Menyusul Nikon D90, Canon 5D MkII Usung Video HD 1080p

Daripada bete, mau nulis konsep nggak bisa, mending nerusin riset internet cemen saya tentang kemampuan rekam video D-Movie di kamera DSLR Nikon D90. Ternyata hari ini nambah thread baru yang lumayan heboh karena Canon 5D MkII akan punya kemampuan HD video juga bahkan dengan resolusi full HD 1080p! Memang sdah ketebak kalau Canon yang udah duluan jago main di video bakal nyusul langkah Nikon memberi kemampuan rekam video di DSLRnya, tapi apa ini langsung bakal memukul Nikon D90? Dalam hal video ya, kita bukan bicara still photo, kalau itu sih udah jelas beda kaliber.

Spesifikasi untuk kemampuan video di Canon 5DMkII ini memang di atas Nikon D90. Selain full HD 1080p, 40.66 Mbit/s, 30p, 5DMkII juga bisa menerima input audio via external mic dan Live View AF berfungsi pada. Sementara D90 hanya 720p dengan bitrate yang lebih rendah dan tidak ada kemampuan external mic. Dan kabarnya, sejauh terlihat di sample, tidak terjadi skewing seperti di D90. Saya sudah tulis belum ya, bahwa gambar akan skewed dan terdistorsi jika D90 bergerak panning? Ini karena CMOSnya menggunakan rolling shutter. Nah, 5DMkII juga pakai CMOS, tapi kelihatannya gambar objek bergerak nggak jadi pletotan kayak di D90. Singkatnya, kemampuan videonya di atas Nikon D90. Tapi, apa ini akan membuat semua indie & zero budget film maker yang mengimpikan kamera video interchangeable lens murah akan beralih dari Nikon D90 ke Canon 5DMkII?

Jawabannya, belum tentu. Ya, pastinya banyak yang akan mengincarnya, tapi nggak semua akan beralih. Kenapa? Karena Canon 5D MkII berada di kelas yang lebih tinggi, dengan harga yang sekitar 2 kali harga Nikon D90. Estimasi terakhir di DPreview adalah $2699 body only, sementara D90 berada di $1299. Jadi, masih banyak pemimpi macam saya yang masih lebih mengimpikan Nikon D90 karena impiannya lebih dekat dengan kemampuan. Segala kelemahan D90 seperti yang sudah dibahas harus diakali saja. Sebagai penghibur D90 memberi 24p yang lebih film-like dibanding 30p-nya 5D MkII. Bagi saya, Canon 5D MkII ini nggak akan jadi pertimbangan karena harganya sudah terlalu tinggi. Masalahnya, saya hanya tertarik kemampuan HD videonya, segala kecanggihan still-photonya saya nggak butuh karena toh saya bukan fotografer. Jadi, D90 masih jadi the poor man’s RED untuk saya.

Kalau mau melihat sample movie nya Canon EOS 5D MkII bisa lewat site Canon Japan ini. Dan bagi yang belum lihat sample D-Movie Nikon D90, silakan klik link yang ini.

Iklan

6 thoughts on “Menyusul Nikon D90, Canon 5D MkII Usung Video HD 1080p

  1. Waduuuhh… sekali lagi makasih berat Mas. Advisnya sangat berguna bagi saya. Tapi ada saran juga untuk sabar nunggu yang ALTA, yg masuknya entah kapan. Sebenarnya bulan lalu saya hampir beli D80 krn lihat punya kakak. Tapi pas buka situs Nikon ada yg lebih baru D90. Makanya saya sangat serius sekarang untuk beli D90. Atau Mas tahu kapan yang ALTA edar di Jakarta? Maaf Mas, masih aja ngerepotin.
    Oya Mas, untuk video HD selama ini saya gunakan Sanyo Xacti HD 1A. Udah puas. Tapi untuk motret, yaahhh gitulah… namayanya kamera serba bisa besutan Sanyo. Tapi review dari stevedigicam cukup bagus. Maaf mas, udah ngerepotin n makasih berat lagi untuk atensi dan bimbingannya. Wass.

    Ah nggak ngerepotin kok. Seneng banget kalau blog iseng ini ada yang baca juga. Belum tahu tuh yang Alta Nikindo kapan keluarnya, masih nanya-nanya.

    Xacti bagus kok buat rekam-rekam, kecil pula. Banyak camcorder HD yang bagus. Xacti kualitas videonya jauh diatas D90, si D90 ini kualitas HD nya cemen kok. Cuma yah satu aja yang bikin D90 menarik videonya, kemampuan bikin depth of field yang cetek karena bisa gonta ganti lensa 35 dan manual aperture. Biasanya buat bisa bikin video dengan depth of field cetek gitu udah keluar 100jt an…

  2. Tq berat Mas. Karena saya yakin Mas mumpuni masalah ini, kakak saya nanya di satu forum ada yang nyaranin NIKON AF-S DX VR 18-200MM F/3.5-5.6G IF-ED. Sekali lagi please advisnya Mas. Atau Mas mau ngasih saran lain? Saya tunggu bener lho Mas. Sorri kalo saya cerewet, maklum bagi saya nilai duitnya sangat berarti jadi sayang kalo salah beli. Sekali lagi trims Mas.

