Setelah Video DSLR Jadi Mainstream, Apa Lagi?

image

Apa lagi yang bakal mengguncang dunia videography dan indie filmmaking? Lahirnya kemampuan rekam video di kamera DSLR merevolusi semuanya, memberi akses terjangkau untuk menciptakan video dengan visual yang bukan sekedar tajam namun juga punya dimensi. Tidak lagi datar dan hambar. Dengan begitu banyak pilihan di semua range harga, hampir semua filmmaking-enthusiast mampu beli HDSLR sekarang. Produsen kamera pun juga hepi. Teknologi sudah sampai di titik yang baru. Tapi terus apa lagi dari sisi hardware? Resolusi lebih tinggi? 4K? Ah, buat saya nggak menarik. Belum. Emangnya mau bikin apa sampai butuh Ultra HD? Selain overkill, harga kamera dan workflownya juga belum bersahabat. Yang saya tunggu adalah produk revolusioner, yang menggerakkan massa, yang terjangkau, dan masuk akal, bukan produk kelas atas yang overkill. Yang realistis.

Sebelum ada produk yang mendobrak seperti waktu pertama kali Nikon D90 keluar dengan kemampuan video, dan disusul Canon 5DMkII, rasanya sekarang ini seperti stagnan. Canon Cinema 1D? C300? RED? Ngiler? Saya sih nggak. Gimana yah, nggak kepake dan nggak kebeli. Ngapain ngiler? Kayaknya untuk waktu lama, memang HDSLR jadi solusi standard. Mungkin terobosan berikutnya bukan di kameranya. Di operasi, di workflow. Mobile devices seperti smartphone atau tablet sudah mulai masuk ke fotografi dan videografi. Seperti saya bisa mengendalikan secara live-view HDSLR saya di layar smartphone. Mungkin monitoring jadi lebih murah, focus pulling jadi lebih mudah. Entahlah, kita tunggu. Pastinya, bisa ada lagi yang membuat semuanya semakin praktis juga terjangkau.

Anyway, ini cuma ocehan saya yang gemes karena merasa mestinya bisa ada terobosan baru yang bikin semakin praktis, mudah dan murah. Ini karena ngelihat teknologi mobile computing lagi kenceng banget, tapi di ‘kamera’ terasa terlalu pelan mengadaptasinya.

Iklan

Review: Samsung Galaxy S3 VS Samsung Galaxy Note 2, Pilih Mana?

Baca review udah, detail teknis udah dibacain, spesifikasi udah dibandingin, tapi masih bingung milih? Karena punya dan pakai dua-duanya, saya mau nyoba bantu ngasi gambaran perbandingan antara dua Android jagoan Samsung di tahun 2012. Nggak usah bahas angka ya, bahkan, sekalian jangan ada angka sama sekali di sini. Kalau mau teknis, banyak yang udah bikin. Ini pandangan pribadi pengguna, siapa tahu bisa membantu mikir supaya nggak salah pilih. Mikir itu penting, soalnya, benda-benda ini nggak murah. Yuk ah, kita mulai.

 

Pilih yang mana?

Bentuk & Ukuran: Enakan Yang Mana?

Walau lebih ramping dan tipis dari generasi pertamanya, layarnya Galaxy Note 2 lebih besar dan tetap aja termasuk smartphone paling bongsor saat ini. Yang baru pertama kali makai seri Note pasti pada awalnya akan canggung dan ragu. “Apa bener gue bakal betah makai benda segede gini sehari-hari?”. Texting dengan satu tangan jelas nyaris mustahil kecuali tangan kita segede pemain basket NBA. Tapi untungnya Samsung sadari ini dan menyediakan fitur keyboard ‘satu tangan’ yang lebih kecil dan dipepetin ke kanan layar.

Sementara itu, Galaxy S3 yang layarnya juga lebih besar dari kebanyakan smartphone masih jauh lebih nyaman digenggam dan dibawa. Ini fakta praktis. Yang tadinya tidak menyukai rancangannya yang berlekuk bisa dikagetkan nyamannya S3 di tangan. Ini kejadian sama saya. Awalnya sangat nggak suka bentuk S3, karena bulet-bulet gitu. Eh, tapi begitu megang kok nyaman? Akhirnya jadi suka banget. Kali ini, gembar-gembor rancangan bukan omong kosong, Galaxy S3 memang cukup ergonomis.

Pemenang: Galaxy S3

 

Layar: Mana Yang lebih Tajem & Kinclong?

Tanpa menyebut angka ukuran, kita udah tahu bahwa layar Galaxy Note 2 jauh lebih besar daripada Galaxy S3. Bahkan, lebih besar daripada Galaxy Note pertama. Tapi, karena aspek rasio (itu lho, perbandingan panjang x lebarnya) beda, Note 2 yang lebih besar malah lebih ramping daripada Note pertama. Resolusi layar Note 2 dan S3 sama persis, udah HD. Tapi ini justru bikin perbedaan yang tampak nyata.

Layar Galaxy S3 mempunyai resolusi sama dengan Note 2 tapi lebih kecil, sehingga tampilannya jadi lebih padat dan tajam daripada Note 2. Benar-benar memuaskan mata. Sementara, Galaxy Note 2 dengan resolusi sama tapi layarnya lebih besar, jadi begitu melihat pun kita merasa bahwa tampilannya tidak setajam Galaxy S3. Nah bicara ukuran, besarnya layar Galaxy Note 2 pun bukan asal besar. Ada tujuan, yaitu mengakomodir fungsinya sebagai tempat menulis menggunakan stylus. Percuma bisa buat menulis kalau ruangnya kecil. Mana yang lebih penting, ukuran atau ketajaman? Tiap orang punya prioritas masing-masing, tapi bicara tajam dan kinclong, jelas ada yang unggul.

