Heboh Nonton Bareng The Maling Kuburans!

Alhamdulillah, setelah lama berkutat dengan berbagai proses produksi akhirnya pada hari Minggu 28 Juni 2009 kemarin TMK diputar di 4 layar Blok M Plaza 21, dalam acara nonton bareng. Seperti sebelumnya, kami memang memilih mengadakan acara “nonton bareng” dimana tim publicicst menyebar 1200 undangan ke arah target audience seperti pelajar SMP, SMU, pembaca tabloid, pembaca majalah, koran, pendengar radio dan lainnya. Memang bukan layaknya premiere yang lebih prestise dimana undangan hampir mayoritas pers dan pemain industri film dan relasinya.  Mengapa kami memilih acara “nonton bareng” dengan mengundang penonton awam ketimbang acara “gala premiere” yang lebih bergengsi dan dihadiri penggede-penggede? Jawabannya, karena dengan penonton yang adalah murni penonton awam, reaksi dan tanggapan atas film bisa lebih valid karena tulus. Semua datang dengan tujuan menonton, murni. Dan kita bisa langsung mengetahui apakah adegan/cerita/apapun yang kita buat dapat berhasil menciptakan emosi yang kita inginkan.

Pagi-pagi penonton TMK sudah ngantri nukerin undangan

Pagi-pagi penonton TMK sudah ngantri nukerin undangan

Saya dan para maling kuburan yang lengkap hadir

Saya dan para maling kuburan yang lengkap hadir

Kalau di acara gala premiere yang mana lebih mengundang VIP, relasi dan pers saja, reaksi dan sambutan penonton biasanya belum bisa dijadikan tolok ukur. Sebagian karena memang yang menonton ini bukanlah orang awam, sebagian lagi memang karena suasana pun sudah sangat berbeda. Sulit sekali menakar apakah film kita “jalan” atau nggak, dari format gala premiere.

Pers pun cukup antusias mewawancara para 'Maling'

Pers pun cukup antusias mewawancara para 'Maling'

Dalam hal The Maling Kuburans, alhamdulillah begitu scene 1 TMK dimulai, penonton sudah dibuat ngakak oleh adegan geblek yang kemudian masih berlanjut ke scene berikutnya. Apa yang saya dan Deden Tristanto pelajari dari pengalaman di SKB dipraktekkan lagi di sini dan ternyata bekerja. Senang sekali rasanya. Sepanjang film penuh tawa, naik-turun alur cerita pun tetap diiringi tawa. Dan seperti biasa, kehadiran Tessy sang komedian senior selalu berhasil mengocok perut. Sayangnya saya nggak bisa ceritain di sini. Nonton aja The Maling Kuburans, mulai 2 Juli nanti. Ini terbukti sebuah film yang terancang untuk kenikmatan maksimal jika ditonton beramai-ramai. Pokoknya jadi heboh deh!

Iklan

Bikin Film Pendek Pakai Nikon D90?

Nggak terasa, udah lama sejak Nikon D90 dirilis, udah lama sejak saya nulis banyak hal soal Nikon D90 di blog ini. Harga udah sempat naik turun, dari jamannya belum ada yang garansi Alta, sampai habis, sampai ada lagi. Mulai banyak videografer amatir dan film enthusiast yang melirik si D90 ini karena kemampuan moda D-movie nya. Tapi setelah mencoba sendiri, ada hal-hal yang mutlak mesti disadari sebelum mikir untuk bikin film yang (agak) serius pakai D90. Dulu sudah pernah saya bahas, tapi setelah nyoba sendiri, jadi berasa banget beberapa point ini.

1. WAJIB GUNAKAN TRIPOD, TITIK.

Sedikit saja body bergoyang, efek jello akan langsung terlihat di gambar. Ini masalah rolling shutter.

2. TIDAK BOLEH ADA LAMPU NEON/FLUORESCENT, TITIK.

Begitu ada neon, banding alias garis scan yang bergeser pun muncul. Lupakan niat pake Kinoflo.

3. TIDAK BISA PAN CEPAT ATAU MEREKAM BENDA BERGERAK HORISONTAL CEPAT

Lagi-lagi masalah rolling shutter, ketika gerakan horisontal cepat, akan terjadi skewing.

4. TIDAK ADA SETTING MANUAL KECUALI FOKUS

Sadari hal ini. Ada triknya di blog ini, tapi sekedar trik, bukan cara set yang absolut.

