Film Review: Modus Anomali

Salah satu film nasional yang paling ditunggu-tunggu penggemar film Indonesia di 2012 akhirnya tiba, dan saya mendapat kesempatan ikutan nonton gala premiere nya semalam. Review ini adalah kesan pribadi saya menonton Modus Anomali.

Modus Anomali dimulai dengan cepat tanpa ba-bi-bu, langsung memberikan misteri, teka-teki dan ketegangan yang membuat saya menahan napas. Hebatnya, walau hampir selalu bisa menebak kapan bakal dikejutkan, tetap saja film ini efektif bikin jantungan. Beberapa menit berlalu dan yang tadinya dimulai dengan tancap gas kemudian rasanya seperti menginjak rem lalu  jalan pakai ‘gigi 1’. Pelan sekali. Rasa penasaran saya mulai berganti jadi ketidak sabaran, kemudian mendekati bosan. Keingin-tahuan akan jawaban teka-teki berubah jadi sekedar menunggu akhir film untuk melihat apakah kecurigaan saya benar. Semakin lama saya makin merasa ini seperti materi 30 menit yang dipanjang-panjangkan menjadi feature film. Seperti sebuah episode serial TV Alfred Hitchcock, Twilight Zone, atau Ray Bradbury Theater yang dimelarkan. Andai hanya 30 menit, rasanya Modus Anomali akan memukau. Atau ya sejam lah maksimal.

Ada satu hal yang sangat mengganggu saya di Modus Anomali, yaitu pemakaian bahasa Inggris. Sepertinya bahasa Inggris dipakai untuk menunjukkan cerita ini bukan mengambil setting di Indonesia. Sah-sah saja, namun sayangnya pelafalan canggung yang kadang ‘belibet’ plus intonasi aneh sulit diabaikan kuping saya. Mungkin pemilihan bahasa ini juga berhubungan dengan akting pemain, yang buat saya rasanya kok ya di bawah kualitas akting di film-film Joko Anwar sebelumnya. Apa karena  pemakaian bahasa Inggris saja sudah beban tersendiri, akting jadi dua kali lebih berat? Bisa jadi, entahlah, saya cuma nebak. Tapi saya yakin sekali, jika saja memakai Bahasa Indonesia, mestinya akan bisa lebih natural.

Yang fantastis dari Modus Anomali bagi saya adalah sound. Rasanya belum pernah ketemu film nasional yang bisa memanfaatkan suara dalam membangun suasana sekuat Modus Anomali. Penempatan sound effect secara maksimal memanfaatkan kemampuan Dolby Digital. Menonton ini kita tahu dari mana setiap gemerisik semak belukar datang, ke mana langkah-langkah kaki misterius berlalu, dan betapa malam hari di hutan itu bisa mencekam. Peran suara di film ini rasanya menjadi lebih krusial dari biasanya. Pastikan menonton di bioskop dengan sound system yang terbaik dan buktikan sendiri betapa luar biasa sound design di Modus Anomali!

Pada akhirnya, walau nggak bisa bilang menyukai film ini, saya hormat pada keberanian produser dan sutradara yang serius menggarap film dengan genre yang begitu langka di Indonesia. Di tempat di mana film mirip perjudian, dengan kemungkinan kalah jauh lebih besar daripada peluang menang, Modus Anomali adalah salah satu pertaruhan berani. Menunjukkan tekad dan keberanian, untuk melangkah lebih daripada sekedar permainan aman. Semoga sukses dan memberi inspirasi bagi perfilman Indonesia untuk berani mencoba.

Iklan