KompasEntertainment : The Maling Kuburans, Horor Rasa Komedi

Meet "The Maling Kuburans"

Meet "The Maling Kuburans"

JAKARTA, KOMPAS. com — Masih tingginya animo masyarakat terhadap film berbau horor, membuat sejumlah perusahaan film terus berlomba-lomba menghadirkan film bergenre tersebut. Tak hanya menyuguhkan aura yang menyeramkan, kini para pembuat film mengemasnya dengan memberikan porsi lebih pada unsur komedi.

Formula inilah yang juga ditawarkan lewat film The Maling kuburans produksi Millenium Visitama Films. Film yang sutradarai Dwi Ilalang, yang sebelumnya menggarap film Sang Dewi, menggaet sejumlah aktor komedi dalam filmnya tersebut, seperti  Indra Birowo, Yton (Itong) Club 80’s, Tessy, hingga Heri Savalas.

Film yang juga dibintangi Donita dan penyanyi Syahrini ini, berkisah tentang Niko (diperankan Indra Birowo) dan Imen (Yton) yang terpaksa menjadi maling kuburan dadakan untuk menebus warisan kedua ayah mereka, yang ternyata juga berprofesi sebagai maling kuburan. Usaha mereka untuk menjadi maling kuburan, tidaklah mudah. Apalagi ketika mereka berhasil mendapatkan peta lokasi kuburan yang justru telah berubah menjadi bangunan asrama kesusteran putri.

Dari sinilah, usaha menghadirkan keseraman dan kelucuan ditawarkan. Mereka dihadang para penunggu asrama yang merasa terusik dengan kehadiran mereka.

Dalam film tersebut, Indra Birowo memerankan karakter yang ceplas-ceplos, sedangkan Yton berperan sebagai orang yang kerap jadi sasaran kambing hitam para temannya. Mereka berdua bersahabat karib, yang kerjanya hanya bersenang-senang sampai seorang bos mafia menculik mereka dan membuka identitas ayah mereka masing-masing.

Donita dan Syahrini, kehadirannya menjadi bumbu.  Mereka berperan sebagai mahasiswi calon perawat. “Di sini saya berperan sebagai Karyn, karakternya cenderung serius dan pemikir,” jelas Donita. Berbeda dengan Donita yang tampil sporty, agak tomboi, seksi tetapi sering terjebak di situasi konyol, Syahrini justru mendapat peran sebaliknya. Ia memerankan tokoh Ayu yang berisik, telat mikir dan rada o’on.

Film yang rencananya akan dirilis 2 Juli mendatang ini,  skenarionya ditulis Deden Tristanto dan ide cerita dari Raya Fahreza, co-produser film tersebut. Mereka sebelumnya pernah bekerja sama juga di film Setannya Kok Beneran?.
Dikatakan Dwi Ilalang, proses syuting film ini memakan waktu 12 hari dengan mengambil lokasi di  Bogor dan Jakarta. (M2-09)

Tulisan asli di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s