Update 4: Harga Nikon D90 Jakarta Melambung!

Perhatian: tulisan ini sudah kadaluwarsa dan sudah ada update yang lebih terkini.

Jangan beli dulu deh. Saya tadinya lagi mikir, mumpung ada duit, apa mau beli D90 aja? Bosen kan ngebahas di blog melulu tapi nggak beli-beli. Tapi setelah sebulanan lebih nggak nge-cek harga, adanya pas lihat harga baru jadi males! Coba lihat aja harga Nikon D90 Kit di JPC Kemang, naik 3 juta dari yang dulu saya tulis di sini! Emang dolar sedang tinggi banget, jadi pada naiklah segalanya. Udah males nge-cek segala Camzone atau Oktagon atau EK-Gadgets, dari 12 jutaan jadi 15 juta? Ntar dulu deh. Ga penting amat inih.

Sementara, di JPC Kemang udah masang banner “coming soon” buat Canon 5DMkII. Nggak kebayang dah jadinya berapa. Malassss…

Iklan

Link: Nikon D90 User Manual Download Resmi

Untuk catatan jika diperlukan, petunjuk pemakaian alias user manual untuk Nikon D90 bisa di-download di link di bawah ini:

Nikon D90 User Manual Download

Versi bahasa Inggris ada 2. Satu yang bisa di-print, tapi harus registrasi nomor serial dulu. Versi ke dua yang tidak bisa dicetak tidak perlu registrasi. Semoga bermanfaat.

Link: Manual D90 Versi Nyantai ala Ken Rockwell

Ini bukan instruction manual Nikon D90 yang resmi, ini buatan Ken Rockwell. Dari dulu, sitenya dia ini menarik buat dibaca, diantaranya karena gaya penulisannya yang seenak hati dia aja. Dan kelihatannya dia tipe yang nggak kemakan dengan segala marketing dan fitur-fitur emanis, dia bener-bener yang basic dan penting aja. Ini juga manual dasar yang dia tulis sendiri. Monggo dikunjungi kalau iseng

Ken Rockwell’s D90 Manual

Akhirnya Bebas Dari Hutang!

Pada sekitar pukul 1330 WIB Jumat, 31 Oktober tahun 2008 akhirnya saya melakukan pembayaran final atas semua tagihan kartu kredit saya yang sudah menghantui dan menyiksa selama setahun ini. Alhamdulillah, terima kasih ya Tuhan. Saya bisa melunasi hutang tanpa harus menyerah dari upaya mengejar cita-cita. Kalau mau gampangnya, saya nyerah aja dari niatan mengejar cita-cita membuat film (lagi) dan kembali kerja jadi karyawan televisi. Tapi kali ini saya lebih kuat, karena dukungan istri yang benar-benar tabah, sabar dan memberi kekuatan. Setahun ini berat sekali. Tanpa gaji tetap, standar hidup jadi kacau balau, tapi kami tetap bersyukur dan berusaha selalu tertawa.

Dari semua, yang paling jadi teror kemarin adalah tagihan kartu kredit yang sudah menumpuk karena saya benar-benar nggak mampu bayar. Padahal kalau saya masih kerja full time, gaji saya akan dengan sangat mudah menutupi cicilan. Memang ini murni karena saya nggak mau kehilangan momentum (bukan momen) dalam perintisan karir baru di produserial film. Kalau nggak ada istri saya, pastinya saya udah goyang seperti waktu film Dealova dulu. Jadi, sekali lagi alhamdulillah ya Tuhan, sudah memberikan saya semua ini, memberikan saya seorang istri yang pengertian dan sabar, walau jadi makan mie instan terus karena suaminya mengejar obsesi di film. Insya Allah perjuangan (dan doa) akan membawa hasil ya, istriku.