“Setannya Kok Beneran?” Mau Dibikin Yang Durasi Satu Jam Aja, Tapi 26 Episode?

Saya udah bilang, saya cuma kuat 6 episode. Formatnya pun idealnya begitu. Tapi kalau dapet order begini, ya produser pasti merem dah. Namanya duit. Saya yang suwe. Posisi saya susah. Di sini saya bukan jadi associate producer, jadi nggak bisa mengharapkan apa-apa dari profit. Lalu kalau memegang supervisi cerita, dengan budget yang diambil dari anggaran skenario, mau dapet berapa? Okelah kalau cerita aja, andai saya penulis. Tapi kalau udah supervisi saya tahu ujungnya akhirnya saya lagi yang bakal ikutan olah ide, saya lagi yang ngedit, saya lagi yang ketemuan meeting dengan orang station. Sementara, saya bisa dapet berapa perak dari anggaran? Rasanya untuk posisi itu sekalian aja kembalikan saya di posisi dulu dengan gaji tetap.

Bukan saya sok mahal, sama sekali nggak. Tapi saya berani meninggalkan kerjaan tetap dan menjadi freelance itu punya target. Setidaknya harus bisa menghasilkan minimal sama dengan kalau nggawe. Dan saya bukan freelance untuk jadi penulis atau jual ide tapi untuk jadi associate producer. Nah kalau gini? Yang untung ya cuma PH-nya. Semoga dengan adanya order untuk sinetron, film ke dua saya tidak terpengaruh dan tetap jalan. Dua hari ini stres sekali saya mikirin posisi yang jadi dilematis begini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s