Nah, setelah tahu batasan-batasan disana, bukannya mustahil bikin naratif yang memukau dengan D90. Okelah, yang ada banyak uang akan beli Canon 5DmkII yang baru saja dapat firmware baru yang memungkinkan kontrol manual. Tapi buat yang budgetnya terbatas, gambar Nikon yang lebih film-ish juga bisa mempesona orang. Sekarang pun ada yang lebih murah, Nikon D5000, tapi itu saya akan bahas lain kali. Sudah tahu kelebihan dan kekurangan alat yang kita punya, mestinya kita bisa merancang cerita yang juga pas bisa dihandle oleh si D90 ini.

The Maling Kuburans: Donita

Donita adalah cast favorit saya di The Maling Kuburans. Artis yang dikenal dari sinetron Cinta Fitri dan film Suster Ngesot ini ternyata berkepribadian yang menyenangkan. Profesional, bekerja serius, selalu on time di set dan tidak pernah mengeluh walau sudah subuh dan kecapekan. Benar-benar menyenangkan kalau ketemu artis yang seprofesional ini. Padahal, jadwal Donita pun bukannya enteng, tapi rasanya syuting berjalan lancar aja.

Donita behind the monitor

Donita behind the monitor

Sekilas Donita dari penampilannya nampak seperti sosok yang melankolis dan sangat amat ‘perempuan’. Nyatanya, pembawaannya cukup enerjik dan walau bukan tomboy, tidak terasa seperti kita sedang bersama perempuan dalam artian yaitu kadang agak cuek. Tapi bukan cuek yang slebor atau gimana, minimal bicara dengan Donita nggak perlu terlalu basa-basi. Santai aja.

Donita behind the Scenes

Donita behind the Scenes

Memang sih, Donita agak kalem tapi bukan berarti pendiam. Bisa rame, bisa heboh-hebohan, tapi yang pasti bukan tipe yang berisik nggak juntrungan. Waktu sedang syuting, kami semua suka memperhatikan Donita suka nyanyi sendiri. Jadi pada komen, eh ni anak kayaknya bisa nyanyi juga ya? Soalnya senandungnya bukan yang ngasal, ketahuan vokal bagus, oalah, ternyata emang lagi nyiapin album. Sekarang malah udah rilis.

Donita in Press Conference

Donita in Press Conference

Dan satu lagi yang saya senengin dari Donita waktu syuting The Maling Kuburans, ini anak bekalnya banyak dan macem-macem! Entah itu minuman ringan sampe cemilan kayak Momogi, lengkap di satu tas besar. Katanya dibekalin ibunya, dan kita semua dipersilakan ngambil aja. Enak bener ya bisa makan banyak tapi nggak gemuk-gemuk.

Rasanya semua happy bekerja sama dengan Donita. Pastinya kalau ada produksi lagi yang membutuhkan karakter yang cocok dengan Donita, dari Millenium Visitama Films pasti akan senang bekerja bareng lagi sama Maling Kuburan yang satu ini.

“The Maling Kuburans” in Tempointeraktif.Com: Indra Birowo Gandrung Komedi Horor

Indra Birowo dan Yton "Club Eighties", duet komedi di The Maling Kuburans

Indra Birowo dan Yton "Club Eighties", duet komedi di The Maling Kuburans

Jum’at, 05 Juni 2009 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indra Birowo harus putar otak menghadapi tembok kokoh asrama keperawatan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat. Di tangan kirinya sebuah tali tergulung. Dengan mengaitkan tali itu ia memanjat tembok asrama.

Namun, aral tak berhenti sampai di situ. Di hadapannya terbentang genteng asrama yang baru saja diguyur hujan. Ia harus meniti genteng tersebut sembari mengendap-endap.

Itulah salah satu adegan Indra Birowo, aktor layar lebar dan komedian, saat bermain film “The Maling Kuburans” yang akan dirilis 2 Juli mendatang.

“Itu pengalaman berkesan waktu gue main di film ‘The Maling Kuburans’. Bayangin aja gue harus lewati atap gedung asrama yang tua dan jebot. Waktu itu gue pikir gimana kalau atap ini roboh. Ya ampun, gue takut banget kalau sampai jatuh,” ungkap aktor yang dikenal namanya lewat film “Bintang Jatuh” pada tahun 2000 itu.

Karena terlalu takut menginjak atap yang rawan pecah, Indra sampai mengulang enam kali pengambilan gambar.

Main di film yang disutradarai Dwi Ilalang itu, Indra puas karena bisa leluasa mengembangkan naskah film. Misalnya, saat dia harus beradegan memanjat dinding asrama atau kala dia mengubah kalimat-kalimat dalam naskah.

