk di bangku cadangan, sementara andalan kerja Samsung Galaxy Note 2 akan berduet dengan satu mainan baru, yang sama bongsornya, Lenovo K900.

Image

Stainless steel back cover, Lenovo K900.

Bagi yang belum kenal, K900 adalah salah satu smartphone Android yang menjadi andalan Lenovo di 2013. Layarnya sama besarnya dengan Samsung Galaxy Note 2 namun memiliki resolusi Full HD lebih tinggi. Tubuhnya lebih panjang namun sangat tipis, sementara desain persegi yang nyaris tanpa lekukan membuatnya tampak ‘serius’. Seperti smartphone high end lainnya, Lenovo memberi K900 layar tahan gores Gorilla Glass 2 sementara polikarbonat membalut bodi bongsornya, dan logam stainless steel menutup punggungnya. Secara spesifikasi, Lenovo K900 yang memakai otak buatan Intel tidaklah mengecewakan, apalagi dengan harga yang sangat bersaing. Kembali ke kamera, jeroannya adalah sensor 13 megapixel Sony yang dipakai banyak smartphone papan atas 2013, dan lensa paling terang dengan bukaan f/1.8.

Image

Desain yang konservatif, berkesan serius.

Sebelum berangkat, semua app penting sudah duluan diinstall di K900. Walau kartu prabayar yang dipakai menjanjikan akses roaming internet dengan tarif flat per hari di Amerika, mendingan sudah siap dari Jakarta. Peta dan navigasi yang tidak membutuhkan koneksi internet jadi andalan, sementara fungsi media sosial dibatasi hanya ketika koneksi bagus atau sedang ada wifi. Semua dijalankan dengan baik tanpa hambatan berarti oleh K900, sayangnya koneksi roaming internet murah meriah yang dijanjikan operator tidak semanis yang digambarkan. Yah, namanya juga roaming paket murmer. Untungnya, kamera dari flagship handset Lenovo ini tidak mengecewakan.

Image

Menyapa New York dengan HDR Mode di Lenovo K900

Tiba di New York setelah sebelumnya menghadiri konvensi di San Diego, kamera tidak pernah berhenti memotret. Dua hal yang menjadi favorit saya dari Lenovo K900, moda HDR dan kamera depannya. Walau cahaya tidak ideal, moda HDR merekam dengan baik keramaian dan lampu-lampu yang benar-benar meriah di Times Square. Warna-warna muncul cantik dan detail relatif didapat. Sementara kamera depan mempunyai lensa yang lebih lebar sehingga ketika merekam diri sendiri kita bisa mendapatkan lebih banyak pemandangan, bukan hanya kepala dan pundak sendiri. Singkatnya, selama di New York, K900 menjadi salah satu andalan utama.

Image

Menatap langit New York, dengan HDR mode Lenovo K900.

Image

Menangkap energi Times Square, New York. Lenovo K900 HDR mode.

Makan cupcake Magnolia di depan Radio City Music Hall, NY.

Makan cupcake Magnolia di depan Radio City Music Hall, NY.

Menantang matahri di Avenue of The Americas, NY. Lenovo K900 HDR mode.

Menantang matahari di Avenue of The Americas, NY. Lenovo K900 HDR mode.

Bangku taman di Bryant Park.

Bangku taman di Bryant Park.

Gedung MetLife menjulang di belakang Grand Central station.

Gedung MetLife menjulang di belakang Grand Central station.

Salah satu obyek foto wajib di NY. All you need, is love.

Salah satu obyek foto wajib di NY. All you need, is love.

Terang benderang di Times Square. Lenovo K900 HDR mode.

Terang benderang di Times Square. Lenovo K900 HDR mode.

Hanya tiga hari dua malam waktu yang saya miliki di New York, dan juga menjadi perkenalan pertama dengan Lenovo K900. Jumlah foto yang dijepretnya mencapai ratusan, menjadi kenangan abadi dalam bentuk digital. Memakai smartphone ini cukup menyenangkan, layar yang besar dan tajamnya cukup terang untuk digunakan di siang hari sementara performa relatif lincah. Bentuknya memang cukup menarik perhatian, apalagi punggungnya yang terbuat dari stainless steel. Di sisi lain, ergonomi memang dikorbankan oleh desain perseginya, sementara dan logam di belakangnya sepertinya membuat K900 cepat panas. Dengan stamina baterenya Lenovo K900 sepertinya lebih cocok untuk pengguna yang tidak terlalu intensif menggunakan aplikasi berat dan online sepanjang hari. Bagi yang ingin mencoba smartphone Android berlayar besar dengan spesifikasi mumpuni tanpa harus keluar banyak uang, Lenovo memberikan pilihan yang layak dilirik di K900.

Iklan

4 thoughts on “JalanRaya: Menjelajahi New York Bersama Lenovo K900

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s