The Maling Kuburans Sudah Selesai Syuting

Sementara, saya yang tadinya pengen bikin production diary adanya malah nggak pernah nyempetin untuk posting di blog ini. Gimana ya, abis emang walaupun kalau mau ya saya bisa aja pas pada syuting melipir dan nulis-nulis, rasanya nggak mood untuk ngeblog di lokasi/set syuting. Mungkin nanti saya cicil menyusul untuk semacam jurnal susulan, sekarang belum kepikir. Pastinya, syuting The Maling Kuburans berlangsungĀ  jauh lebih lancar daripada waktu Setannya Kok Beneran? tahun 2008 lalu. Kali ini terasa sekali adanya kerja tim yang baik, dibawah pimpinan kapten yang baik pula, jadi berbagai masalah dan intrik khas syuting yang muncul bisa diatasi dengan cukup baik. Tak ada gading yang tak retak, tak ada syuting yang bebas dari masalah. Tapi pada akhirnya intinya adalah apakah bisa segala sesuatunya diselesaikan dengan baik. Suasana pun sangat amat menyenangkan, semangat tinggi, dan aura positif terasa sekali. Alhamdulillah terima kasih ya Tuhan, telah memberkati kami dengan syuting yang lancar.

Di lain sisi, ada satu ironi yang saya rasakan. Di tengah syuting The Maling Kuburans yang berjalan relatif mulus jika dibanding dengan Setannya Kok Beneran?, saya merasa ada yang hilang, walau itu dikarenakan segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya. Betul, di The Maling Kuburans, syuting berjalan sebagaimana mestinya, sehingga saya yang di produserial bisa dikatakan tidak banyak melakukan apa-apa lagi ketika syuting sudah berjalan. Sutradara dan seluruh tim produksi bekerja dengan baik, saya nggak perlu ngapa-ngapain lagi. Enak memang, jika dibanding tahun lalu dimana saya sampai pusing dilibatkan di berbagai hal di lokasi. Sekarang, sesuai dengan posisi saya di produserial, jadi relatif santai. Nah, ironinya di mana? Tadi kan bilang ada ironi? Ironinya adalah saya merindukan keterlibatan hands-on dalam proses syuting. Saya nggak betah cuma duduk di sidelines. Saya juga ada keinginan membuat adegan, yah, menyutradarai lah. Ini yang saya bahas sampe sejam lebih on the phone sama mas Rizal. Saya harus punya proyek pribadi, entah itu film pendek atau apapun, pokoknya untuk memuaskan hasrat kreatif saya. Apakah saya mampu? Nggak tahu. Liat nanti. Tapi saya harus bikin sesuatu untuk diri sendiri. Setidaknya saya bisa tahu seberapa kemampuan diri sendiri selain di produserial.

Kembali ke The Maling Kuburans, ya intinya adalah syukur alhamdulillah syuting telah selesai dengan baik. Sekarang pindah ke ruang editing…

Iklan