Pemenang: Galaxy S3

 

Prosesor, Otak Siapa Yang Lebih Pinter?

Sudahlah, namanya juga lebih baru dan termasuk top of the line, jelas unggul Galaxy Note 2. Dengan begitu banyak kemampuan dan fitur baru, memang smartphone kelas ini jangan diberikan spesifikasi yang nanggung. Tapi unggulnya jeroan Note 2 bukan berarti membuat Galaxy S3 menjadi smartphone yang lemah. Galaxy S3 memiliki spesifikasi teknis yang membuat banyak smartphone Android iri. Saat dirilis, Galaxy S3 juga yang terkuat dan tercepat dari sisi prosesor. Apakah fakta bahwa ‘otak’ Galaxy Note 2 lebih hebat membuat S3 dianggap kurang mumpuni? Tidak sama sekali. Lagipula, pada realitanya mayoritas pengguna pun belum tentu butuh tenaga memroses setinggi yang dimiliki kedua handset ini. Bahkan bagi pengguna kasual, mungkin bahkan nggak merasakan bedanya. Galaxy Note 2 menang, namun tidak mengecilkan S3.

Pemenang: Galaxy Note 2

 

Sistem Operasi: Androidnya Sama Nggak?

Langsung dari pabriknya, Samsung sudah memberikan Android Jelly Bean pada Galaxy Note 2. Sistem operasi Android terkini saat tulisan ini dibuat memang membawa banyak kemampuan dan pengubahan baru. Galaxy S3 standardnya memakai Android Ice Cream Sandwich. Pada saat dirilis adalah Android paling akhir, bahkan masih belum terlalu banyak yang pakai. Tapi nggak berarti akan kalah, Samsung sudah menjanjikan akan ada upgrade ke Android JellyBean untuk Galaxy S3. Nah apakah ini akan berarti sama persis dalam pemakaian, belum tentu karena memang ada fitur berbeda yang diberikan Samsung pada Galaxy Note 2. Paling tidak, secara sistem operasi Android, keduanya akan sama-sama mutakhir.

Pemenang: Saat ini Galaxy Note 2, mungkin akan seri setelah Galaxy S3 diupdate ke JellyBean

UPDATE: 03 November, Galaxy S3 saya sudah mendapatkan update Jellybean pertama, sejauh ini belum ada fitur Note 2 yang tampak hadir, seperti di gesture dan kameranya misalnya. Jadi secara sistem operasi sudah sama-sama JellyBean, tapi fitur masih lebih banyak Note 2.

 

Tampilan belakang & kamera.

Kamera, Bagusan Punya S3 atau Note 2?

Nah, soal ini bisa dibilang seri kamera keduanya sama persis. Bukan cuma dari angka megapixel, tapi juga udah ngecek baca sana-sini, memang pakai modul kamera yang sama persis. Aplikasi kamera di Galaxy Note 2 memang punya kemampuan lebih, tapi itu bukan dari hardwarenya, lebih dari sistem operasi dan fitur dari Samsung. Semua itu kemungkinan besar juga akan diterima oleh Galaxy S3 dalam firmware update dari Samsung. Dua-duanya punya salah satu kamera smartphone yang terbaik saat ini, nggak usah ragu dan khawatir. Pokoknya dari sisi kamera keduanya memuaskan.

Pemenang: Seri

UPDATE: Setelah firmware update Galaxy S3 ke Jellybean, saat ini tidak tampak ada fitur Note 2 yang diberikan juga di S3. Secara kualitas, kamera tetap seri. Cuma lagi-lagi Note 2 punya fitur lebih, sedikit.

 

The Improved S Pen: Galaxy Note 2’s Killer Feature

Fitur: Mana Yang Lebih Inovatif?

Tarik napas dulu. Bakal panjang nih bicara fitur. Soalnya Galaxy Note 2 punya banyak sekali fitur baru. Banyaknya malah agak lebay, kalau pemakai bukan tipe yang suka ngutik setting dan baca panduan pasti akan melewatkan banyak fitur. Samsung memasukkan semua kemampuan S3 ke dalam Note 2 dan menambahkan banyak lagi. Satu dari sekian banyak misalnya Smart Stay di Galaxy S3 yang bisa mencegah layar masuk sleep mode jika ia mendeteksi mata kita sedang membaca layar. Fitur ini ada juga di Note 2 bahkan ditambah lagi dengan Smart Rotate. Handset mendeteksi orientasi mata kita, sehingga layar tidak akan berputar jika memang tidak diinginkan. Ini baru satu dari puluhan fitur yang ada di semua sisi, dari telepon sampai kamera Galaxy Note 2 yang mempunyai kemampuan mengambil beberapa foto sekaligus lalu memberikan kita pilihan memilih wajah terbaik bagi tiap orang yang ada dalam foto. Pop up browser? Single hand operation keyboard? Multi-view multi tasking? Nggak akan habis fitur Galaxy Note 2 dibahas di sini. Tapi mana seperti halnya OS, atau sistem operasi, seiring S3 yang akan mendapatkan update Android JellyBean, fitur-fitur Galaxy Note 2 bukan tidak mungkin akan segera ditemukan di S3. Bahkan sudah beredar kabar bahwa kemampuan multi-view multi tasking akan hadir di S3 sebelum akhir 2012.

