RUU Anti-‘Ngeres’

Nggak ada yang mendukung pornografi. Menentang UU Pornografi bukan berarti mendukung pornografi, cuma meminta agar perang melawan pornografi dilakukan dengan akal sehat dan tetap menjunjung tinggi hak azasi manusia. Satu lagi, pastinya, sejak dulu sampai detik ini, pornografi sudah dilarang. Tanpa aturan yang super-rancu ini pun yang namanya materi pornografi sudah dilarang di Indonesia. Kenapa masih ada? Mari kita tanyakan itu pada penegak hukumnya.

Bagi kita, lawanlah pornografi dengan penguatan pendidikan akhlak dan moral, yang dimulai dari keluarga. Siapapun yang berakhlak baik dan kuat jika pun melihat pornografi malah akan jijik, sehingga diserbu sebanyak apapun materi porno tidak akan terpengaruh apalagi sampai berbuat maksiat. Mengapa kita begitu takut seakan kita tidak punya kekuatan akhlak sama sekali? Seakan semua akan tergoda bermaksiat karena melihat (sesuatu yang dianggap) pornografi? Yuk ngaca.

Mari kita berpikir lebih jauh. Jangan kitanya yang jadi berantem hanya karena pemerintah belum pintar bikin peraturan yang jelas. Nggak ada yang mendukung pornografi kok. Cuma pengen supaya lebih pakai akal sehat, dan menguatkan satu tatanan dari dasarnya. Kita setuju dong, bahwa sebuah rumah menjadi kuat dengan membangun pondasi yang kokoh, bukan karena memasang pagar listrik yang tinggi.

Atau, sebagai penggantinya saya mengusulkan agar dibuat RUU Anti ‘Ngeres’. Supaya jangan sedikit-sedikit ngeres alias napsu, atau, sedikit-sedikit sudah menuding sesuatu sebagai ‘porno’.

Yuk mari.

Update:

Di luar dugaan, ternyata ada saja yang mengira saya serius berpikir bahwa orang bisa dilarang ‘ngeres’. Saudara-saudara, usulan itu adalah sebuah sindiran bagi mereka yang mengira bahwa mereka bisa menghilangkan naluri dasar manusia dengan menghilangkan dan melenyapkan “apapun yang menurut mereka adalah pornografi sekedar karena waktu melihatnya mereka jadi terangsang”.

Iklan

2 thoughts on “RUU Anti-‘Ngeres’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s