Akhirnya Resmi Nggak Ikutan di Produksi Sinetron Itu

Senin kemaren hari yang nggak ngenakin. Saya udah di kantor bareng mas Deden, dan mas Deden dipanggil untuk bicara di ruang produser. Saya denger mas Deden disuruh baca sesuatu, dan pas saya tengok, ternyata handphone, alias baca sms. Saat itu saya langsung tahu kalau dia dikasih baca sms yang saya kirim ke production manager dimana saya menyatakan nggak ikutan di sinetron. Saat itu saya jadi tahu, ternyata produser yang ada di dalam ruangan kayaknya nggak tahu kalau saya ada di dekat pintu dan bisa dengar semua pembicaraan. Aneh rasanya, dengar orang bicarain kita sementara kita ada di sebelah. Yah, nggak membicarakan gimana-gimana sih tapi tetep aja nggak enak dengernya. Akhirnya saya ke atas aja daripada jengah sendiri. Memang sih akhirnya produser sempat keluar dan ngelewatin saya, setelah sekitar 10 menitan. Tapi ya, udahlah males dengernya. Yang penting, saya nggak ikutan di sinetron karena mau konsen di film. Saya lebih berani handle 2 produksi film dari pada satu film plus satu sinetron seri.

Saya cuma bete akan ironi-nya. Tahun lalu, semua bicara harus bikin film karena sinetron udah nggak bisa diharapkan menghasilkan apa-apa. Sekarang, setelah kita nyoba bikin satu film dan selamat, nggak kelihatan antusias bikin film ke dua, dan malah bilang mending bikin sinetron. Wajar, namanya ya bisnis. Mana yang bisa bikin uang dengan resiko lebih kecil adalah prioritas. Saya aja yang kurang beruntung. Sekarang, nasib proyek film kedua saya tetap nggak jelas. Sementara waktu berjalan terus.

Iklan

5 thoughts on “Akhirnya Resmi Nggak Ikutan di Produksi Sinetron Itu

  1. Wah sayang mas, padahal ktia bisa tiru serial Supernatural yang lagi ngetop itu….
    Setannya macem macem….. intrik personalnya pun bisa manjangan durasi … banyak bisa kita apdaptasi di serial itu untuk memperkaya sinetron SKB
    tapi kalo emang blom rejeki jangan dipaksa. Nanti malah mudarat…..

    salam
    Papario

  2. sebetulnya tetep enak dan seru, mas taufik
    saya juga pernah 3 kali bikin ftv dangdut komedi buat TPI, seru kok kalau emang suka dunia hiburan ya.

    tapi, untuk yang kali ini, nggak enaknya adalah posisi saya yang nggak begitu jelas. dulu saya memang produser, lalu kemarin pas film, saya associate producer, istilahnya udah jelaslah job desc dan hitung2annya. kalau kasus yang ini jadi agak susah, secara jobdesc agak rancu karena ceritanya saya yang bikin tapi saya bukan penulis, desain kreatifnya saya akan dilibatkan tapi saya bukan produser. kalau hitung2an buat saya adalah berbagi dengan penulis, sudahlah kasihan penulis, kok ya murah banget. kalau ini saya ambil, di lain hari nanti produser dengan gampang milih mending bayarin certa saya aja, toh murmer sementara saya kehilangan peluang untuk ikut jadi associate producer. jadi ya, mending saya nggak ikutan yang ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s