Sekarang kita fokus ke satu hal dari Galaxy Note 2 yang tidak akan dimiliki oleh S3, yaitu S Pen. Jangan remehkan stylus ini. S Pen memiliki begitu banyak kemampuan dan fungsi, yang bisa membuat kita yang tidak tertarik akan stylus bisa ketagihan menggunakannya. Galaxy Note pertama sudah memperkenalkan bagaimana pena digital Samsung ini bisa dipakai untuk menulis, membuat gambar, sketsa, cropping gambar untuk ditempelkan di notepad, sekarang Galaxy Note meneruskan kemampuan itu dan menyuntikkan steroid dalam hal fitur khusus. Jika di Galaxy Note pertama penggunaan S Pen masih terbatas, di aplikasinya, di Galaxy Note 2 ia dapat berfungsi di mana saja. Akurasi stylus ditingkatkan, juga ditambahkan kemampuan baru. Tanpa menyentuh layar pun S Pen Galaxy Note 2 sudah memiliki fungsi seperti mouse-over. Pelupa dan takut kehilangan S Pen karena tertinggal? Saya sih begitu. Untungnya si Galaxy Note 2 bahkan mampu memberi tahu kita bahwa S Pen tertinggal jika kita melangkah meninggalkannya. Sangat mengesankan. Lagi-lagi, begitu banyak fitur S Pen hingga sulit dibahas semua. Dan ini lah yang tidak akan dimiliki oleh Galaxy S3.

Pemenang: Galaxy Note 2

 

Dua-duanya diberi batere kapasitas besar.

Stamina Batere: Siapa Yang Lebih Kuli?

Percuma kalau punya kemampuan dan kecepatan tinggi, layar besar nan jernih, tapi stamina batere memaksa kita untuk selalu mencari  ‘colokan’. Capek. Dan ya reputasi smartphone sekarang begitu. Dalam hal ini, Galaxy S3 hadir kapasitas batere yang cukup besar untuk menghidupi hardware nya cukup lama. Staminanya memuaskan, ini bukan hanya dari angka ulasan tech blog, tapi pengalaman sendiri di mana  S3 bisa bertahan seharian.

Sekarang hadirlah si bongsor Galaxy Note 2 yang spesifikasi teknisnya makin tinggi dan layar makin besar. Logikanya, akan butuh tenaga makin besar juga. Untungnya, Samsung menyadari bahwa semua kelebihan Note 2 akan percuma kalau baterenya nanggung. Diberikanlah batere dengan kapasitas yang jauh lebih besar daripada Galaxy S3. Bahkan lebih besar dari Galaxy Note pertama. Hasilnya, sebuah smartphone besar nan cepat yang bisa bertahan hampir sehari penuh dalam pemakaian normal. Sesuai dengan tema review-tanpa-angka, kita rangkum menjadi kesimpulan: Galaxy S3 bisa bertahan sepanjang waktu kerja, sementara Galaxy Note bisa tetap bertahan sampai kita sudah pulang dari kantor.

Catatan penting soal batere! Walaupun colokannya USB Micro, sama kayak Blackberry dan banyak gadget lain, kedua handset ini sebaiknya pakai charger plus kabel bawaan aslinya. Terutama si Galaxy Note 2, chargernya mempunyai output lebih besar daripada charger S3 sekalipun. Dengan charger lain, kadang nggak ngejar walaupun ditulis ‘charging’. Kedua handset ini mendeteksi apakah charger dan kabelnya memang asli Samsung, jika bukan asli, untuk keamanan ia membatasi arus yang masuk sehingga butuh waktu lama untuk mengisi.

Pemenang: Galaxy Note 2

 

Kekuatan Fisik: Siapa Yang Lebih Tahan Banting?

Let’s face it. Smartphone bikinan Samsung nggak ada yang terasa kokoh dipegang. Semua terasa ‘plasticky’, walau sama sekali bukan berarti terasa murahan. Hanya beda sekali dengan, misalnya, kalau kita memegang Nokia Lumia 800, apalagi dibanding iPhone 4S yang feel nya kokoh kayak batu. Sudah banyak torture test di mana Galaxy S3 dijatuhkan, ditarik di aspal, dan ternyata memang bukan tipe tahan banting. Untung setidaknya panel depan S3 dibalut Corning Gorilla Glass 2 yang cukup melindungi dari baret dan benturan ringan.

Panel muka Galaxy Note 2 juga sepenuhnya ditutupi Gorilla Glass 2 ini. Namun dari berbagai uji coba di tech blog luar negeri, tampaknya Galaxy Note 2 secara mengejutkan terbukti jauh lebih ‘badak’ daripada S3. Video drop test Galaxy Note 2 yang bikin meringis membuktikan hal ini. Dijatuhkan dari sedengkul sampai dari ketinggian telinga, hanya lecet kecil, sementara yang lainnya aman. Menggembirakan sekali, karena memang sepantasnya smartphone juga jangan terlalu ringkih. Wong belinya mahal, kalau jatuh dikit aja udah pecah ya miris. Dan ya catatan, udah beli hape mahal mbok ya jangan dijatuhin.

Pemenang: Galaxy Note 2

 

Kesimpulan

Walau tiap kategori ada yang dianggap pemenang, tujuan bahas ini lebih buat nentuin mana yang cocok buat siapa. Dan dari pengalaman menggunakan keduanya, kesimpulan saat ini adalah bahwa:

 

Galaxy Note 2 for power-users.

Samsung Galaxy Note 2 untuk power-user kreatif yang menuntut produktivitas.

