Jangan Tanya ‘Bonus’ Sama Saya!

Proyek TMK masih belum greenlight, tapi minimal produser udah baca sinopsis plotting yang terakhir. “Aku baru baca sekali, Ray, belum bener-bener masuk otak”. Oke lah pak, nggak apa-apa. Tapi kalau bisa jangan kelamaan ya, karena kalau target rilisnya di bulan Maret tahun depan artinya kita sudah harus beres syuting di Desember. Praktis nggak ada waktu buat persiapan, situasi jauh dari ideal. Dan sejujurnya, saya juga perlu proyek ini segera rolling karena harus segera menghasilkan lagi.

Kemarin ada buka puasa bersama di kantor, katanya sekalian syukuran atas keberhasilan film kemaren, “Setannya Kok Beneran?”. Lumayan ramai, tapi banyak juga yang nggak datang karena sedang syuting atau kegiatan lain. Semua hepi dan bersyukur atas keberhasilan film, tapi kadang jadi sebel juga kalau ada yang merasa SKB ini benar-benar ‘berhasil’. Kami bernasib baik, kami beruntung bahwa film yang secara kualitas hasilnya jauh dari harapan kami dan sampai perlu re-shoot dan re-write darurat untuk tambal sulam. Intinya, bukannya kita nggak berusaha, kita mati-matian berusaha menyelamatkan ini film supaya nggak jadi total flop. Tapi ketika hasilnya ternyata cukup tinggi dibanding pesaingnya bagi saya peran dan faktor berkah “dari atas” sana lah yang sangat bermain. Alhamdulillah, rejeki, berkah. Kita sedang bernasib baik. Jadi, jangan terlalu merasa ‘sudah berhasil’! Jadi gede kepala kita ntar, padahal nyaris runyam.

Waktu asisten manajer unit bercanda dan bilang “Pak, bonus dong nih kan SKB sukses”, adanya saya malah kesal padahal dia cuma bercanda basa-basi. Rasanya pengen ngejeplak aja dan ngomong kencang. Emangnya sesukses apa sih? Loe kata sejuta penonton? Loe kata untung berapa sampe minta bonus? Udah syukur kagak flop! Wong kinerja proses produksinya aja kacau balau, untuk kinerja sinetron pun nggak layak! Sekarang baru bernasib baik gini udah cengengesan nanya bonus? Loe semua minimal kerja dapat honor, film berhasil atau nggak, loe udah dapet bayaran. Nah saya cuma dapat kalau film ini mencetak laba dengan hitungan tertentu, dan sekarang praktis saya nggak dapet apa-apa. Dan eloe mau nanya bonus?

Yah, itu dalam hati saya. Yang keluar dari mulut cuma “emangnya kita untung?” dan sekilas “emangnya saya dapet untung dari hasil film ini?” secara bercanda tapi emang setengah bete. Tapi ya, get real lah. Ngaca. Udah syukur nggak flop. Mana nyangka hasil kerja yang nyaris berantakan total dan nggak efisien bisa menghasilkan film yang dapat penonton lebih banyak daripada film yang digarap rapi seperti “Oh My God” dan “Oh Baby”. Ngomong bonus? Kita mesti ngaca, man. Dengan kinerja kacrut seperti kemaren, kita bisa balik modal begini aja udah berkah dari atas! Ngucap dan doa dulu, bilang ‘alhamdulillah’.

Jangan cengengesan dateng ke gue dan nanya soal bonus, bercanda atau bukan bercanda. I am stressed, broke, and definitely not in a merry mood.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s