Mau Marah Rasanya!

Ada apa ini? Rilisnya berbarengan, tapi “The Maling Kuburans” kok cuma dikasi di 12 layar/60 show di Jakarta, sementara yang satu lagi keluar bersamaan tapi bisa 20 layar/100 show? Sudahlah begitu, TMK cuma disisakan layar-layar yang agak berat untuk film Indonesia seperti Hollywood KC, La Piazza, Pondok Indah Mall. Sementara semua bioskop yang dikenal sebagai gudang penonton film Indonesia diberikan sepenuhnya ke film yang keluar berbarengan. Seperti Kelapa Gading, Daan Mogot, Slipi, Depok, Detos, Cinere, dan banyak lagi, tidak satupun diberikan ke TMK. Seharusnya bisa lebih berimbang pembagiannya. Ini sama saja dengan mau mematikan film saya sebelum sempat hidup!

Nggak fair. Saya ngerti sekarang sedang banyak film beredar bersamaan, jadwal pun berebut. Logis dan jelas. Itu saya paham sekali, tapi minimal bisa dong ngasi pembagian yang lebih wajar? Kalau seperti ini sih sudah telak-telak ada favoritism. Padahal TMK di hari pertama menunjukkan kemampuan merebut penonton yang sangat potensial. Dibandingkan SKB yang tayang full di 20 layar Jakarta dan juga lengkap di semua kota, hasil hari pertama TMK menunjukkan bahwa kalau saja diberi kesempatan yang lebih fair, bisa melebihi angka Setannya Kok Beneran. Sayangnya, TMK kesannya malah digencet duluan.

Saya nggak tahu mau ngomong apa lagi. Nggak, saya nggak nyerah. Tapi rasanya mau marah. Saya dan teman-teman kerja keras mengolah film ini dari nol selama 6 bulan. Ketika dengar akan keluar ditengah persaingan yang berat, saya nggak terlalu khawatir karena persaingan itu hal biasa. Tapi kalau dalam cara bersaingnya ada yang nggak wajar, wah… Susah mau berkompetisi. Yah, pada akhirnya saya mohon doa dan dukungan rekan-rekan aja. Yang penting, filmnya seru, lucu, dan yang nonton ketawa semua dari awal sampai akhir.

Iklan