Seri Galaxy Note memang dirancang untuk mereka yang ingin smartphone-nya juga bisa menggantikan kertas dan alat tulis. Phablet, namanya sekarang. Sebuah solusi untuk yang merasa layar smartphone masih terlalu kecil sementara tablet terlalu besar. Fitur melimpah ruah. Power user akan dipuaskan dengan begitu banyaknya fitur untuk segala kebutuhan. Bahkan, hanya user yang benar-benar peduli untuk membaca panduan yang akan benar-benar tahu seberapa jauh kemampuan Galaxy Note 2. Kemampuan stylus S Pen di Galaxy Note 2 menakjubkan dan menyenangkan. Kehadirannya bukan lagi sekedar ‘gimmick’, namun benar-benar nyata menunjang produktivitas dan kreativitas. Lebih mudah dipakai daripada yang pertama, Samsung mengintegrasikan S Pen di hampir keseluruhan sistem operasi Galaxy Note 2. Jika tidak peduli dengan kemampuan stylus, layar besar, dan hanya mengejar spesifikasi tinggi, mungkin agak mubazir membeli Galaxy Note 2. ‘Phablet’ ini benar-benar sebuah mobile powerhouse.

Galaxy S3, for the dynamic fast movers.

Samsung Galaxy S3 untuk fast-movers yang dinamis.

Rasanya sih memang seri S adalah flagship dari smartphone Android bikinan Samsung, dan yang ke 3 ini benar-benar lompatan dari 2 generasi sebelumnya. Jika Galaxy S dan S2 terasa sekali mengekor konsep rancangan iPhone, konsep Galaxy S3 baru, segar dan original. Mudah sekali jatuh cinta pada S3, mulai dari pertama menggenggam, kekuatan konsep rancangannya terasa sekali. Spesifikasi tinggi membuatnya bergerak cepat, mulus, dan Samsung sudah memberikan komitmen untuk memperbarui sistem operasi juga fitur-fiturnya sehingga fitur dasarnya akan mengejar kemampuan Galaxy Note 2 di luar S Pen nya. Untuk mereka yang inginkan kombinasi hardware dan software tertinggi namun merasa ukuran Galaxy Note 2 berlebihan. Mereka yang ingin smartphone tercanggih, cantik, cepat dan besar namun masih ringan dan lincah, dan masih dapat sangat nyaman digunakan dengan satu tangan akan terpuaskan oleh Galaxy S3. Ia layaknya sebuah sports car bermesin besar yang canggih.

 

Akhir Kata

Smartphone bukan benda yang murah, kita sebaiknya cari tahu dulu kira-kira mana yang akan ideal untuk kita. Bukan sekedar ngejar spesifikasi yang lebih tinggi, lebih baru, lebih besar. Nah, semoga dengan pengalaman dan opini yang saya bagi di sini, jadi lebih bisa mendapat gambaran, mana yang sepertinya lebih cocok. Pastinya lebih bagus lagi kalau sempat coba dulu, entah ke showroom atau pinjam punya teman.

Sebagian orang akan bilang bahwa Galaxy S3 dan Galaxy Note 2 adalah dua binatang yang berbeda, jadi nggak bisa dibandingkan. Kalau mobil, mungkin seperti membandingkan Ferrari dengan Porsche Cayenne. Nggak apa, realitanya kadang kita memang mesti milih diantara dua benda yang nggak sepenuhnya sama. Yang sudah memakai Galaxy Note pertama hampir pasti akan suka sekali dengan Galaxy Note 2. Tapi bagi yang memakai Galaxy S3, kemungkinannya 50-50. Bisa jadi tetap lebih memilih Galaxy S3 karena memang ukuran Galaxy Note 2 bukan untuk semua orang. Saya sendiri? Pada awalnya merasa ragu karena canggung dengan ukuran Note 2 namun setelah beberapa hari benar-benar jatuh cinta dan tidak ingin kembali ke S3.

Jadi, pilih mana, Galaxy S3 atau Note 2? Semoga tulisan ini sedikit memberi pencerahan. Terima kasih sudah mampir dan baca sampai sini, semoga membantu.

Dan Android Pun Mulai Masuk Ke Kamera

Sementara fokus acara Samsung World Tour 2012 Jakarta tempo hari adalah peluncuran Galaxy Note 2, sebetulnya ada 2 produk lagi. Yang satu adalah line-up ATIV Windows 8 convertible laptop, dan satu lagi, yang paling menarik buat saya, adalah Samsung Galaxy Camera.  Gimana nggak, dari awal diumumin udah bikin penasaran. Okelah, Polaroid dan Nikon udah duluan ngumumin bikin kamera berbasis Android, tapi kelihatannya yang Samsung ini menarik karena… well, nggak tahu ya, kelihatan lebih fun aja.

Perkenalkan, kamera Android pertama Samsung.

Ukurannya nggak malu-malu, bongsor, tebal. Nggak berusaha untuk jadi mungil ataupun bisa dikantongi. Nggak enteng. Hampir seluruh punggungnya adalah layar sentuh, kalau nggak salah seukuran Galaxy S3, sekitar 4,65 inci. Logikanya pas baca pertama kali tentang ini adalah, ngapain gede banget dan overlapping sama smartphone yang juga bisa motret? Nggak dibikin lebih kecil atau lebih praktis aja? Ternyata pas megang langsung, rasanya kayak ngerti kenapa Samsung nekat bikin gede. Memang jadi lebih menarik daripada kamera poket biasa.