Sama seperti film dahulunya “Setannya Kok Beneran?”, lelaki kelahiran Jakarta, 10 Januari 1973, itu pun masih gandrung bermain di film komedi horor. Ia punya alasan tersendiri.

Gue kan awalnya masuk ke ‘Extravaganza’. Dari situlah gue dituntut untuk melucu. Alasan lainnya gue terima permintaan pasar yang suka film-film komedi horor. Karena itulah gue mau main film komedi horor. Gue kan cari duit,” ungkap pemain film “Tri Mas Getir” tersebut saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/6).

Menurutnya, film komedi horor macam “The Maling Kuburans” tidak menuntut pemain-pemainnya untuk berkarakter serius. Ia bisa membawakan peran layaknya Indra sehari-hari yang memang senang becanda.

Indra mengakui memang tidak ada pesan moral dalam film yang dimainkannya. “Gue cuma beri komedi yang segar, yang orang-orang nggak perlu mikir,” ungkap aktor beberapa sinetron yang tengah serius menggarap grup musiknya itu.

GLORIA NATALIA

Tulisan asli klik di sini.

“The Maling Kuburans” on KapanLagi.com: Syahrini Belajar Akting Secara Otodidak

Syahrini waktu syuting The Maling Kuburans

Syahrini waktu syuting The Maling Kuburans

Kapanlagi.com – Jumat, Juni 12

Syahrini sepertinya belum cukup puas dengan profesinya sebagai seorang penyanyi. Perempuan kelahiran Bogor, 1 Agustus 1982 itu menjajal profesi baru sebagai bintang akting lewat film THE MALING KUBURANS arahan sutradara Dwi Ilalang.

Meski baru perdana membintangi film layar lebar, Syahrini merasa cocok dengan karakter yang ditawarkan dalam film yang akan mulai tayang pada 12 Juni 2009. Apalagi, dirinya digandengkan dengan sejumlah bintang yang sudah sekian lama dikenalnya, yaitu Indra Birowo, Donita, Ytonk (Club Eighties, red).

“Jadi senang banget ditawarin ini ternyata horor tapi isinya komedi,” katanya dalam jumpa pers di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).

Dalam bergenre komedi horor ini Syahrini berperan sebagai perempuan bernama Ayu yang berteman dengan Karyn, yang diperankan oleh Donita. Ayu sendiri adalah seorang perempuan lembut, meski memiliki sikap sok tahu.

“Ayu kerja di salah satu agen, terus aku punya boss itu koleksi benda-benda antropologi seperti mustika (batu, red). Kita mencari-cari mustika ini. Proses pencarian itu aku dan Donita menjadi suster di asrama putri,” terangnya.

Syahrini sendiri dalam mendalami seni akting lebih mengandalkan belajar otodidak. Pengalaman membintangi video klip juga menjadi sumber ilmu berakting.

“Semuanya otodidak karena aku buat album yang pertama, bikin video klip pertama waktu itu ada adegan aktingnya lawan mainnya waktu itu Ricard Kevin. Aku berakting di situ, aku terima ilmu dari situ, aku tertarik karena genrenya nggak jauh dari komedi,” terangnya. (kpl/buj/dar)

Tulisan asli klik di sini.

DetikHot Movie: Ingin Seksi, Donita Tambal Dada

Donita si Maling Kuburan

Donita si Maling Kuburan

Jakarta – Pemain sinetron Donita tampil bareng penyanyi Syahrini di film horor komedi ‘The Maling Kuburans’. Untuk mengimbangi bentuk tubuh Syahrini yang seksi, Donita pun menambal bagian dadanya di film itu.

“Lawan mainnya Syahrini yang bener-bener seksi. Jadi mau nggak mau jadi ikutan seksi,” ujarnya saat ditemui di Papa Rons Pizza, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2009).

Di film garapan Dwi Ilalang itu, Donita berperan sebagai seorang suster bernama Karin. Agar penampilan fisik Donita tidak berbeda jauh dengan Syahrini, sang sutradara pun terpaksa melakukan trik khusus.

“Karena tuntutan yah mau nggak mau, bajunya susternya ada tambalan di dadanya. Takutnya kalau dibiarin jadi jomplang sama Syahrini. Aku kan tinggi mungil nggak berbentuk,” jelas bintang ‘Cinta Fitri’ seraya tertawa.

Penasaran dengan aksi Donita yang mencoba seksi? Tunggu saja ‘The Maling Kuburans’ yang siap diputar di bioskop pada 2 Juli mendatang.

(hkm/hkm) Fakhmi Kurniawan – detikMovie

Tulisan asli klik di sini.