    “AF-S DX VR 18-200mm f/3.5-5.6G IF-ED” pastinya bagus dan memang banyak yang rekomen. Temen saya juga ada yang lagi nabung ngincer lensa ini. Banyak yang bilang ini termasuk lensa yang lumayan all-in-one. Cukup lebar di 18, jadi bisa buat motret di dalam ruangan atau jarak dekat. Cukup panjang sampe 200, jadi bisa ngejar obyek jauh. Plus, udah pake VR jadi bisa pakai zoom dengan lebih pede karena getaran udah agak diatasi pakai VR. Mestinya sih nggak nyesel beli lensa ini. Kualitas gambar menurut saya ya bagus aja walau kalau ahli bilang biasanya kalau superzoom gini ada kualitas yang dikorbankan. Tapi di mata awam, apa kelihatan? Mata saya sih masih awam. Bagus dan keren aja.

    Satu-satunya rekomendasi yang saya bilang aman sih beli kit aja, karena kit lens nya lumayan dan sudah VR juga. Tapi ini karena saya cuma fotografer kasual, sekedar peminat dan bukan profesional sama sekali. Kamera pun selalu minjem. Saya cuma mikir, apa saya butuh kemampuan 10x zoom sampai 200mm itu? Saya lebih sering motret obyek dekat dan dalam ruangan, jadi 200mm akan mubazir buat saya.

    Saya pribadi kalau cuma untuk motret aja, nggak akan melirik D60, D80 atau D90. Saya cuma butuh D40 (bahkan bukan D40X) karena itu udah cukup buat belajar motret, harganya murah pula! Lebih dari D40 udah terlalu mewah buat saya yang amatiran dan wannabe ini. Dan itu pun udah cukup pakai kit lens. Bahkan Ken Rockwell yang udah dikenal review nya pun fanatik cuma merekomen D40 kalau buat kasual aja.

    D90 jadi menarik buat saya karena saya dari dulu mengimpikan ada kamera video yang bisa ganti lensa 35mm dengan harga murah. Walau kualitas videonya cemen dan buanyaaak banget kelemahannya, D90 ini jadi menarik banget buat eksperimen bikin film pendek karena bisa ngasi gambar yang mirip film. Nah, kalau buat saya, kit lens jadi kurang menarik karena kalau buat bikin video mending sekalian ambil lensa yang cepat/terang. Minimal f2.8 lah. Syukur kalau f1.8. Itu karena tujuan saya emang nyeleneh, dan banyak dipertanyakan sama fotografer.

    Intinya, milih lensa sebetulnya tergantung prioritas aja. Kalau prioritasnya untuk motret normal, pastinya lensa yang 18-200 itu nice to have. Sementara kalau mau ngirit, kit lens nya juga udah bagus. Kalau nyeleneh kayak saya, tujuan utamanya pengen bikin video, ya lain lagi penilaiannya.

  3. Mas, saya ingin beli D90, saya lihat di tokocamzone.com harga body-nya 10,4jt. Saya mohon sarannya sebaiknya saya beli lensa jenis apa? Saya hobi jepret2 sekalian bikin video mumpung D90 udah dukung Avi. Sya mohon pencerahannya. Kalau bisa max lensa 3-5 juta. Dan saya juga minta advisnya soal rencana saya ini. Terima kasih berat Mas atas bantuannya. Wass.

    Kenapa nggak beli kit-nya aja? Lensanya udah lumayan kalau menurut saya, udah pake VR pula. Cuma ya kalau memang mau beli pisah sih kalau bisa beli yang terang, f1.8 atau minimal f2.8. Itu kalau saya loh ya, abisnya saya sih jarang dapet sinar yang cukup. Usahain yang wide aja ya kalau mau bikin video, si D90 ini videonya parah sekali kalau goyang dikit aja jadi kayak jello jadi lensa panjang nggak recommended. Saya nggak bisa rekomendasi apa-apa spesifik, karena saya sendiri belum punya loh… Cuma rajin riset aja.

  4. ya mas kalo mau viedo ma jangan beli camera digital beli aja vdieo camera yang asli bukannya lebih bagus hasilnya.
    gitu lo menurut saya. tapi kalo memang ada pertimbangan sendiri yo wes..
    salam..

    Setuju, mas.

    Tapi…

    Untuk bisa mendapatkan kamera video HD minimal 720/24p dengan interchangeable lens, sensor besar dan sensitivitas tinggi artinya saya mesti beli minimal VX1, udah kena diatas 30 juta, lalu saya mesti beli lagi letus35 extreme adapter artinya keluar lagi 15 jutaan, lalu beli lagi lensanya.

    Sementara, dengan DSLR ini, selama bukan untuk film yang banyak bergerak, sudah dapat HD720/24p, interchangeable lens, dengan 13 juta sudah bisa lebih bagus hasilnya dibanding yang diatas. Bagi saya loh ya.

    Memang, pada akhirnya yang penting pasti content. Tapi, kemampuan mendapatkan depth of field yang shallow kan kita sudah tahu bahwa pakai camcorder biasa sampe mampus nggak akan bisa kecuali kita pakai 35mm lens adapter… Makanya di luaran para independent film maker yang berbudget rendah langsung heboh. Nggak semua orang mampu membangun camcorder plus 35 adapter dan lain-lainnya.

    Pastinya, yang beli ini bukan sebagai kamera video utama, dan buat saya ini seperti jawaban akan impian yaitu DSLR yang punya kemampuan capture video. Sebelum mampu membangun kamera yang agak serius, D90 atau 5D MkII ini sudah jauh lebih menolong dan terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s