Lensa dengan 20x Optical Zoom

Kelebihan yang udah pasti daripada kamera di smartphone pastinya ukuran sensor yang lebih besar. Bukan cuma soal megapixel ya. Malah lupa ini Galaxy Camera berapa megapixel. Yang penting kalau ukuran sensor lebih besar, lebih peka cahaya, lebih mampu low light, dan lebih sedikit noise. Itu logikanya. Apa lagi? Lihat angka di lensanya? Dari ujung wide sampai ujung zoom jaraknya 20 kali, optik, jelas nggak bisa di handphone. Apa ini cukup jadi alasan kita untuk kepengen benda ini? Belum tahu juga. Tapi waktu presentasi banyak ditunjukkan fitur dan kemampuan khusus Galaxy Camera yang nggak ada di smartphone.

LCD super bening & besar, dan live effects.

Dalam beberapa menit saja main-mainin display demo unit memang nggak bisa bahas banyak. Tapi satu hal yang pasti, kesan pertama cukup menarik. Kabarnya akan dirilis di Indonesia sekitar November, katanya sih, dan harga mungkin sekitar 5 jutaan. Kamera beneran, dengan Android, 3G dan WiFi. Nginstagram bakal lebih cantik-cantik dong fotonya? Asal bukan cuma buat motret cup Starbucks. Ada yang tertarik? Saya sih makin penasaran.

Preview: Hari Pertama Dengan Samsung Galaxy Note 2

Saya termasuk golongan yang selalu nggak merasa puas dengan ukuran layar smartphone. Sementara sebagian teman sudah puas dengan ukuran layarnya, saya selalu merasa akan lebih puas kalau layar lebih besar lagi. Karena itu, sejak pertama Samsung bikin monster nyeleneh bernama Galaxy Note, saya langsung napsu karena puas ngelihat layarnya.

“Mwahahaha, ini baru mantap!”.

Kayaknya tiap megang, entah unit demo di showroom atau pinjem Galaxy Note punya teman, kalimat itu yang muncul sambil menyeringai kayak maniak. Dua hari lalu, saya mulai memakai sendiri generasi ke dua nya, Galaxy Note 2. Saat mulai memakai sendiri, ekspresi pertama yang keluar ternyata beda.

Big, shiny and gorgeous Galaxy Note 2

“Waduh. Nggg… gede ya.”

Haha… ternyata tetap aja agak shock. Mendadak Galaxy S3 saya jadi kecil mungil setelah memegang mahkluk baru berwarna Titanium Grey nan kinclong ini. Pemilik Galaxy Note pertama akan merasa sebaliknya. Walau layar Galaxy Note 2 lebih besar dari Galaxy Note pertama, bodinya justru lebih ramping dan tipis. Dibanding jagoan Galaxy S3 pun ia lebih terasa kokoh dan mewah, cuma untuk tangan saya yang keringetan terus, punggungnya terlalu mulus dan licin jadi langsung saya belikan hardcase Anymode yang agak keset.

Jujur, walau dari dulu mengidam-idamkan layar besar, sesaat sempat ada keraguan apa saya beneran akan bisa menikmati Galaxy Note 2 sebagaimana saya menyukai Galaxy S3 (The S3 rocks!). Tapi setelah menyalakannya dan mencoba pena digital S Pen nya, jelas sekali, walau yang paling terlihat pertama dari seri ini adalah besar layar, Galaxy Note 2 bukanlah soal ukuran. Ini soal fungsi.

Perkenalkan S Pen Yang Baru, Pemicu Kreativitas

Cabut S Pen dari dudukannya di kanan bawah dan kita langsung diberikan menu jalan pintas. Mau bikin apa? Galaxy Note 2 seakan bertanya. Berjibun template siap pakai disediakan, mulai dari yang serius seperti mencatat meeting, sampai yang kreatif, atau lifestyle seperti diary dan resep siap dibuat. Tapi saya memulai dengan yang sederhana. Saya senang corat-coret di agenda dan kalender, dan dalam waktu singkat saya sudah bisa melakukan ini di Galaxy Note 2.

Corat-coret kalender!

Ini bukan hal remeh, biasanya di agenda atau planner digital, kita terbatas menulis dengan keyboard di box-box tanggal yang sudah ditentukan tapi di Galaxy Note 2 dengan S Pen saya bisa corat-coret semaunya. Seperti pena dan kertas. Dan tanpa harus baca manual atau belajar cara pakai. Oke, saya masukin lagi S Pen ke tempatnya, lalu cabut lagi. Langsung keluar menu ini di layar.

Mau orat-oret apa?

Dan bukan itu aja, masuk lagi, tiap kategori ada macam-macam lagi template nya. Iseng, saya nyoba template Diary yang ada di kategory Lifestyle. Dalam sekejap bikin begini.

Diary Note

Ruang foto sudah disediakan, tinggal tap dan pilih foto yang kita mau. Lihat tulisan dan panah kuning itu? Itu saya bikin kemudian di Diary ini, bukan dari fotonya. Untuk menulis isi pun ada beberapa cara. Untuk judul, saya pakai murni tulisan tangan dengan S Pen. Lalu yang dibawahnya itu saya pilih cara di mana tulisan tangan saya dengan S Pen otomatis diubah jadi ketikan rapi! Lalu highlight yang kayak stabilo pink dan biru saya tambahkan setelah itu dengan S Pen. Gampang. Nggak bingung. Makin iseng lagi, nyobain template Travel, juga di kategori Lifestyle.

Travel Note

Uuuh! Lucu! Bentuknya seperti passport. Foto di kiri atas tinggal kita ganti, dan semua yang lainnya bebas mau diisi apa. Mau tulisan tangan silakan, mau ketikan rapi juga bisa. Nah di sini saya mencoba yang lain lagi. Lihat itu gambar dua mobil dan gedung? Itu gambar dari library IdeaSketch nya Galaxy Note 2. Sudah siap, tinggal pakai tempel. Dan cara mengambilnya pun keren.

