Curhat Tengah Malam

Bisa dibilang, standard hidup saya menurun drastis dua tahun ini. Dinilai dari pemasukan rata-rata dan pola belanja, semuanya serba menurun. Ini karena profesi yang sedang saya tekuni saat ini berbeda dengan profesi saya sebelumnya. Selain pola kerja yang lepasan dan bukan ‘nggawe’ seperti waktu di tv station, masih ada satu faktor lagi yang lumayan bikin jantungan. Itu adalah karena posisi saya sebagai partner produser berarti saya hanya mendapatkan hasil jika film berhasil. Yang lain semua sudah dapat honor dan gaji, produser dan saya masih belum tentu dapat hasil. Untuk bulanan saya kas bon yang nantinya akan dipotong dari hasil film. Kalau film merugi, produser kehilangan milyaran dan kasbon saya akan jadi utang. Makanya saya berdoa semoga film meraih keuntungan yang sepadan dengan kerja setengah tahun. Sebelum ada yang nyata, ya hidup jadi begini, relatif pas-pasan dibanding dulu.

Tapi, nggak berarti saya mengeluh. Saya bersukur alhamdulillah karena sekarang keadaan bagaimanapun juga lebih baik daripada tahun lalu dimana saya harus dikejar-kejar oleh tagihan dan utang pada bank. Istri pun ikut stress jadinya. Tahun ini sudah bebas dari semua itu. Jadi sesusah apapun, kalau mengingat yang tempo hari, maka hari ini berasa bagai di surga. Mungkin yang jadi ketempuhan akan semua pilihan ini adalah orang di sekeliling saya. Mereka yang paling sayangi sekarang terpaksa juga ikutan menurun standard hidupnya. Istri saya jadi menyesuaikan dengan keadaan, kadang sebetulnya hati nggak tega, tapi memang jalannya sedang begini. Belum lagi orangtua saya, yang biasanya saya support, sudah setahun ini posisi saya bisa dibilang kembali menjadi anak yang justru membebani padahal dulu sudah bisa menyokong orangtua.

Semoga pengorbanan dan kesabaran istri dan orangtua saya nggak saya sia-siakan. Saya merasa pekerjaan saya yang sekarang harus saya tekuni bukan saja karena cita-cita dan obsesi. Bukan hanya itu! Tapi karena hanya dengan begini saya mempunyai ilmu yang baru, modal yang lebih, pengalaman yang lebih di bidang saya, entah itu film atau televisi. Karena kalau saya hanya tetap di televisi dan di level yang itu-itu saja dan pekerjaan yang itu-itu saja, nggak akan berkembang. Semoga pilihan saya ini nggak salah, demi istri dan orangtua saya juga. Sebentar lagi mau masuk tengah tahun, sementara target saya tahun ini adalah 2 film minimal. Artinya harus mulai mengolah ide lagi. Mohon ya Allah, bimbing saya.

Iklan

One thought on “Curhat Tengah Malam

  1. Alo Mas Raya pa kabar….? sy Bowo…dl suka maen di code4 team hehehehe sekarang lagi gak. Baru baca nih tulisannya Mas Raya….jadi inget kondisi saya sekarang. Turun semua. Penghasilan, gaya hidup. Tapi kok ya bisa tuh hehehe. Memang kl dinget jaman dulu memang lebih tenang sekarang sih. gak banyak utang di bank hehehehe. gak takut di phk….gak kerja ya gak ada duit……yg penting teteup semangat mas Raya. salut ma keberaniannya ninggalin “Area nyaman”. Tetep semangat mas Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s