Dari menu insert, pilih Idea Sketch, lalu kita bisa menuliskan apa obyek yang kita mau cari. Pakai tulisan tangan, saya coba tulis ‘cars’ untuk mobil. Bisa dilihat, tulisan tangan saya seadanya aja. Galaxy Note 2 pun kemudian mencari.

1. Tulis nama obyek

Setelah membaca tulisan tangan saya, Galaxy Note pun menampilkan gambar-gambar Idea Sketch yang saya cari yaitu mobil, ada beberapa pilihan!

2. Pilih sketsa!

Tap gambar Idea Sketch yang kita inginkan, terus kita langsung dibawa ke halaman Note untuk menempel gambar. Dan banyak sekali pilihan dalam meletakkan gambar, bisa dimodifikasi semau kita.

Paste & edit!

Sangat, amat, gampang! Akhirnya jadi iseng mencoba yang lain lagi, seperti template Recipe ini. Fun!

Nyatat resep?

Tapi Ini Baru Sebagian Kecil Kemampuan Galaxy Note 2

Galaxy Note 2 dan S Pen nya membuat kreativitas terpancing, dan ini baru sepersekian dari sekian banyak fitur. Mungkin ini baru sepersekian fitur yang dibawa oleh Galaxy Note 2. Banyak kemampuan unik, yang saya suka karena bener-bener bikin kita merasakan kecanggihan handheld ini, sedikit diantaranya:

– Tanpa menyentuh layar, S Pen diposisikan sekitar 0.5cm dari photo album akan memberi preview isi album.

– Tanpa menyentuh layar, S Pen diposisikan sekitar 0.5cm di timeline video akan memberi preview titik yang diarahkan.

– Tanpa menu khusus, crop dan capture apapun dari layar dengan S Pen untuk ditempel ke note

– Tanpa menu khusus, select & copy text dengan S Pen

– Galaxy Note 2 bisa memberi tahu kita kalau kita berjalan, S Pen tertinggal dan lupa dimasukkan.

– Tanpa menyentuh atau mengangkat, lewatkan tangan di atas, Galaxy Note akan tampilkan status message & battery.

– Best Face, kamera mengambil 8 frame sekaligus, misal kalau foto bersama ada yang mengedip, bisa diganti yang lebih bagus.

– Multi Window, multi tasking membuka 2 app sekaligus dalam 1 layar. (Setelah OTA Firmware update.)

– Screen capture video playback dengan satu tap.

– Photo Note, membuat note/catatan dibalik foto dengan S Pen. Dibaliknya lho!

– Smart Rotation, membaca apakah harus rotate layar dengan mendeteksi orientasi mata kita

Dan daftar ini masih berlanjut! Whew!

Saat ini ditulis, saya baru 2 hari memakai Galaxy Note 2. Banyak yang belum dicoba secara mendalam, termasuk begitu banyak fungsi tambahan S Pen.

Baterenya Gimana?

Banyak yang tanya soal batere. Daya tahan batere sangat memuaskan, dengan pemakaian yang sama seperti saya memakai S3, dia bertahan lebih lama. Saya bisa mengira-ngira, kalau untuk pemakaian ringan, Galaxy Note 2 bisa bertahan dari pagi sampai malam pulang kantor. Kemarin saya tembus 19 jam untuk pemakaian kasual. Tapi lagi-lagi ini pengalaman pribadi, kalau untuk angka spesifik bisa mencari review teknis batere dari blog-blog teknologi yang rajin menguji. Saya malas mengulas angka dan teknis lagi, sudah banyak.

Bisa Dipakai Satu Tangan?

Teman juga bertanya, dengan ukuran sebesar itu apakah jadi tidak bisa dipakai dengan satu tangan? Samsung sudah memperhitungkan ini dengan menyiapkan One Handed Use Mode dimana keyboard dikecilkan sedikit dan bisa dibuat menempel ke sisi kanan atau kiri layar sesuai kemauan kita. Hanya sayangnya bagi saya yang memakai Swype keyboard, moda ini belum berlaku jadi jari harus geser-geser sedikit. Sebetulnya, dengan adanya S Pen pun kita sudah tahu bahwa ini rancangan untuk dua tangan. Satu tangan memegang pena.

Kesimpulan sementara, buat apa dan siapa Galaxy Note 2?

Apakah Galaxy Note 2 untuk semua orang? Menurut saya, Galaxy Note 2 adalah khusus untuk mereka yang menginginkan bisa berbuat lebih banyak dengan ‘gadget’nya. Untuk yang merasa smartphone harus bisa melakukan lebih banyak hal, tanpa menjadi sebesar tablet. Untuk yang menginginkan keleluasaan tablet, tanpa harus membawa benda segede nampan. Buat yang senang membuat note, catatan, dan dengan keleluasaan menggunakan pena dan kertas. Yang suka mencari ide, dan menuangkannya dalam coretan bebas. Yang kreatif. Pengguna Galaxy Note pertama akan suka sekali dengan Galaxy Note 2, karena peningkatan kemampuannya jauh sekali, terutama seputar fungsi S Pen. Power users will love this thing.

Nyeleneh dari lahir, Galaxy Note dan sekuelnya, Galaxy Note 2, memang nggak bisa dibandingkan dengan smartphone biasa. Nggak akan ketemu. Kalau kata orang, ini binatang yang berbeda. Galaxy Note pertama melahirkan istilah ‘phablet’, yaitu setengah phone, setengah tablet. Tapi saya kok masih malas menyebutnya begitu ya. Mungkin nanti kalau sudah lebih umum.

Anyway, setelah seharian memakai Galaxy Note 2, saya memutuskan bahwa ia akan menggantikan Galaxy S3 kesayangan sebagai handset utama. Besarnya ukuran Galaxy Note 2 memang butuh penyesuaian, tapi fitur dan kemampuan yang diberikan melebihi penyesuaian itu. Galaxy Note dan Galaxy Note 2 besar karena alasan dan tujuan jelas, yaitu fungsinya menjadi buku catatan kecil kita yang dilengkapi pena.

Sekian dulu untuk ulasan hari pertama, udah kepanjangan. Terima kasih buat yang udah mampir dan baca.

Catatan dari Samsung Galaxy Note 2 World Tour Jakarta

“Bapak, nanti acara dimulai 11:30, bisa langsung masuk dan makanan bisa di bawa untuk makan di dalam.”.

Usher cantik ngasih tahu dengan sangat halus dan sopan, dan walau lagi sibuk makan, saya senyum dan bilang terima kasih. Bawa makanan ke dalam? Kayaknya nggak deh, walau biasanya berlama-lama aji mumpungan tiap ada buffet di acara launching, kali ini mau cepet beres. Rencananya kan mau livetweet dari presentasi launching Galaxy Note 2, kalau sambil makan nanti banyak yang missed karena nggak fokus.

Ya, itu alasannya. Beneran.

Bukan karena udangnya enak banget tapi pedes dan saya takut sakit perut, dan bukan juga karena udah 2 kali nambah beef Wellington nya jadi malu untuk minta nambah lagi.

Anyway, akhirnya Samsung Galaxy Note II World Tour sampai juga di Jakarta. Saya yang ngikutin beritanya dari waktu rumor sampai review jelas bersemangat banget.

The Ballroom

Welcome to Samsung Galaxy Note World Tour 2012!

Acara dibuka oleh MC, Marisa Nasution. Rasanya kita nggak keberatan kalau seluruh acara dan presentasi oleh dia aja, beneran. Marisa mempersilakan pimpinan Samsung Indonesia ke panggung untuk memberikan keynote speech diiringi video presentasi. Ini belum spesifik mengenai Galaxy Note 2, tapi yang saya perhatikan adalah bagaimana beberapa kali kata ‘creative’ dipakai dalam menggambarkan fungsi device berukuran nyeleneh ini. Jelas memposisikan benda berlayar besar dan pena digital ini bukan sekedar untuk konsumsi media dan komunikasi, tapi kreasi. Setelah yang ini, barulah presentasi mendalam tentang fitur-fitur dari Galaxy Note 2. Bapak-bapak Korea akhirnya turun, berganti masnya boss Samsung yang orang sini.

Jauh aja ya duduknya.

Nggak tahu kenapa si masnya dan Marisa diatur duduknya berjauhan sekali, bikin banyak hadirin sedikit ketawa pas lihat. Mungkin biar fokus ke layar, dan ini penting karena banyak fitur baru Galaxy Note 2 yang butuh peragaan video dengan sangat jelas. Rencananya mau livetweeting, tapi ternyata susah sekali. Walau sudah banyak baca review dan lihat video hands-on tentang Galaxy Note 2 di YouTube, ternyata banyak yang baru lebih jelas saat dipresentasikan. diantaranya, kemampuan S Pen yang kali ini benar-benar diintegrasikan ke banyak fungsi dasar device. Karena banyaknya fitur yang dihadirkan berderet-deret, dengan video yang jauh lebih jelas, akhirnya memang kita lebih banyak terpaku ke layar dan membahas, juga kagum. Boro-boro mau livetweeting, tiap ada fitur diperagakan, kita bereaksi.

Galaxy Note pertama memperkenalkan S Pen yang bisa dipakai menulis, menggambar, atau juga cropping. Kemudian diperagakan bagaimana fungsi ini semua di Galaxy Note 2 sudah jauh lebih diintegrasikan. Dari komentar-komentar yang kedengaran sekilas dari sekitar, sepertinya memang Galaxy Note sudah cukup dikenali kemampuannya.

“Ini khas nya Galaxy Note ya?”.

“Iya, cuma jadi lebih praktis, lebih integrated gitu.”

Ditunjukin juga setelah itu, satu lagi fitur note. Kalau nggak salah namanya pop-up note. Sederhana aja. Sambil menelepon juga bisa dengan cepat membuka pop-up notes dan orat-oret mencatat. Si mas dan temannya yang di kursi depan terdengar membahas.

“Nah oke, ini gue suka. Sering perlu nyatet pas nelepon.”

“Yoi, tinggal pake speakerphone aja sementara kita nyatet.”

Lanjut, di atas panggung masnya boss Samsung (lupa namanya) memamerkan fitur pop-up video. Ini udah diperkenalkan di Galaxy S3. Window video bisa terbuka di mana aja, misalnya sambil nge-SMS atau chat, tetap lihat video. Komentar berlanjut, kali ini temen-temen satu meja.

“Hmm… yang ini sih kayaknya gue nggak pake. ”

“Iya, nggak penting amat gitu loh lihat video sambil buka app lain.”

Memang nggak semua juga fiturnya bener-bener penting. Tapi nggak apa-apa dan bagus aja, kalau sampai diperlukan, kemampuan itu ada. Dan lebih penting lagi, intinya, Samsung nggak malas, tetap berusaha memberi handset nya banyak kemampuan lebih. Salah satu favorit saya yang terkesan cetek: kemampuan corat-coret kalender. Bisa nulis di mana aja di Calendar, bukan cuma di box-box tanggal dan dibatasi. Entah nulis atau nge-highlight kayak pakai stabilo. Iya, fitur ini memang salah satu yang dimulai di Galaxy Note pertama, tapi kayaknya dulu nggak seleluasa ini. Ngetweet soal ini? Udah lupa, ngelihat demonya di layar bengong kagum.

“Wiiiiih, bisa gitu ya, bebas bener, corat coret di mana aja di kalender. Enak juga.”

Masih belum berenti di situ aja, ada built in library gambar disediakan Samsung yang membantu kita bikin sketsa-sketsa. Video pun memeragakan.

“Ooh, udah nyediain kayak clipart gitu ya.”

“Ini sih biasa lah ya. Library gambar buat di copy-paste.”

Karena kita udah biasa sama smartphone canggih nggak gampang amat terkesan dengan library gambar siap pakai. Tapi habis itu diperagakan lagi, bagaimana bisa memakainya dengan gampang. Misalnya butuh gambar orang. Nggak perlu pencet sana sini. Karena lagi pegang S Pen, bisa aja tinggal tulis pakai di layar note: “people” dan keluarlah library gambar-gambar kartun manusia, mendadak kagum lagi.

“Whoooa! Nice!”

“Cakep!”

Agak sulit menggambarkan uniknya fitur ini. Harus lihat sendiri. Presentasi bincang-bincang itu pun berlanjut lagi memamerkan kemampuan S Pen yang bisa hover seperti mouse. Yak bener, nggak perlu nyentuh layar, cukup sekitar 1/2 cm dari layar kemudian jadi ada kursor di layar. Ini jadi membuka banyak lagi fungsi baru, misalnya dengan begini bisa membuka preview isi album, atau video. Buat preview video pun S Pen punya  fitur sendiri lagi, untuk bisa melihat adegan ke depan di timeline. Ini kita baru bahas aspek S Pen nya aja lho di sini. Belum kamera atau yang lainnya. Buset.

Multitasking!

Multi window multi tasking. Bisa ngebuka lebih dari 1 app berbarengan dalam 1 layar. Misalnya, window atas membuka artikel dari ebook, dan di window bawah kita bekerja menyusun tulisan. Bukan switching app seperti yang sudah-sudah, ini berbarengan. Whew. Udah tahu soal ini dari berita, dari review, tapi lihat langsung demonstrasi pemanfaatannya tetap terasa ‘wah’. Khusus ini, rasanya bakal bisa ada bahasan tersendiri. Apa aja yang bisa multi window? Ini menarik, tapi harus hands-on.

Tentunya, kembali kami yang menonton langsung mengomentari dan membahas setiap hal yang dipresentasikan. Kenapa banyaknya komentar ini jadi catatan? Karena pengalaman di beberapa gadget launch belakangan ini rasanya apapun yang dipresentasikan, kita sudah nggak banyak berkomentar. Karena nggak banyak yang menarik, baru, unik, atau inovatif. Paling banter bentuk baru, spec baru, ukuran baru. Biasanya belakangan ya sepi aja, manggut. Tapi dalam hal Galaxy Note 2 ini, banyak yang unik, menarik dan bisa membuat kita membicarakannya.

Nah karena jadi banyak ngobrol, di titik ini udah nyerah untuk live tweeting. Jangankan itu, ini sekarang blogging pun nggak mampu bahas semuanya. Terlalu banyak fitur baru untuk diurutkan. Fitur yang memang bisa membantu di real-life, membuat lebih cepat, lebih mudah. Bukan cuma S Pen, di area lain pun ada hal baru. Sesederhana “pop-up browser”, jadi misalnya sedang membuka email dan ada link, tinggal tap dan browser terbuka, tapi dalam ukuran lebih kecil dan dalam window tersendiri di atas app email. Jadi nggak ninggalin app untuk berganti ke browser. Kadang, kita perlu yang begini untuk cepat.

Banyak lagi detil, yang nggak mungkin dibahas dalam satu post. Fast forward, usai presentasi, kita pun bisa mencoba-coba di Experience Booth. Ini langsung ramai. Grup media juga sudah dibagi untuk untuk presentasi mini di sana. Akhirnya megang langsung Galaxy Note 2 dan langsung nyoba S Pen nya. Lucunya, saking tadi banyak sekali fitur yang dipresentasikan, pas megang bendanya jadi mikir sendiri, “Eh tadi mau coba apanya ya?”. Nggak cukup cuma beberapa menit untuk mengenal Galaxy Note 2. Terlalu banyak yang bisa dilakukan.

Here it is, the Galaxy Note 2

Melihat suksesnya Galaxy Note pertama, rasanya Galaxy Note 2 akan laris manis lagi. Desain lebih cantik, layar lebih besar, bodi lebih ramping. Mayoritas casual user apalagi yang sebelumnya sudah pakai Galaxy Note pertama hampir pasti akan naksir. Galaxy Note, sesuai namanya, bukan soal ukuran layar besar, jauh lebih luas daripada sekedar ukuran.

The first Galaxy Note surprisingly a hit with the ladies, this slick new Galaxy Note 2 undoubtedly will be of their fancy too.

Aksesoris original sudah siap langsung dari saat launch. Nice!

Dengan semua hal yang baru di Galaxy Note 2, kesimpulan awal buat saya sendiri adalah: this looks like a fantastic fun and powerful device, and I definitely definitely want one. Mungkin untuk gantikan Galaxy S3 saya. Nah tapi saya juga jadi penasaran, bagaimana dengan para user Galaxy Note yang pertama, sudah sejauh apa memanfaatkan si bongsor dan pena digitalnya dalam pemakaian sehari-hari? Buat apa aja? Ada kelebihan khusus yang disukai?